QS. Ali Imran : 191
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia’.”
Definisi tafakkur
Tafakkur diambil dari materi huruf fa, kaf, dan ro. Menurut Ibnu Faris ra, salah seorang ulama ahli bahasa, menunjukkan pengertian aktivitas kalbu dalam memikirkan sesuatu. Tafakkur artinya mencurahkan perhatian kalbu untuk memahami berbagai hal guna meraih tujuan yang didambakan. Tafakkur menurut istilah, oleh Ibnul Qayim ra., merupakan permulaan munculnya karsa dalam kalbu untuk bersikap menolak dan meninggalkan sesuatu atau menyukai dan merindukannya.
Ada 8 hal yang bermanfaat untuk ditafakuri :
1. Memikirkan kepentingan/bekal di hari berpulang
2. Memikirkan cara untuk mendapatkan bekal tersebut
3. Memikirkan berbagai cara yang dapat merusaknnya
4. Memikirkan berbagai cara menghindarinya
5. Memikirkan kepentingan hidup di dunia
6. Memikirkan cara-cara untuk menghasilkannya
7. Memikirkan kerusakan-kerusakan yang diakibatkan
8. Memikirkan cara untuk menghindarinya
Tafakkur Terhadap Diri Sendiri
Selain merenungkan segala penciptaan Allah swt, pengertian tafakkur juga mengenai berbagai kelemahan yang ada dalam diri sendiri. Diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah manusia diciptakan dari nuthfah (mani) yang menjijikan dan yang paling dekat ialah diri anda sendiri.
“dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz Dzaariyaat : 21)
Penyebutan nuthfah yang berulang kali dalam Al Quran, bukanlah untuk didengarkan kalimatnya, lalu dibiarkan tanpa direnungkan maknanya. Lihat QS.Abasa (17-20), QS.Al Qiyaamah (37-38), QS.Al Mursalaat (20-22), QS.Yaasiin (77).
Bila kita perhatikan nuthfah, bentuknya tiada lain berupa cairan kental yang menjijikkan. Sekiranya dibiarkan sesaat, tentulah akan tercemar dan rusak (membusuk). Bagaimanakah Tuhan mengeluarkannya dari sulbi laki-laki dan tulang rusuk perempuan? Bagaimana Dia menciptakan bayi dari nuthfah, lalu mensuplainya dengan darah sebagai konsumsinya hingga tumbuh dan berkembang?
Demikian pula halnya mentafakuri semua urat, otot, dan jaringan saraf yang ada di dalam tubuh manusia, jumlah bilangannya, bagian-bagian yang menjadi tempat tumbuhnya, serta jaringan-jaringannya. Perhatikanlah bentuk lahiriah dan bathiniah manusia, niscaya anda akan melihat berbagai keajaiban yang tiada taranya, padahal semuanya itu diciptakan oleh Allah hanya dari setetes air yang menjijikkan.
Dengan bertafakkur akan mengantarkan kita pada ridho Allah, melapangkan dada, menenangkan hati, mewariskan rasa takut dan segan kepada Allah, mewariskan ilmu dan hikmah, mempertajam penglihatan, menghidupkan kalbu manusia, dan menghantarkannya untuk mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu.
Imam Syafi’i ra., telah mengatakan : “Jadikanlah diam sebagai sarana yang membantu kalian untuk berbicara, dan mengambil kesimpulan sebagai sarana yang membantu kalian untuk berfikir.”
Ibnu Abbas ra., telah mengatakan bahwa mengerjakan shalat sunnah dua raka’at yang sedang-sedang saja dibarengi dengan tafakkur, lebih baik daripada melakukan qiyam sepanjang malam tanpa dihayati. Wallahu’alam.[]
* Diringkas dari buku : Silsilah Amalan Hati (Tafakkur, Mahabbah, Taqwa, Wara) bab Tafakkur karya Muhammad bin Shalih A-Munajjid.
0 comments:
Post a Comment