<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402</id><updated>2012-01-26T21:04:52.099-08:00</updated><category term='ada-ada saja'/><category term='lagi melo'/><category term='de trip'/><category term='sehat'/><category term='renungan'/><category term='perempuan'/><category term='my view'/><category term='resep'/><category term='picisan'/><title type='text'>hidrogenalfa</title><subtitle type='html'>'be more positive'</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>86</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7246463138097658289</id><published>2012-01-18T17:03:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T17:05:53.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Aku dan Kebodohanku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-k6g1A12lrNY/TxdsXk5uZuI/AAAAAAAAAMQ/hj8m_cR5T24/s1600/siluet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-k6g1A12lrNY/TxdsXk5uZuI/AAAAAAAAAMQ/hj8m_cR5T24/s200/siluet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699143005759235810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah aku ini pendendam?”&lt;br /&gt;Sebuah tanya yang pernah aku lemparkan ke beberapa orang (ah, seingatku hanya 2 orang sih). Satu-satunya yang menjawab tanya itu adalah seorang kawan yang sering kubilang ‘aneh’ bin ‘nyeleneh’ bin ‘sableng’. Oh! Mukjizat bagiku dia mau menjawab pertanyaanku itu. Tau apa jawabnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, kamu itu pendendam”&lt;br /&gt;Datar. Ah, kenapa aku mendengarnya seperti memperolokku?. Dan sepersekian detik selanjutnya aku menyadari kebodohanku sendiri yang mempercayakan pertanyaan itu untuk dia jawab. Shit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita lupakan saja adegan sangat tidak penting bersama kawan ku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan pertanyaan itu mampir dibenakku. Yang pasti, aku harus meyakinkan karakter itu ada atau tidak dalam diriku. Entah karena ingin tau saja atau karena usiaku yang semakin renta yang memojokkan setiap nurani ku untuk bisa membedakan yang benar dan yang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah melewati hidup puluhan tahun dan aku masih tak mengerti bagaimana karakter ku sesungguhnya. Ah! Something stupid bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesalahan yang sulit kumaafkan. Ada rasa sakit hati yang tak terbantahkan, mengendap di dasar hati. Manusiawi bukan? Kalian juga pasti mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada iba yang menguliti sikap itu. Ada nurani yang selalu berbisik bahwa semua orang pernah salah. Terlebih, tak sepenuhnya kesalahan itu karena mereka. Ada andil – besar ataupun kecil – dari diriku sendiri. Misal, ada buku yang kamu pegang, trus ada yang tiba-tiba mau meminjamnya, kamu ragu untuk memberikannya, tapi si peminjam sudah keburu menarik buku itu dan kamu pun masih memegang erat, sehingga buku itupun robek. Si peminjam tentu salah karena tidak meminjam secara baik-baik, tapi kamu juga salah karena begitu enggan melepas buku itu. Kira-kira begitulah analoginya (aneh memang, tapi terima sajalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa aku benar-benar tak bisa memaafkan? Ini tak bisa kujawab tegas. Semua akan menyeretku ke ruang abu-abu. Dibilang memaafkan, tapi aku masih tidak bisa menerima kehadiran mereka kembali. Dibilang tidak memaafkan, toh aku bisa melanjutkan hidupku tanpa berlama-lama mengingat kembali luka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendendam kah aku? Pertanyaan itu selalu menghantuiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku begitu ingat saat mempelajari sifat-sifat yang tidak terpuji pelajaran agama Islam di sekolah dasar dulu. Ya, dendam adalah salah satu sifat-sifat itu. Aku sadar. Sesadar-sadarnya. Tapi, bagaimana caranya aku menangkal rasa sakit hati? Sebuah luka yang digoreskan oleh waktu. Luka yang membuatku malu. Ingin ku ratapi diri sendiri saja, namun tak adil rasanya. Ada orang lain yang menyebabkan aku begini. Begitu terus sisi jahatku berbisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari pencarianku menyimpulkan, bahwa yang sudah terjadi maka itulah takdir. Aku hanya bisa memohon ampun atas masa lalu. Apakah masa depan bisa menerima kesalahan ku, biar kuserahkan pada sang waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.01.2012 @11.18pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7246463138097658289?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7246463138097658289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/aku-dan-kebodohanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7246463138097658289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7246463138097658289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/aku-dan-kebodohanku.html' title='Aku dan Kebodohanku'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-k6g1A12lrNY/TxdsXk5uZuI/AAAAAAAAAMQ/hj8m_cR5T24/s72-c/siluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2646156210351838064</id><published>2012-01-16T07:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T07:58:25.868-08:00</updated><title type='text'>Seuntai Sepi</title><content type='html'>menanamnya dalam&lt;br /&gt;hingga mengakar&lt;br /&gt;telah membuatku berduka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga berdarah&lt;br /&gt;berkali-kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak bisa kutanam lagi&lt;br /&gt;aku lelah&lt;br /&gt;aku hanya manusia biasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2646156210351838064?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2646156210351838064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/seuntai-sepi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2646156210351838064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2646156210351838064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/seuntai-sepi.html' title='Seuntai Sepi'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4253768370021702636</id><published>2012-01-05T20:40:00.001-08:00</published><updated>2012-01-05T20:48:48.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Nyanyian Ilalang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8-gyPtLWcJo/TwZ9KLHweRI/AAAAAAAAAME/TfnSzk_ScvI/s1600/ilalang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8-gyPtLWcJo/TwZ9KLHweRI/AAAAAAAAAME/TfnSzk_ScvI/s200/ilalang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694376392594061586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akulah ilalang&lt;br /&gt;di tengah belukar yang cadas&lt;br /&gt;kering dan membatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akulah ilalang&lt;br /&gt;mengeras di terik siang&lt;br /&gt;membeku di sunyi malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akulah ilalang&lt;br /&gt;merindu sang bintang&lt;br /&gt;mengiba setitik cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akulah ilalang&lt;br /&gt;bercengkrama bersama angin&lt;br /&gt;gemerisik tak berirama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akulah ilalang&lt;br /&gt;tak banyak punya daya&lt;br /&gt;hanya ingin bertahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06.01.12&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4253768370021702636?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4253768370021702636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/nyanyian-ilalang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4253768370021702636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4253768370021702636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2012/01/nyanyian-ilalang.html' title='Nyanyian Ilalang'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8-gyPtLWcJo/TwZ9KLHweRI/AAAAAAAAAME/TfnSzk_ScvI/s72-c/ilalang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4290589225183291586</id><published>2011-12-31T02:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T02:08:17.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='picisan'/><title type='text'>Decision</title><content type='html'>Braakkk...&lt;br /&gt;Sekali lagi ia menabrakku. Nyengir, kemudian berlalu. Begitu setiap hari. Aku kadang kesal dan ingin meneriakinya, “Eh, mata lu taruh dimana?” atau “Liat-liat dong kalo parkir!!”. Tapi, apa daya lah aku. Takkan bergeming ia diteriaki dan dicaci. Mungkin cengiran ala foto cover Heidi-nya Johanna Spyri yang bakal menghantuiku setelahnya.&lt;br /&gt;Dia sebenarnya gadis periang. Aku sangat suka mengamatinya dari jauh. Sering Ia menghibur rekan-rekan kerjanya dengan guyonan-guyonan. Meski tidak jarang pula aku lihat wajahnya yang bertopeng egois. Hmm... mungkin tepatnya, Ia berwatak keras. Entah apa yang Ia cari, dalam satu minggu ada dua atau tiga hari dilemburkannya. Padahal hidup bisa dibilang cukup. Hanya menyibukkan diri kurasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teman diskusi yang cukup menyenangkan. Bagiku. Bahkan ketika obrolannya kutanggapi hanya dengan diam, dia tetap asyik berceloteh. Seolah banyak hal dikepalanya yang tak cukup diutarakan selama janji hidup yang ia miliki. Ah, kenapa engkau begitu manisnya. Batinku. Aku yang hanya bagian kecil dari perusahaan ini memilih untuk tidak mengakrabinya. Tak pantas rasaku.&lt;br /&gt;Yah, sekali lagi. Hanya watak kerasnya yang menelurkan keegoisan, yang pada akhirnya menimbulkan efek kecuekan pada gadis itu. Termasuk ketika hampir setiap hari ban depan motor bebeknya mengenaiku. Seperti pagi ini, tepat pukul 9.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Sabar dulu ya, kita coba upayakan jalan yang terbaik.” Ini suara Pak Cah yang saat itu sedang berdiri di depan pintu berhadapan dengannya. Ia mendesah. Terbaca olehku matanya teramat lelah. Oh gadis, ada apa gerangan?&lt;br /&gt;“Keputusan ini sudah saya delay sejak satu bulan yang lalu Pak, sudah dipuncak kesabaran saya ini.” Mimik mukanya semakin mengeruh. Ada gurat gelisah yang tak terjemahkan indra penglihatanku. Pak Cah menyender ke dinding dekat jendela.&lt;br /&gt;“Kamu tahu kan aku juga tidak diam. Ada proses yang sedang ku lobi. Jadi, kumohon kamu sabar dulu,” Pak Cah menatapnya lekat. Kegelisahan di wajahnya berubah kecanggungan sekarang. Mungkin Ia merasa tak enak diperlakukan demikian oleh Pak Cah, manajer keuangan didivisinya. Cukup lama Ia menunduk. Ia mainkan gagang pintu didekatnya. Gadis sedang berfikir rupanya.