Untuk kalian yang sedang ragu dengan kesetiaan, izinkan aku merangkaikan kata-kata untuk kau baca, untuk kau hikmati...
Sebuah pohon menghijau di tepi muara. Daun-daun begitu rindang bermain dan bercengkerama. Burung-burung, angin, hujan, cahaya menjadi kawan mereka.
Bersama burung-burung yang bertengger di ranting nan berayun, berkicaulah cerita surga. Katanya, begitu nyaman terbang ke angkasa. Menjelajah ke berbagai negara. Mencicipi aneka masakan dunia. Bertemu dengan beragam suku dan ras. Daun terpana. Namun ia diam. Bukan karena iri. Hanya, ia tau diri.
Bersama sang angin. Berhembus keinginan membebaskan diri. Terbuai rasa melayang yang datang tiba-tiba. Menyusup hingga ke helai tulangnya yang tipis. Ayolah bersamaku kita menari di angkasa. Begitu bisiknya. Sekali lagi, daun diam saja. Meski ada asa menyeruak menghampiri kaki-kaki agar melepas saja. Hanya satu alasan baginya, helaiku masih begitu berharga meski hanya seteguk oksigen yang mampu kuberi.
Derai hujan kian menawarkan kepasrahan. Titik-titik air menghujaninya dengan begitu keras. Rasa sakit mendera sekujur tubuhnya. Lagi, ia bertahan. Hanya untuk satu alasan : aku ingin menghadirkan titik embun di ujung-ujung jemari bagi mereka yang menantikannya.
Daun itu menguning. Namun ia masih bertengger di sela ranting kecil. Panasnya cahaya yang menyapanya siang itu, tak melelahkan pegangannya pada epidermis sang kayu. Ia masih mampu bertahan. Begitu tekad yang kian membulat.
Suatu ketika. Saat burung tak kicau. Angin tak sepoi. Hujan tak sapa. Cahaya menyenja. Daun meluruh sendirinya. Tiba waktuku. Ucapnya. Pelan. Meraba muara dengan lembut. Ini janjiku, untuk hadir di bumi dalam wujud baru. Tak perlu lama menyusun partikelku. Karena sebentar saja bagiku.
Daun itu kering. Tersentuh debur ombak pantai. Seiring senja yang menghitam, iapun melapuk dan menghilang. Memberi warna baru di dalam bumi. Ia setia pada fungsinya. Manfaat.
Merindui ibu. Sangat.
aduhhh kata-katanya sampe menyentuh hati bgt!!
ReplyDeletelukisan : oh gitu ya... hee maklum, nulisnya sambil berderai air mata... makasih dah mampir en salam kenal!
ReplyDelete