Tulisan ini hanya sebongkah hasrat pencarian yang belum tuntas kulalui.
Kebiasaanku akhir-akhir ini setelah shalat subuh berbaring di kasur sambil membaca buku dan menyetel radio. Entahlah, rasanya kalo cuma membaca buku saja dengan keheningan pagi, membuat mata terkantuk lagi. Maka channel radio mana saja yang mengeluarkan suara enak akan ku pilih. Dan, subhanallah, hanya Allah Yang Maha Tahu, saat itu yang kupilih adalah channel renungan pagi-nya Bang Gondes RRI.
Awalnya aku cuma pengen fokus baca buku. Namun, suara Bang Gondes rupanya membuatku mengalihkan perhatian padanya. Sejenak aku berusaha menangkap arah pembicaraan Bang Gondes dengan sang presenter. Hmm... pembicaraan itu begitu menarik nalar-ku. Sebuah filosofi tentang bagaimana kekecewaan harus dihadapi. Oh... I need this.
Apa yang telah aku dengar, meski sebentar, setidaknya mengembalikan logika berfikir-ku dalam melalui jalan hidup ini. Kecewa, siapa yang tidak pernah mengalaminya? Hoho,,,kutertawakan diriku sendiri mengingat betapa nelangsanya diriku menghadapi kekecewaan di lingkunganku.
Kata Bang Gondes, tidak usah fokus pada orang lain. Ketika lingkungan ternyata tidak seperti apa yang kita harapkan, maka fokus lah pada diri sendiri. Apa yang telah kita lakukan. Apakah kita juga telah berbuat mengecewakan bagi orang lain? Kalau ternyata kita merasa bahwa yang menyadari semua kesalahan itu adalah diri kita sendiri, maka apa salah nya kita menjadi penyejuk dari semua keruwetan yang terjadi? Pasti itu menjadi luar biasa, terkhusus bagi diri kita sendiri. Yakin saja.
Ya. Mengingat apa yang telah terjadi, membuatku malu sendiri. Betapa sering diri hanya mengumpat dan memaki kesalahan-kesalahan orang lain, sementara diri ini hanya bisa diam. Bahkan tak jarang menambah kekacauan saja.
Menyusuri jalan di depan aku harus fokus pada diri sendiri. Apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat orang lain tersenyum. Untuk membuat lingkungan nyaman, berkat diri ini. Ya, bagaimana itu bisa terwujud kuserahkan pada Allah, Sang Penguasa Jiwa.
Bismillah. Aku harus bisa menjadi penyejuk. InsyaAllah.
0 comments:
Post a Comment