&lt;br /&gt;Di tarikan nafas keduakalinya, yang dihembuskan lebih kuat, Ia akhirnya mengulas senyum ke Pak Cah, “Baik Pak, saya coba bertahan dulu.”&lt;br /&gt;Pak Cah pun tersenyum lega. Ditepuk pundak gadis. “Terima kasih, ya” ucap Pak Cah sembari berlalu. Kurasa Pak Cah akan kembali ke ruangannya di lantai 2. Mataku masih kepadanya. Ah! Ada yang berair di wajahnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Gila!!!” suaranya meninggi dari dalam ruangan itu. Beberapa detik yang lalu Ia baru tiba dari lantai 2. Sepertinya Ia kembali bertemu para direksi tadi.&lt;br /&gt;“Sabar noonn...” ini pasti suara Meli, asistennya.&lt;br /&gt;“Sabar sih sabar, tapi yang namanya curang mah tetep aja dosa!” semburnya masih nyaring.&lt;br /&gt;“Emang lu bisa apa coba?” kali ini Pipit.&lt;br /&gt;“...” Oh, Ia kini dititik balik emosinya. Diam.&lt;br /&gt;Kekerasan hatinya sering dipandang teman-temannya sebagai watak idealis. Sebuah pandangan yang identik dengan jalan buntu. Meneruskan jati diri keakuan dengan resiko terasing, atau melebur dalam sistem dan tak akan mengenal dirinya sendiri selamanya. Serba sulit. Sedang aku kenal Ia sebagai sosok yang taat dengan pemahaman diri sendiri. Yang aku dengar, saat ini Ia sedang berbeda pendapat dengan salah seorang direksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, yang kini menjabat sebagai manajer PR mendapat tugas penting dalam mengatasi krisis : menjaga reputasi perusahaan. Ia harus membalik isu dengan segala cara. Begitu kudengar ide salah seorang direksi yang cukup berpengaruh. Entah ada apa, segala ide yang Ia sampaikan tak digubris sama sekali. Yang harus Ia lakukan saat ini hanya satu : berbohong!. Hah!! Mana bisa. Berbohong adalah dosa tak terampuni baginya. Kepada satu orang saja sulit melakukan, apalagi berbohong kepada masyarakat? Ia tak akan pernah bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya, ia mengendus kecurangan. Sebuah permainan yang begitu sering diperankan di dunia panggung sandiwara. Demi sebuah ambisi fatamorgana berirama harta dan kuasa. Aku tahu pasti Ia sangat kecewa. Perusahaan yang Ia geluti lima tahun terakhir ini. Yang Ia besarkan melalui pencitraan-pencitraan positif. Kini harus ditunggangi oleh kepentingan kapital dari penggila dunia. Mereka yang kenyang membuncitkan perut dengan kebohongan-kebohongan publik.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Brengsek! Aku tak tahan lagi!” emosinya masih membara.&lt;br /&gt;“Dipikir-pikir dulu... Karirmu sudah sangat bagus di sini” suara Meli mencoba menenangkan.&lt;br /&gt;“Persetan dengan karir!!” kudengar nafasnya memburu. Sesekali aku juga mendengar suara-suara gemeresak. Kukira, keputusannya sudah bulat.&lt;br /&gt;“Lah, elu mo kerja dimana?” Pipit si anak jakarte masih berujar dengan santai.&lt;br /&gt;“Ah, hidup ku bukan buat perut saja Pit, banyak jalan jika kita percaya.” Kini Ia melunak, namun tetap keras.&lt;br /&gt;Pintu ruangan 4x6 itu terbuka. Ia sudah menyandang ransel dan sebuah kotak. Di belakangnya, Meli dan Pipit mengikuti. Tak ada lagi yang bisa menghalanginya. Baru beberapa langkah Ia berbalik.&lt;br /&gt;“ Tolong sampaikan maaf ku ke Pak Cah, mungkin nanti malam aku akan menghubungi beliau.” Meli dan Pipit mengangguk. Bersamaan. Ia kembali berbalik dan dengan langkah besar-besar menuju ke arahku. Apakah Ia juga akan pamit kepadaku? Ah, tak mungkin. Siapa lah aku. Ia mencapai motor bebeknya yang terparkir didekatku. Kembali Ia menghembuskan nafas. Teramat berat rupanya beban itu. Dalam jarak dekat seperti ini, begitu nampak kelopak matanya yang menghitam. Tubuhnya yang semakin ringkih. Bahkan balutan kerudung berlapis yang Ia kenakan hari ini tak mampu menutupi rahangnya yang begitu tirus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat tahu, Ia begitu mencintai pekerjaannya. Begitu banyak pengalaman yang Ia geluti. Begitu banyak proses belajar yang Ia lalui. Semua itu harta baginya. Namun, ternyata Ia harus membayar mahal untuk sebuah prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan motorbebeknya meninggalkan pelatar kantor. Wajah gadis yang telah menemaniku lima tahun terakhir itu kini pergi. Bahkan Ia tadi hanya menatap lurus padaku. Tanpa warna. Tak ada sapa. Tak ada maaf atas tabrakan tempo hari. Dan aku? Lagi-lagi hanya diam. Yang kulakukan hanyalah memandangi punggungnya yang kian mengecil dan kemudian menghilang di pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, cukuplah hanya aku yang tahu. Bahwa masih ada yang begitu setia memperhatikannya selama ini. Menjadi saksi kegigihannya melawan tirani. Ialah aku yang telah setia menjadi tong sampah di depan ruanganmu, Gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.12.2011 : midnight&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4290589225183291586?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4290589225183291586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/12/decision.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4290589225183291586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4290589225183291586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/12/decision.html' title='Decision'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7767415974215858157</id><published>2011-10-17T01:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T01:11:25.652-07:00</updated><title type='text'>Diriku, dirinya, mereka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-0J8eo_X46Ew/TpvjJrl1C1I/AAAAAAAAALw/BI3tQt-9b3Y/s1600/eno%2Bfind.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0J8eo_X46Ew/TpvjJrl1C1I/AAAAAAAAALw/BI3tQt-9b3Y/s200/eno%2Bfind.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664370711808248658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang sama?&lt;br /&gt;Semua nyata dicipta berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang beda?&lt;br /&gt;Semua nyata bermula sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang mudah?&lt;br /&gt;Semua berfikir di kerumitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang sulit?&lt;br /&gt;Semua pasti berakhir pada satu pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang dirindu?&lt;br /&gt;Semua lelap dalam mimpi-mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang dibenci?&lt;br /&gt;Semua mudah mengucap cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang dijawab?&lt;br /&gt;Semua terhanyut dalam raut lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku, dirinya, mereka&lt;br /&gt;Apa yang ditanya?&lt;br /&gt;Semua habis diperaduan terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*menuang pikir dari segala arah yang tak tertumpah&lt;br /&gt;Morning site. 17/10/2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7767415974215858157?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7767415974215858157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/10/diriku-dirinya-mereka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7767415974215858157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7767415974215858157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/10/diriku-dirinya-mereka.html' title='Diriku, dirinya, mereka'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0J8eo_X46Ew/TpvjJrl1C1I/AAAAAAAAALw/BI3tQt-9b3Y/s72-c/eno%2Bfind.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-516913446029884702</id><published>2011-08-17T22:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T22:34:16.409-07:00</updated><title type='text'>Ketulusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Kma3xLvk7ls/TkykSx7A_bI/AAAAAAAAALY/CybbmhrLykk/s1600/mawar%2Blov.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Kma3xLvk7ls/TkykSx7A_bI/AAAAAAAAALY/CybbmhrLykk/s200/mawar%2Blov.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642065075733855666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta bintang di langit. Kiranya seperti itulah eksistensi sebuah ketulusan di zaman sekarang ini. Akankah kita melihat bintang itu bertabur megah diangkasa nan hitam itu? Aku bisa pastikan hanya satu dua yang bisa kita hitung. Padahal mereka begitu megah dengan jutaan koloninya. Kemilau mereka tertutupi oleh gemerlap lampu kota yang angkuh menebar fatamorgananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulus. Lima kata, yang entah urutan ke berapa diciptakan dalam kosakata Indonesia, sepertinya dimaknai secara berbeda oleh laki-laki dan wanita. Wajar memang. Tapi menjadi tidak wajar, bagiku, jika maknanya terlalu disederhanakan dalam sebuah ikatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hubungan, yang sering terlihat, ketulusan hanya menjadi tali bagi wanita. Ia begitu kuat mengikat dihatinya, hingga terjerat mati. Hanya untuk menjaga agar ketulusan itu tak terganggu dan tergoda untuk pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak hati wanita terkoyak, tersakiti, hancur... hanya karena sebuah ketulusan yang tak berbalas. Irama yang wanita hadirkan untuk sang kekasih dijawab dengan nada sangat sederhana. Tak sebanding dengan kompleksnya rasa yang menggelepar merajai simpul-simpul ketulusan itu. Akhirnya, sang wanita harus menelan kepahitan. Terseok membangun kembali puing-puing ketegaran. Hanya sebuah sandaran yang sanggup menopangnya, NURANI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurani akan  berkata; Tuhan memberimu jalan untuk kau lalui, Ia tau kamu mampu, bangkitlah jiwa karena jalan di depan jauh lebih indah menantimu, kamu bisa...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-516913446029884702?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/516913446029884702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/08/ketulusan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/516913446029884702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/516913446029884702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/08/ketulusan.html' title='Ketulusan'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Kma3xLvk7ls/TkykSx7A_bI/AAAAAAAAALY/CybbmhrLykk/s72-c/mawar%2Blov.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2355959732989197073</id><published>2011-07-31T08:56:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T09:03:48.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='picisan'/><title type='text'>Sebuah Jalan</title><content type='html'>Lagi. Sekali lagi ia melakukannya. Menghancurkan tiap keping batu bata yang kususun dengan payah. Dengan gundah. Rata. Kembali berserakan. Entah. Kali ini aku sudah teramat lelah. Sepertinya inilah batas kesabaranku. Bismillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaaan... telpoooonn” &lt;br /&gt;Suara Caca yang menggelegar mengejutkanku. Bergegas ku berlari ke ruang tamu. Kerling mataku membuat Caca mengeja satu kata tanpa suara : MAS. Deg! Ada segores sakit didadaku. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum”&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam” &lt;br /&gt;Suara ini begitu dekat. Suara yang kembali membangunkan rasa yang telah lama hibernasi, rindu. &lt;br /&gt;“Apa kabar Yan?” &lt;br /&gt;Setelah sekian lama...&lt;br /&gt;“Yan? Hallo...”&lt;br /&gt;Bismillah. Kukuatkan diri. Aku pasti bisa.&lt;br /&gt;“Maaf, tadi ada yang ngajak ngomong. Apa tadi? Oh, alhamdulillah baik. Mas sendiri gimana?”&lt;br /&gt;“Aku perlu kamu Yan. Bisa ketemu kan?”&lt;br /&gt;Dan begitulah. Untuk kesekian kali aku bertekuk lutut pada sebuah naluri bernama iba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yan, mestinya kamu tak usah peduli lagi sama dia” Laila, sahabatku, menghampiri. Kami duduk bersisian di tepi ranjang. &lt;br /&gt;“Dia cuma minta pendapatku kok”&lt;br /&gt;“Iya, tapi apa kamu kuat? Tau lah gimana dia mempermainkan perasaanmu dulu. Ntar sakit baru nyesel”&lt;br /&gt;“Aku nggak akan nyesel, La...” ada getir di bibirku.&lt;br /&gt;“Ah! Ntar loe nangis-nangis deh berhari-hari”&lt;br /&gt;“Mungkin itu jalan hidup yang mesti kulalui” &lt;br /&gt;Aku bahkan tak mengerti dari mana kata-kata itu bisa keluar dari mulutku. Yang kutahu, aku hanya ingin mengungkapkan sejujurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya aku rujuk kembali dengan istriku, Yan” matanya bercahaya. Oh indahnya.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah... udah nggak kelam lagi dung” kupaksakan sudut bibirku menyungging.&lt;br /&gt;“Iya lah, Yan. Terobati dengan kekasih tercinta disampingku”&lt;br /&gt;Keterpaksaan itu masih bertahan.&lt;br /&gt;“Oya, makasih banyak Yan. Kamu selalu ada jika aku butuh. Kutraktir ya”&lt;br /&gt;“Ah, sudahlah Mas. Itulah gunanya Yani. Hee... udah ya, aku harus balik ke panti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubenahi tasku dan bersegera meninggalkannya. Kulambaikan tanganku pelan. Disambutnya dengan senyum tipis. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau begitu berarti&lt;/span&gt;. Hanya dihati kuucap tiga kata itu. Selanjutnya kaki kuseret dengan cepat. Melangkah menaiki taksi dan meluncur menuju kos-kosan. Panti hanya alasan. Aku butuh bantal biru kecilku, selimut tebalku. Hanya mereka yang setia mendengarku berteriak dan menangis setiap saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah itu kecil dengan halaman yang luas. Pagar hidup yang mengelilinginya membuatku sejuk memandang. Perlahan kumasuki halaman berumput itu. Rapi. Sepertinya penjaga rumah ini rutin membenahinya. Ah, tak kusesali tabunganku ludes untuk rumah ini. Sebuah rumah mungil di sudut desa, tempatku akan menghabiskan masa. Aku akan menuliskan semua asa dari sudut ini. Asa yang telah terukir manis karena dia. Ya Rabbi, beginilah caraku untuk setia. Semoga Engkau berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karena wanita memberikan kesetiaan&lt;br /&gt;14/12/2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2355959732989197073?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2355959732989197073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/sebuah-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2355959732989197073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2355959732989197073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/sebuah-jalan.html' title='Sebuah Jalan'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5742839798922486333</id><published>2011-07-31T08:46:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T08:52:58.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='picisan'/><title type='text'>The Last Strawberry</title><content type='html'>17 Agustus 2010 jam 2pm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“walaupun Ia hanya singgah sejenak dalam hidupku, sungguh ia telah menjelma menjadi setengah diriku”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu terus menggantung pikirku. Pagi tadi, kembali aku menemukan sesuatu di dinding facebook Ris. Ah, ada yang ganjal. Pikirku. Semenjak satu pekan ini, aku perhatikan status-status ‘tak biasa’ di situs jejaring sahabat sekaligus salah satu manajer dikantorku itu sedang menceritakan sesuatu. Ketika aku mulai menyadarinya, yakni sejak 2 hari yang lalu, aku mencatatnya di buku sakuku. Aku merasa satu sama lain saling berhubungan. Ada sesuatu yang sedang disembunyikan Ris. Masalah yang cukup serius, atau mungkin sangat serius. Ris yang aku kenal adalah seorang yang periang dan terbuka. Ia sering membuatku tertawa, hingga melupakan segala galau hati yang kurasakan begitu menghimpit. Jika ada tingkah aneh yang diluar kebiasaan, maka itu artinya ia sedang menghadapi persoalan hidup yang berat. Aku hanya perlu menunggu maksimal 3 hari untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Seperti biasanya, ia akan mengganggu malamku dan betah sampai pagi untuk membicarakannya, dirumahku. Mungkin malam ini... atau lusa. Aku tunggu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku membuka catatan status-status Ris,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Agustus 2010 jam 8am&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ia kembali datang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Agustus 2010 jam 10am&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa... mengapa... mengapa... *tanya yang tak akan sama jawabnya*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Agustus 2010 jam 5pm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Miss but hate!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Agustus 2010 jam 7pm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;OMG! Why did You let him found me!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Agustus 2010 jam 9am&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I can’t…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Agustus 2010 jam 1pm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terlalu menyakitkan! Maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti merasakan sebuah kesedihan yang teramat dalam. Ada apa Ris? Apa yang membuatmu begitu terluka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pagi Ci.. Dah sarapan blom? Ke kafe atas yuk..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat dari Ris. Hmm.. sepertinya ini saatnya. Oke lah, siap-siap jadi tempat sampah nih. Segera kubalas pesan itu. Bip. Terkirim.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ayuk atuh. Ketemuan di sono aja ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak banyak orang di kafe. Maklum lah kan masih pagi. Cuma beberapa orang yang ketinggalan breakfast dirumahnya dan kebanyakan para manajer. Dan akhirnya, disinilah para ‘orang pintar’ itu berkumpul. Ris? Hmm... sudah kuduga, Ia sudah duduk menyender di pojok kanan kafe menghadapkan wajahnya ke kaca transparan yang melukiskan kehidupan bengis perkotaan. Ah, ada galau diwajahnya. Ada apa Ris? Semoga tampunganku sanggup menepis mendung itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Traktiran kan?” kutepuk pundak Ris lembut. Ah, semakin ringkih saja.&lt;br /&gt;“Eh, ngagetin wae jeng... monggo pesan aja” suaranya dipaksakan ringan.&lt;br /&gt;“Mmm... apa ya?” kubolak-balik buku menu tanpa kubaca, &lt;br /&gt;“Aku pengen hidangan terlezat deh” segera kututup buku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ris menatapku penuh tanya, atau lebih tepatnya pura-pura tidak mengerti. Aku hanya mengukir senyum lebar dan memandangnya penuh makna. Ayolah Ris, cerita aja, aku siap dengerin kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loe udah sarapan Ci? Wah, sayang nih padahal gratisan.” Ris berucap seraya mencomot roti bakar didepannya. Stroberi. Rasa kesukaan Ris. Merah penuh dengan keberanian, tapi saat terasa dimulut melembutkan. Begitu filosofi atas kegemarannya tersebut. Terkadang aku sulit menemukan karakter asli anak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ugah, klo gitu kika kekoyokin aga yah!” suara Ris terdengar berat karena sumpalan roti dimulutnya. Hh...kebiasaan nih anak, suka ngomong klo lagi makan. Aku tersenyum geli. Kurebut roti ditangannya. Segera kulahap tanpa sempat ada protes dari pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyam..hmm...engak yo” sumpalan roti membuat kata-kataku terkubur kalimat yang tidak tepat. Tapi masih bisa dimengerti. &lt;br /&gt;“Hahahahaha...” Ris tergelak demi melihat mulutku penuh sesak dan alhasil berbenjol-benjol di pipi. Ah! Tidak sama. Gelak yang berbeda sekali. Ris, tak usah kau paksakan jika memang tak bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segelas air mineral akhirnya roti itu lolos melewati kerongkonganku. Hh.. Alhamdulillah. Suara Ris tak lagi terdengar, kutatap wajahnya. Mata kami bertemu. Aha! Riak itu mulai terlihat. Butiran bening mengalir menjamah pipinya. Ia tertunduk. Terisak. Tapi tak lama. Secepat angin Ris meninggalkanku bersama beribu tanya. Kubiarkan saja. Paling dia ke toilet. Meledakkan diri di sana. Aku hanya perlu melakukan dua hal. Membawakan ponsel Ris yang tergeletak di meja dan pergi ke kasir. Membayar sarapan Ris.   &lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 menit. &lt;br /&gt;Terlalu lama Ris kau di sana. Sedang apa sih? Kulangkahkan kaki menuju toilet dekat kantin. Rasanya Ia tadi lari ke sini. Gagang pintu itu kudorong pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ris...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi. Kosong. Kemana anak itu? atau mungkin sudah kembali keruangannya?&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menggeleng pelan. Merasakan de javu. Bulan lalu, Ris pernah mengurung diri di toilet kamarnya. Padahal aku baru saja tiba, membawa sekantong plastik besar sayur mayur dan ikan gabus. Kami berencana masak bareng. Begitu masuk rumahnya, kudengar dia sedang berbicara dengan seseorang di ponsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa baru sekarang?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja yang sempat ku dengar sembari melangkah ke dapur. Sesaat setelah itu pintu toilet terkunci dari dalam. Ris baru keluar 20 menit kemudian. Mata merah. Wajah basah. Senyum palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enakan mandangin cobek Ris ketimbang wajahmu” sahutku asal menyambutnya di dapur. Maka, perang sayuran pun terjadi. Begitu saja. Mendung itu pun berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku melangkah ke luar toilet kudengar namaku dipanggil. &lt;br /&gt;“Mba Aci...Mba Aci...!!!” ah suara Mita, resepsionis depan. &lt;br /&gt;“Opo to Mit? Mbok nggak usah tergopoh-gopoh gitu, kayak orang kemalingan aja” candaku melihat Mita ngos-ngosan. &lt;br /&gt;“Uaduh Mba Aci...hh..gawat Mba...hhh... gawaaat...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kupedulikan lagi omongan Mita, kuajak kakiku berlari kencang meninggalkannya. “Mba Ris kecelakaan di pertigaan depan Mba.” &lt;br /&gt;Kalimat singkat itu mendorong adrenalinku untuk berpacu dengan waktu menembus angin. Bahkan aku lupa, kakiku masih bengkak akibat jatuh di tangga rumah kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku masih satu-satu saat mataku menemukan tubuh ringkih itu tergeletak di tengah jalan. Ia tak bergerak. Merah. Ada merah darah dari kepalanya. Mengalir pelan di sela rambut panjangnya yang tergerai. Ris. Tak bisa kusebut nama itu karena tiba-tiba gelap menyergapku. Sebentar ku dengar raungan sirine ambulan mendekat. Setelah itu pekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia tak pernah bisa menghapus namamu. Tapi Ia tak punya apa-apa lagi untukmu.” Kupandangi manusia didepanku. Ia lunglai. Tetes-tetes penyesalan mengukir dari balik kabut matanya yang elang. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inikah dia? &lt;br /&gt;Lelaki elangmu Ris? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang tak pernah bisa kau lupakan. Inikah dia yang mengisi hari-harimu terakhir dengan masa lalu? Maaf Ris, aku menemuinya. Meski kau tak cerita. Diari kecil di sudut meja kamarmu yang kutemukan dua hari setelah pemakamanmu telah menceritakan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4 Des 2010 &lt;br /&gt;@ restroom&lt;br /&gt;Sering seseorang begitu sangat berarti keberadaannya setelah ia tak ada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5742839798922486333?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5742839798922486333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/last-strawberry.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5742839798922486333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5742839798922486333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/last-strawberry.html' title='The Last Strawberry'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1047955742803806889</id><published>2011-07-30T02:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T02:40:38.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Kutemukan...</title><content type='html'>Tulisan ini hanya sebongkah hasrat pencarian yang belum tuntas kulalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaanku akhir-akhir ini setelah shalat subuh berbaring di kasur sambil membaca buku dan menyetel radio. Entahlah, rasanya kalo cuma membaca buku saja dengan keheningan pagi, membuat mata terkantuk lagi. Maka channel radio mana saja yang mengeluarkan suara enak akan ku pilih. Dan, subhanallah, hanya Allah Yang Maha Tahu, saat itu yang kupilih adalah channel renungan pagi-nya Bang Gondes RRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku cuma pengen fokus baca buku. Namun, suara Bang Gondes rupanya membuatku mengalihkan perhatian padanya. Sejenak aku berusaha menangkap arah pembicaraan Bang Gondes dengan sang presenter. Hmm... pembicaraan itu begitu menarik nalar-ku. Sebuah filosofi tentang bagaimana kekecewaan harus dihadapi. Oh... I need this. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah aku dengar, meski sebentar, setidaknya mengembalikan logika berfikir-ku dalam melalui jalan hidup ini. Kecewa, siapa yang tidak pernah mengalaminya? Hoho,,,kutertawakan diriku sendiri mengingat betapa nelangsanya diriku menghadapi kekecewaan di lingkunganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bang Gondes, tidak usah fokus pada orang lain. Ketika lingkungan ternyata tidak seperti apa yang kita harapkan, maka fokus lah pada diri sendiri. Apa yang telah kita lakukan. Apakah kita juga telah berbuat mengecewakan bagi orang lain? Kalau ternyata kita merasa bahwa yang menyadari semua kesalahan itu adalah diri kita sendiri, maka apa salah nya kita menjadi penyejuk dari semua keruwetan yang terjadi? Pasti itu menjadi luar biasa, terkhusus bagi diri kita sendiri. Yakin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Mengingat apa yang telah terjadi, membuatku malu sendiri. Betapa sering diri hanya mengumpat dan memaki kesalahan-kesalahan orang lain, sementara diri ini hanya bisa diam. Bahkan tak jarang menambah kekacauan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri jalan di depan aku harus fokus pada diri sendiri. Apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat orang lain tersenyum. Untuk membuat lingkungan nyaman, berkat diri ini. Ya, bagaimana itu bisa terwujud kuserahkan pada Allah, Sang Penguasa Jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah. Aku harus bisa menjadi penyejuk. InsyaAllah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1047955742803806889?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1047955742803806889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/kutemukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1047955742803806889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1047955742803806889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/07/kutemukan.html' title='Kutemukan...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5304219459010600367</id><published>2011-02-17T00:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-17T00:41:12.791-08:00</updated><title type='text'>titik titik</title><content type='html'>kuletakkan satu bunga untuk dia yang ku tak tahu namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bismillah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5304219459010600367?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5304219459010600367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/02/titik-titik.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5304219459010600367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5304219459010600367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/02/titik-titik.html' title='titik titik'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1360204029319596518</id><published>2011-02-07T02:25:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T23:36:53.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Tanya Ku (lagi)</title><content type='html'>Kawan, &lt;br /&gt;Benarkah langit itu kokoh?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku meminjam kakinya&lt;br /&gt;Agar tak goyah lagi bepijak&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt; &lt;br /&gt;Benarkah angin begitu sejuk?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku meminjam sepoinya&lt;br /&gt;Agar bisa kurasa damainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Benarkah pelangi itu penuh warna?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku meminjam merahnya&lt;br /&gt;Agar bangkit beraniku menatap masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah perkutut begitu indah suaranya?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku meminjam merdunya&lt;br /&gt;Agar tak pahit lidah bersuara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Benarkah melati itu semerbak mewangi?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku meminjam harumnya&lt;br /&gt;Agar ku tak merasa kotor diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Benarkah mentari akan hadir kembali esok hari?&lt;br /&gt;Maka izinkan aku menyimpan harap itu&lt;br /&gt;Agar tak pupus jiwa ku yang gamang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taukah kawan,&lt;br /&gt;Langit itu pun kadang menurunkan airmatanya ke bumi&lt;br /&gt;Angin itu bisa menjadi prahara dalam badainya&lt;br /&gt;Pelangi itu hanya menjadi fatamorgana&lt;br /&gt;Perkutut itu terkadang enggan bersuara&lt;br /&gt;Melati itu kadang gugur sebelum mekarnya&lt;br /&gt;Mentari itu bisa tertutup mendung, bahkan di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*** disaat aku menebalkan asa diantara duri di hati...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1360204029319596518?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1360204029319596518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/02/suara-ku-lagi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1360204029319596518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1360204029319596518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/02/suara-ku-lagi.html' title='Tanya Ku (lagi)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1505149605873921156</id><published>2011-01-14T18:38:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T23:40:09.614-08:00</updated><title type='text'>Tafakkur Terhadap Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;QS. Ali Imran : 191 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia’.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi tafakkur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tafakkur diambil dari materi huruf fa, kaf, dan ro. Menurut Ibnu Faris ra, salah seorang ulama ahli bahasa, menunjukkan pengertian aktivitas kalbu dalam memikirkan sesuatu. Tafakkur artinya mencurahkan perhatian kalbu untuk memahami berbagai hal guna meraih tujuan yang didambakan. Tafakkur menurut istilah, oleh Ibnul Qayim ra., merupakan permulaan munculnya karsa dalam kalbu untuk bersikap menolak dan meninggalkan sesuatu atau menyukai dan merindukannya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost..."&gt;&lt;br /&gt;Ada 8 hal yang bermanfaat untuk ditafakuri :&lt;br /&gt;1. Memikirkan kepentingan/bekal di hari berpulang&lt;br /&gt;2. Memikirkan cara untuk mendapatkan bekal tersebut&lt;br /&gt;3. Memikirkan berbagai cara yang dapat merusaknnya&lt;br /&gt;4. Memikirkan berbagai cara menghindarinya&lt;br /&gt;5. Memikirkan kepentingan hidup di dunia&lt;br /&gt;6. Memikirkan cara-cara untuk menghasilkannya&lt;br /&gt;7. Memikirkan kerusakan-kerusakan yang diakibatkan&lt;br /&gt;8. Memikirkan cara untuk menghindarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tafakkur Terhadap Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain merenungkan segala penciptaan Allah swt, pengertian tafakkur juga mengenai berbagai kelemahan yang ada dalam diri sendiri. Diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah manusia diciptakan dari nuthfah (mani) yang menjijikan dan yang paling dekat ialah diri anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz Dzaariyaat : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan nuthfah yang berulang kali dalam Al Quran, bukanlah untuk didengarkan kalimatnya, lalu dibiarkan tanpa direnungkan maknanya. Lihat QS.Abasa (17-20), QS.Al Qiyaamah (37-38), QS.Al Mursalaat (20-22), QS.Yaasiin (77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan nuthfah, bentuknya tiada lain berupa cairan kental yang menjijikkan. Sekiranya dibiarkan sesaat, tentulah akan tercemar dan rusak (membusuk). Bagaimanakah Tuhan mengeluarkannya dari sulbi laki-laki dan tulang rusuk perempuan? Bagaimana Dia menciptakan bayi dari nuthfah, lalu mensuplainya dengan darah sebagai konsumsinya hingga tumbuh dan berkembang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya mentafakuri semua urat, otot, dan jaringan saraf yang ada di dalam tubuh manusia, jumlah bilangannya, bagian-bagian yang menjadi tempat tumbuhnya, serta jaringan-jaringannya. Perhatikanlah bentuk lahiriah dan bathiniah manusia, niscaya anda akan melihat berbagai keajaiban yang tiada taranya, padahal semuanya itu diciptakan oleh Allah hanya dari setetes air yang menjijikkan. &lt;br /&gt;Dengan bertafakkur akan mengantarkan kita pada ridho Allah, melapangkan dada, menenangkan hati, mewariskan rasa takut dan segan kepada Allah, mewariskan ilmu dan hikmah, mempertajam penglihatan, menghidupkan kalbu manusia, dan menghantarkannya untuk mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i ra., telah mengatakan : “Jadikanlah diam sebagai sarana yang membantu kalian untuk berbicara, dan mengambil kesimpulan sebagai sarana yang membantu kalian untuk berfikir.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra., telah mengatakan bahwa mengerjakan shalat sunnah dua raka’at yang sedang-sedang saja dibarengi dengan tafakkur, lebih baik daripada melakukan qiyam sepanjang malam tanpa dihayati. Wallahu’alam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diringkas dari buku : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Silsilah Amalan Hati (Tafakkur, Mahabbah, Taqwa, Wara) bab Tafakkur karya Muhammad bin Shalih A-Munajjid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1505149605873921156?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1505149605873921156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/01/tafakkur-terhadap-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1505149605873921156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1505149605873921156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2011/01/tafakkur-terhadap-diri-sendiri.html' title='Tafakkur Terhadap Diri Sendiri'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-729508341729480500</id><published>2010-12-02T22:28:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T22:32:10.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sehat'/><title type='text'>[sehat-1] Flu, Dicegah Tidak Bisa Dibasmi!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FLU &lt;/span&gt;(commond cold) adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan nyeri tenggorokan hingga sulit menelan, bersin-bersin, adanya sumbatan dihidung (nasal congestion), nyeri kepala, dan beberapa individu mengalami batuk. Suhu badan tidak mengalami peningkatan yang berarti, namun dirasakan sebagai rasa demam. Peningkatan mendekati 38 derajat celcius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu disebabkan oleh virus-virus rhinovirus yang terdapat lebih 100 jenis. Penularan melalui titik-titik udara (air droplets) yang diproduksi saat penderita bersin atau batuk-batuk. Penyakit ini bersifat akan sembuh dengan sendirinya saat virus mati karena masa hidup virus terbatas (self limiting disease). Sesungguhnya diperlukan obat antivirus untuk menghentikan gejala-gejala penyakit ini. Namun, karena belum ditemukan antivirus ini, maka sebaiknya hanya gejala-gejala yang muncul saja yang diobati jika dirasa mengganggu. Jadi, pengobatan disini sifatnya meringankan atau menghilangkan gejalanya saja (simtomatis), tanpa membunuh virus penyebabnya (kausatif). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengobatan Nonfarmakologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumbatan di hidung dapat dikurangi dengan cara menghirup uap hangat yang dihasilkan dari air hangat di wadah bermulut lebar (panic, baskom), ditetesi dengan beberapa tetes minyat asiri (minyak mudah menguap. Bisa berupa minyak mint, minyak kayu putih, minyak adas, atau tea tree oil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disadur dari buku “Jadi Dokter untuk Diri Sendiri” karya Ika Puspitasari&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-729508341729480500?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/729508341729480500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/12/sehat-1-flu-dicegah-tidak-bisa-dibasmi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/729508341729480500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/729508341729480500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/12/sehat-1-flu-dicegah-tidak-bisa-dibasmi.html' title='[sehat-1] Flu, Dicegah Tidak Bisa Dibasmi!'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5484700945638984325</id><published>2010-12-02T20:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T20:29:04.306-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep'/><title type='text'>[resep praktis 1] Gulai Ati Ampela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TPhx_In3caI/AAAAAAAAAJ4/z-ZWsqjKZgY/s1600/ati%2Bampela.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TPhx_In3caI/AAAAAAAAAJ4/z-ZWsqjKZgY/s200/ati%2Bampela.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546308270567158178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi pengen belajar masak :) jadi lagi ngumpulin resep-resep masakan. Lumayan lah, biar belum sempat bikin yang penting dikumpulin dulu. Hehe. Daaaann... secara diriku ini emang rada malas gitu, jadi deh resep-resepnya yang simpel en praktis saja... heheui... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini nih hasil brosing di mbah google en dikenalin ama http://resep.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuuk disimak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia nih primadona para penggemar ati ampela, pasti bakal tergiur dengan resep gulai ati ampela ini. Ati ampela merupakan jerohan, yang tidak semua orang suka, bisa menambah darah dan cocok buat yang kekurangan darah akibat kekurangan zat besi atau lagi dapet /datang bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cocok untuk hidangan makan malam dan lebih baik disajikan selagi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahan-bahan Gulai Ati Ampela:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ati ampela 6 pasang&lt;br /&gt;Air 500 ml&lt;br /&gt;Daun jeruk purut 3 lbr&lt;br /&gt;Serai 1 batang, memarkan&lt;br /&gt;Santan 750 ml&lt;br /&gt;Asam jawa 1 sdt&lt;br /&gt;Minyak goreng 3 sdm&lt;br /&gt;Garam 2 sdt&lt;br /&gt;Gula pasir 1 sdt&lt;br /&gt;Cabai rawit hijau 12 bh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bumbu halus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cabai merah 6 bh&lt;br /&gt;Ketumbar 1 sdt&lt;br /&gt;Jintan 1/4 sdt&lt;br /&gt;Merica butir 1 sdt&lt;br /&gt;Kemiri 3 butir, sangrai&lt;br /&gt;Lengkuas 1 cm&lt;br /&gt;Kunyit 2 cm&lt;br /&gt;Bawang merah 6 butir&lt;br /&gt;Bawang putih 3 siung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Membuat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*. Cuci bersih ati ampela, potong tiap pasang menjadi 2 bagian. Rebus selama 20 menit. Tiriskan.&lt;br /&gt;*. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk hingga harum dan matang.&lt;br /&gt;*. Tuang santan, garam, asam, dan gula pasir. Aduk rata. Didihkan.&lt;br /&gt;*. Masukkan ati ampela dan cabai rawit hijau. Masak hingga matang. Angkat dan sajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Resep gulai ati ampela ini bisa disajikan untuk 3 porsi. Selamat menikmati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5484700945638984325?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5484700945638984325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/12/resep-praktis-1-gulai-ati-ampela.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5484700945638984325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5484700945638984325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/12/resep-praktis-1-gulai-ati-ampela.html' title='[resep praktis 1] Gulai Ati Ampela'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TPhx_In3caI/AAAAAAAAAJ4/z-ZWsqjKZgY/s72-c/ati%2Bampela.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8859124109790571064</id><published>2010-11-24T00:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T00:53:31.523-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Bukan Apa-apa</title><content type='html'>Untuk kalian yang sedang ragu dengan kesetiaan, izinkan aku merangkaikan kata-kata untuk kau baca, untuk kau hikmati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pohon menghijau di tepi muara. Daun-daun begitu rindang bermain dan bercengkerama. Burung-burung, angin, hujan, cahaya menjadi kawan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama burung-burung yang bertengger di ranting nan berayun, berkicaulah cerita surga. Katanya, begitu nyaman terbang ke angkasa. Menjelajah ke berbagai negara. Mencicipi aneka masakan dunia. Bertemu dengan beragam suku dan ras. Daun terpana. Namun ia diam. Bukan karena iri. Hanya, ia tau diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama sang angin. Berhembus keinginan membebaskan diri. Terbuai rasa melayang yang datang tiba-tiba. Menyusup hingga ke helai tulangnya yang tipis. Ayolah bersamaku kita menari di angkasa. Begitu bisiknya. Sekali lagi, daun diam saja. Meski ada asa menyeruak menghampiri kaki-kaki agar melepas saja. Hanya satu alasan baginya, helaiku masih begitu berharga meski hanya seteguk oksigen yang mampu kuberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derai hujan kian menawarkan kepasrahan. Titik-titik air menghujaninya dengan begitu keras. Rasa sakit mendera sekujur tubuhnya. Lagi, ia bertahan. Hanya untuk satu alasan : aku ingin menghadirkan titik embun di ujung-ujung jemari bagi mereka yang menantikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun itu menguning. Namun ia masih bertengger di sela ranting kecil. Panasnya cahaya yang menyapanya siang itu, tak melelahkan pegangannya pada epidermis sang kayu. Ia masih mampu bertahan. Begitu tekad yang kian membulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika. Saat burung tak kicau. Angin tak sepoi. Hujan tak sapa. Cahaya menyenja. Daun meluruh sendirinya. Tiba waktuku. Ucapnya. Pelan. Meraba muara dengan lembut. Ini janjiku, untuk hadir di bumi dalam wujud baru. Tak perlu lama menyusun partikelku. Karena sebentar saja bagiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun itu kering. Tersentuh debur ombak pantai. Seiring senja yang menghitam, iapun melapuk dan menghilang. Memberi warna baru di dalam bumi. Ia setia pada fungsinya. Manfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Merindui ibu. Sangat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8859124109790571064?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8859124109790571064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/bukan-apa-apa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8859124109790571064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8859124109790571064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/bukan-apa-apa.html' title='Bukan Apa-apa'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-3356427212843557474</id><published>2010-11-22T01:31:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T01:47:20.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Membiru</title><content type='html'>hanya saja pucuk masih menguncup&lt;br /&gt;hanya saja tak bulat purnama&lt;br /&gt;hanya saja tak sampai melabuh&lt;br /&gt;hanya saja batas temaram&lt;br /&gt;hanya saja sahara memanas&lt;br /&gt;hanya saja samudera tiada dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya saja tak bisa terucap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatiku membiru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-3356427212843557474?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/3356427212843557474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/membiru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3356427212843557474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3356427212843557474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/membiru.html' title='Membiru'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-257780619207593394</id><published>2010-11-08T20:04:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T20:12:08.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Lelaki Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TNjJ2eSD_OI/AAAAAAAAAJM/iwkkaLrRsY0/s1600/laki2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TNjJ2eSD_OI/AAAAAAAAAJM/iwkkaLrRsY0/s200/laki2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537397679530966242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia sebatangkara. Bukan tak punya siapa-siapa. Hanya sekian jarak memisahkannya dengan dua buah hatinya. “Kubiarkan anak-anakku tumbuh seperti yang mereka mau, aku percaya mereka” begitu Ia meyakini. Sedang sang pendamping hidup telah mendahului pergi ke Sang Pencipta. Pendamping yang begitu setia, dalam keterbatasan jua kebersahajaan. Begitu riak penyesalan dimatanya, mengingat tak banyak yang ia beri untuk sang belahan jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sendirian menunggu waktu. Entah kapan, kencana kan menjemputnya. Yang ia lakukan hanya membuat sebuah karya, yang pesona. Meski tak sedikit yang menghujaninya dengan tanya. “Apa yang kau cari?”, “Tak bosan kau sendiri?”, “Kenapa tak bersama anakmu?”, “Suruh saja putri pulang!”... begitulah kira-kira tanya dan seruan itu. Namun, Ia tak bergeming. Asyik Ia menekuni rutinitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang dingin, belum lagi ayam jantan ramai bersahutan, ia sudah melenggang ke sebuah mesjid Muhammadiyah di tengah kota. Selang beberapa waktu adzan pun terdengar. Mengalun syahdu menyapa ruang-ruang dengar warga kota yang sebagian besar masih terbuai mimpi. Aku pun sering mendengarnya. Pilu. Begitu putaran karya 5 waktu ia ulangi. Setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela itu, kira-kira pukul 6 pagi, Ia sudah pergi ke sebuah kantor, tempat kerjanya. Tak banyak bicara, Ia remas semua sampah. Ia singkirkan semua debu. Ia menyapu. Sampai sekitar pukul setengah 8, selesai tugasnya. Ia pulang. Berulang kembali rutinitas itu sore harinya. Meski terkadang rasa penat menyerang, namun upaya maksimal ia berikan. Tanggung jawabnya begitu besar kulihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang akan dibawa ke kubur kecuali iman dan takwa. Begitu ia pernah berkata. Maka, mengalirlah ibadah-ibadah itu menjelma indah di usia senjanya. Shalat malam senantiasa tegak di sepertiga malam. Tadarus Al Qur’an mengisi waktu-waktu luangnya. Dhuha menjadi kesehariannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu Ia sakit. Memang karena usia. Namun, aku tak pernah melihat keputusasaan hidup di keriput wajahnya. Ia semakin mempesona. Ia semakin bersahaja. Ia begitu wibawa. Dimataku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ingin aku disisinya. Memberi waktu terbaikku. Memberi karya terbaikku, seperti yang Ia ajarkan padaku. Semoga Sang Pemegang Waktu memberiku kesempatan. Sebentar saja. Beri aku waktu sebentar saja. Aku akan mengabdi padanya. Lelaki senja-ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selasa, 9 Nopember 2010&lt;br /&gt;Ruang kerinduan untuk Ayah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-257780619207593394?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/257780619207593394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/lelaki-senja.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/257780619207593394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/257780619207593394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/lelaki-senja.html' title='Lelaki Senja'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TNjJ2eSD_OI/AAAAAAAAAJM/iwkkaLrRsY0/s72-c/laki2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2892107059049401414</id><published>2010-11-08T19:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T20:12:56.235-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Melodi untuk Rindu</title><content type='html'>Denting nafas piano mengalun pelan&lt;br /&gt;Membawa rintih not kenangan&lt;br /&gt;Ujung pikir mengiring nada-nada kerinduan&lt;br /&gt;Seraut wajah kerut memetik senar kemesraan&lt;br /&gt;Wajah indah nan pesona&lt;br /&gt;Bersenyawa tawa dimasa yang dulu&lt;br /&gt;Mencipta sebuah lagu haru&lt;br /&gt;Menghujam relung jiwa &lt;br /&gt;Nyanyian tawa&lt;br /&gt;Nyanyian duka&lt;br /&gt;Nyanyian kemarahan&lt;br /&gt;Nyanyian cinta...&lt;br /&gt;Syair  itu begitu pelan&lt;br /&gt;Tapi menghentak asa untuk bersua&lt;br /&gt;Hanya teriakan melodi ini bisa kuucapkan&lt;br /&gt;Demi menyapa album lama&lt;br /&gt;Sedikit tercekat mungkin,&lt;br /&gt;Tak banyak karyaku&lt;br /&gt;Hanya sebuah melodi kerinduan&lt;br /&gt;Untuk Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;6 tahun mengenang Ibu, Love you so much&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2892107059049401414?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2892107059049401414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/melodi-untuk-rindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2892107059049401414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2892107059049401414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/11/melodi-untuk-rindu.html' title='Melodi untuk Rindu'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4182861542723488377</id><published>2010-10-29T21:12:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T21:38:44.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Jejak Kembara Mawar-mawar Khatulistiwa (Makasih banget ya Ikhwan!)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TMuhPn7IL0I/AAAAAAAAAH8/7JmWfbdpxOk/s1600/Copy+of+mawar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TMuhPn7IL0I/AAAAAAAAAH8/7JmWfbdpxOk/s200/Copy+of+mawar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533693856941879106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada celah kebahagiaan saya rasakan ketika geliat perbaikan mulai mekar di ujung selatan Kalimantan. Perbaikan yang tak biasa. Sebuah gerakan moral akhwat-akhwat KAMMI Kalimantan Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih kecil. Hanya merebaknya forum-forum diskusi. Namun, saya yakin, dari dialektika itulah akan terbangun sebuah gerakan massif muslimah KAMMI Kalsel. Insyaallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat sebuah forum akhwat di Banjarmasin yang digagas oleh kemuslimahan Kamda, mempertemukan berbagai analisa kondisi internal akhwat. Banyak wacana yang terungkap. Peran penting kaderisasi akhwat dalam mempertahankan kesolidan organisasi, kepemimpinan akhwat yang masih diragukan (oleh lawan jenis ataupun akhwat itu sendiri), hingga sebuah analisa kondisi perempuan Kalsel yang notabene menjadi seorang ‘babu’ setelah menikah. Sungguh, kegembiraan bukan main bagi saya, setelah sebelumnya menemukan dibeberapa kondisi (bukan akhwat KAMMI saja), ruang-ruang kebersamaan akhwat hanya diisi penuh dengan obrolan-obrolan ‘dapur’, semisal resep masakan. Sedangkan pembangunan muslimah berkarakter (demi generasi masa depan), butuh lebih dari sekedar pengetahuan bagaimana cara membuat seekor ayam menjadi empuk dimasak. Dan ini pendapat saya, ingat... hanya pendapat saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, di Banjarbaru, saya kembali diberi kesempatan membersamai akhwat-akhwat kemuslimahan Kamsat Banjarbaru dalam sebuah syuro (rapat). Tidak banyak memang, hanya bertiga (dengan saya). Semangat itu meletup-letup luar biasa. Padahal kami hanya membicarakan sebuah rencana kegiatan. Namun, heroik kegelisahan untuk memberikan yang terbaik bermetamorfosa dalam ide-ide cantik nan menawan (tapi agak gila juga sih, hehe). Dauroh akhwat disulap menjadi ‘Kedai Kopi’ yang merupakan akronim dari Kajian Optimalisasi Peran Intelektual Muslimah KAMMI. Salah satu menu sajiannya ‘Kopi Tubruk’ alias tekad ga pernah ambruk. Haha, tawa pun membahana di ruang sempit kos-kosan waktu itu. Tidak mengapa lah kami tertawa, barang sebentar, melepas penat yang terus mengejar. Momen hari ibu pun dipilih sebagai ajang pembuktian. Bismillah, semoga azzam ini dipeluk alam dengan iringan kemudahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingin menceritakan kisah lain. Suatu hari ponsel saya berdering lirih. Sebuah pesan rupanya, dari seorang akhwat (Kamsat Banjarbaru), isinya kurang lebih seperti ini “Ibu-ibu, Mbak-mbak, kini hadir nugget ayam racikan dapur sendiri, dijamin halal dan enak, silahkan pesan ke nomer 0852xxxxxxx”. Subhanallah, keterkejutan yang lain saya rasakan. Sensasi kebahagiaan mengalir memenuhi ruang tawa. Bukan saja karena mudahnya sekarang beli nugget, tapi karena semakin terasahnya potensi-potensi adik-adik di KAMMI. Padahal yang saya tahu, mereka bukan mahasiswi biasa. Mereka pengurus inti di komisariat, penggerak di kampus, aktif juga dalam kepesertaan karya-karya ilmiah. Mereka, muslimah-muslimah tangguh, karena aktifitas kesehariannya dilalui dengan berjalan kaki saja. Ah, kecil sekali diri saya dibanding mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua ini, serimba ungkapan terima kasih saya berikan kepada khalayak ikhwan. Karena kealpaan kalian, mereka kini menjadi tegar. Karena ketidakdisiplinan kalian, mereka kian bersinar. Karena (sedikit) keegoisan kalian, mereka kini mulai mekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Mawar-mawar itu kini mulai mekar. Menyibak keindahan yang dulu tertutup dedaunan. Menyeruak harum meski masih tipis di indra penciuman. Semoga, bumi khatulistiwa dipenuhi jejak-jejak kembara sang mawar. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;By: Retno Sulisetiyani&lt;br /&gt;in di opis, 30/10/2010&lt;br /&gt;kritik langsung ke penulis ya...ga pake desas desus...he&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4182861542723488377?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4182861542723488377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/10/jejak-kembara-mawar-mawar-khatulistiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4182861542723488377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4182861542723488377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/10/jejak-kembara-mawar-mawar-khatulistiwa.html' title='Jejak Kembara Mawar-mawar Khatulistiwa (Makasih banget ya Ikhwan!)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TMuhPn7IL0I/AAAAAAAAAH8/7JmWfbdpxOk/s72-c/Copy+of+mawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6271682665212437544</id><published>2010-09-25T01:26:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:13:35.722-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Hemat Pangkal Kaya, Caranya?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TJ2zOWSlL-I/AAAAAAAAAHw/9vjDSeDRe14/s1600/gambar+duit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TJ2zOWSlL-I/AAAAAAAAAHw/9vjDSeDRe14/s200/gambar+duit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520765777309151202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Retno Sulisetiyani, S.Si*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung dengan pemasukan rutin yang kita terima tiap bulan? Kok belum satu bulan udah abis? Padahal klo dipikir-pikir udah berusaha sehemat mungkin deh. Nggak belanja baju, pulsa diirit abis, internet juga dibatesin. Tapi, belum akhir bulan udah minta jatah lagi ama ortu atau ngerengek ke brother tercinta. Klo gini terus mah malu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya ‘penderitaan’ yang sama dengan ilustrasi di atas? Nah, kayaknya kita mesti sama-sama merefleksi kembali beberapa hal yang menurut saya patut dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, CITA-CITA.&lt;br /&gt;Sejauh apapun kita melangkah, pastilah dimulai dengan langkah pertama. Ungkapan ini membantu kita untuk memahami pentingnya sebuah visi awal atau cita-cita dalam hidup. Termasuk dalam mengelola uang. Dengan mengetahui tujuan akhir dari sebuah proses, maka kita dengan sangat mudah untuk membuat langkah prioritas. Cita-cita juga penting untuk menjaga semangat hidup.&lt;br /&gt;Seorang anak yang menginginkan sebuah sepeda produksi terbaru, maka ia akan menyusun sebuah ‘strategi’ tahap demi tahap untuk mengatakannya kepada orang tuanya. Ia akan membuat orangtuanya senang dengan sikap dan tindakan positif, seperti rajin membersihkan rumah atau belajar yang rajin. &lt;br /&gt;Maka, jangan ragu untuk membuat cita-cita kita. Hal ini akan membantu kita untuk mengelola hidup, termasuk uang yang ada ditangan kita. Cita-cita bisa bersifat jangka pendek dan ada pula jangka panjang. Ini yang kemudian akan mempengaruhi cara pandang kita dalam menyelesaikan masalah terkait. Lulus dengan cumlaude, menurut saya adalah cita-cita jangka pendek, termasuk juga keinginan punya rumah, mobil, atau keliling dunia. Yang kemudian saya maksud cita-cita jangka panjang adalah sebuah visi hidup yang sesungguhnya terkait dengan fitrah kita sebagai seorang makhluk, yaitu cita-cita akhirat. &lt;br /&gt;Apakah untuk mencapai semua cita-cita itu perlu uang? Secara realita, IYA. Tapi kita tetap harus meyakini adanya kekuatan AJAIB di sekitar kita yang datang dari ALLAH SWT. &lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan adalah cita-cita yang ada dalam benak kita, jangan hanya dipikirkan, tapi mereka harus diTULIS, karena manusia adalah makhluk pelupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, PERSEPSI.&lt;br /&gt;Terkait persepsi ini, mungkin masing-masing kita akan punya pendapat sendiri. Tapi, nggak ada salahnya dong dengerin pendapat orang lain, kan ‘watawasawbilhaq watawasawbishshobr’ alias saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran… &lt;br /&gt;a. Menabung&lt;br /&gt;Apakah punya penghasilan kecil lantas kita tidak bisa menabung? Jawabnya tentu TIDAK. Jika kita punya pemasukan rutin tiap bulan, pastikan ada sebagian yang ditabung. Caranya? Mudah sekali kok. Pastikan kita punya dompet kecil untuk menaruh uang receh. Nah, setiap kita belanja lalu ada kembalian, simpan kembalian itu dalam dompet tersebut. Usahakan uang tersebut tidak dipakai dulu sebelum dompetnya penuh. Seberapa lama kita melakukan kebiasaan tersebut, tergantung besar kecilnya dompet tersebut. Nah, uang receh yang terkumpul nantinya bisa kita tukarkan di bank atau di warung-warung. Dan itulah hasil dari tabungan kita yang bisa kita manfaatkan untuk hal-hal yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Merasa Kaya atau Merasa Cukup?&lt;br /&gt;Apa yang kita pilih, merasa kaya atau merasa cukup? Banyak orang kaya yang selalu merasa miskin, tapi ada orang miskin yang selalu merasa nyaman dengan keadaannya. Hal ini dikarenakan orang-orang dengan keadaan yang seadanya selalu merasa cukup sehingga Ia tidak ambil pusing dengan segala bentuk kemewahan dan teknologi yang berkembang saat ini. &lt;br /&gt;Begitulah seharusnya kita memaknai hidup ini. Dan karakter CUKUP merupakan buah dari cita-cita jangka panjang yang kita tanamkan dalam diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sedekah&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang mempunyai pemikiran bahwa dengan mengeluarkan harta untuk anak fakir miskin itu mengurangi kekayaan kita. Hal ini yang kemudian membuat orang ragu-ragu mengeluarkan infak atau sedekah. Padahal dengan sedekah, Allah akan menambah keberkahan hidup kita. Banyak sekali kisah sedekah, dahulu atau sekarang, yang menunjukkan kemanisan sedekah. &lt;br /&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS.2 : 215)&lt;br /&gt;Satu sisi, ada fenomena gengsi dalam bersedekah. Ada saja yang merasa malu kalau sedekahnya sedikit. Lalu beranggapan, lebih baik tidak usah memberi kalau jumlahnya sedikit. Padahal, yang namanya sedekah itu tidak terbatas jumlah atau nominal. Semua bermuara pada nilai keikhlasan si pemberi. Dan sedekah itu tidak hanya berupa materi, tapi senyuman saja sudah termasuk sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, PEMBUKUAN.&lt;br /&gt;Ah! Uang bulanan kan sedikit dan pas-pasan, nggak penting banget kali pake pembukuan segala!. Eits! Jangan salah. Sedikit apapun pemasukan rutin kita, dengan adanya pembukuan lebih memudahkan kita dalam pengelolaan. Termasuk memudahkan dalam upaya menabung. Membukukan transaksi uang kita, tidak perlu sarana yang rumit. Cukup dengan buku kecil yang dibuat sedemikian rupa atau membeli buku kas yang ada di pasaran. Dengan menuliskan transaksi harian kita, sedetail mungkin, maka akan memudahkan kita memahami kebiasaan diri sendiri. Dan kita akan mudah mengetahui pengeluaran yang kurang perlu dari bulan sebelumnya, sehingga bulan depan kita bisa lebih berhati-hati. &lt;br /&gt;Jika belum terbiasa, maka BIASAKANLAH. Minta bantuan orang lain untuk mengingatkan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pekerja Sosial&lt;br /&gt;email : enono18@ymail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6271682665212437544?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6271682665212437544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/09/hemat-pangkal-kaya-caranya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6271682665212437544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6271682665212437544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/09/hemat-pangkal-kaya-caranya.html' title='Hemat Pangkal Kaya, Caranya?'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TJ2zOWSlL-I/AAAAAAAAAHw/9vjDSeDRe14/s72-c/gambar+duit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1217563288018183014</id><published>2010-09-03T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:22:27.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Kalau Ramadhan Sudah Melekat, Ridho Allah ‘kan Dekat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TIHspjS8isI/AAAAAAAAAHg/nuT74nGStfM/s1600/piss.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TIHspjS8isI/AAAAAAAAAHg/nuT74nGStfM/s200/piss.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512947617471695554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Retno Sulisetiyani, S.Si /enono18@ymail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, menjadi begitu sangat berarti bagi umat muslim. Bukan bulan Ramadhan, ataupun umat muslim yang menjadikannya demikian. Keistimewaannya terletak pada perintah yang terkandung didalamnya dan alasan mengapa umat muslim harus melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS.2:183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Allah menyeru umatnya untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Dan Allah itu Maha Kaya, hingga tak satupun perintahnya tanpa reward bagi yang mengerjakan. &lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barang siapa berpuasa pada bulan ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni Allah.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)&lt;/span&gt; (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan nilai bulan Ramadhan sudah sepatutnya kita sambut dengan suka cita. Begitulah para pendahulu memberi keteladanan dengan menyambut Ramadhan dengan ungkapan agung “Marhaban ya Ramadhan”, yang berarti “Selamat datang Ramadhan”. Marhaban dari kata rahb yang berarti luas atau lapang, sehingga ungkapan tadi mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya ‘mengganggu ketenangan’ atau suasana nyaman kita2. Nah, coba renungkan sejenak, bagaimana selama ini kita menyambut dan menjalani ibadah di bulan Ramadhan? Sudah selapang apa hati kita? Tak adakah lisan berkeluh kesah melewatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan perintah Allah swt, dengan sepenuh kesadaran bukan hanya hak bagi para malaikat. Kenapa saya sebut hak, bukan kewajiban? Karena perintah Allah adalah kemuliaan tertinggi. Kita, manusia atau makhluk, harusnya memperebutkan perintah sebagai hak. Namun, begitu Rahimnya Allah swt, maka Dia turunkan titahnya dalam bentuk kewajiban, supaya kita yang senantiasa lupa, membawa beban dalam hidup ini untuk selalu terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan baru diwajibkan setelah Nabi saw. tiba di Madinah, karena ulama Al Qur’an sepakat bahwa surat Al Baqarah turun di Madinah. Para sejarawan menyatakan bahwa kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan ditetapkan Allah pada 10 sya’ban tahun kedua hijriah. Secara jelas Al Qur’an menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkan adalah untuk mencapai ketakwaan (la’allakum tattaqun). Menurut bahasa, takwa artinya perisai. Orang yang bertakwa adalah orang yang mempunyai perisai dalam menjalani kehidupan ini. Sedangkan menurut istilah, takwa adalah menjaga dan memelihara dari siksa Allah swt. dengan melaksanakan perintah Allah, taat kepadaNya, menjauhi laranganNya(3). Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rizki yang Allah anugerahkan kepada mereka, yang beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an, yang yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapatkan petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang beruntung.” (QS.2:3-5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa. Di sisi lain, dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman, “Semua amal putra putri Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa adalah untukKu dan Aku yang memberi ganjaran atasnya.”. Ini berarti pula bahwa puasa merupakan satu ibadah yang unik, yaitu bahwa puasa merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri. Bukankah kita bisa saja sembunyi-sembunyi untuk makan atau minum? Nah, disinilah letak hakikat puasa sesungguhnya, dimana manusia benar-benar melatih dirinya dalam merasakan keberadaan Allah swt didekatnya (taqarubilallah).(2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lainnya, dengan berpuasa, manusia berupaya dalam tahap awal dan minimal mencontohi sifat-sifat Allah swt. yang termaktub dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apakah aku jadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan...?” (QS.6:14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat yang dimaksud adalah tidak makan dan tidak minum, bahkan memberi makan orang lain (ketika berbuka puasa), dan tidak pula berhubungan seks (walaupun pasangan ada). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa, Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Dan pada ayat lain dinyatakan bahwa Al Qur’an turun pada malam Qadar, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailat Al Qadr”&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa di bulan Ramadhan terdapat malam Qadar yang menurut Al Qur’an lebih baik dari seribu bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, begitu besar kemulyaan di bulan Ramadhan. Dan kemulyaan itu bukanlah untuk siapa-siapa melainkan diri kita sendiri. Ampunan Allah swt. bagi hambaNya yang bersungguh-sungguh meminta terbuka lebar. Mari, raih rengkuhan Ilahi dengan kian mendekat dan menunduk di bulan Ramadhan karena kalau ramadhan sudah melekat, insyaAllah ridho allah ‘kan dekat.&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1 Muslimah Career oleh Mia Siti Aminah. Penerbit Pustaka Grhatama, Yogyakarta.&lt;br /&gt;2 Wawasan Al Qur’an oleh M.Quraish Shihab. Penerbit Mizan, Bandung.&lt;br /&gt;3 Secangkir Kopi Segunung Pahala oleh Lely Suraiya. Penerbit Qultum Media, Depok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1217563288018183014?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1217563288018183014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/09/kalau-ramadhan-sudah-melekat-ridho.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1217563288018183014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1217563288018183014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/09/kalau-ramadhan-sudah-melekat-ridho.html' title='Kalau Ramadhan Sudah Melekat, Ridho Allah ‘kan Dekat'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TIHspjS8isI/AAAAAAAAAHg/nuT74nGStfM/s72-c/piss.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7161205154606252228</id><published>2010-08-25T22:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:23:41.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Puasa Muslimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/THX6U3IXt7I/AAAAAAAAAHY/KvJoJ7inruk/s1600/muslimah2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/THX6U3IXt7I/AAAAAAAAAHY/KvJoJ7inruk/s200/muslimah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509584955461056434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Retno Sulisetiyani, S.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia, lelaki atau perempuan, mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah swt. Hanya tingkat ketaqwaannya saja yang menjadi ukuran pembeda. Tingkat ketaqwaan ini diukur dari seberapa banyak ibadah kebaikan yang dilakukan selama ia hidup. Oleh sebab itulah Allah swt memrintahkan manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Secara naluri, kompetisi merupakan hasrat alami yang dimiliki manusia dan berbuat baik merupakan frame sempurna bagi penciptaan itu, untuk menjadikan mulia di hadapan Sang Kuasa. Pertanyaannya adalah, seberapa besar hasrat kita untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan itu? Sehingga nilai ketaqwaan kita bisa ter up grade secara terus-menerus. Kekuatan motivasi, dapat ditingkatkan dengan menambah pemahaman diri terhadap setiap aturan yang diturunkan Allah swt melalu RasulNya.&lt;br /&gt;Terkait ibadah, pertama kali, ingin saya ungkapkan mengenai pandangan kaum feminis bahwa penciptaan lelaki dan perempuan merupakan sebuah ketidakadilan, dimana kaum perempuan memiliki keterbatasan dan kekurangan dalam kuantitas ibadah kepada Allah swt., salah satunya dikarenakan haid. Para ulama tidak memungkiri perbedaan itu. Namun, yang perlu kita kaji lebih lanjut adalah cara pandang untuk memahami makna perkataan Rasulullah yang demikian. Memang, jika dihitung-hitung dalam Al Qur’an jumlah ritual ibadah bagi laki-laki akan lebih banyak dibanding perempuan. Lelaki diwajibkan untuk shalat jum’at, juga i’tikaf. Sedangkan perempuan tidak, bahkan memiliki keringanan waktu, yaitu dengan adanya haid, nifas, atau hamil. Sebagai seorang mukmin, kita dianjurkan untuk memandang semua hal tersebut secara positif dan bijak, bahwa halangan (haid, nifas) yang dialami perempuan merupakan sebuah ibadah juga kepada Allah, karena itu fitrah penciptaan dariNYA. Bukan berarti ketika perempuan mengalami haid/nifas, Ia tidak melaksanakan ibadah, melainkan kondisi itu menjadi ruang ibadah spesial kepada Sang Khalik. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perempuan yang menanyakan kondisi fitrahnya terhadap nilai ibadah yang dilakukannya, termasuk dalam hal ibadah puasa. Sekali lagi saya tekankan, bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama. Kewajiban menjalankan puasa-pun dibebankan sama atas keduanya (QS.2:183). Setiap perintah Allah swt, pastilah sebuah kebaikan yang akan membuahkan keutamaan. Demikian pula ibadah puasa, memiliki beberapa keutamaan, yaitu&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;1. Dosa-dosa diampuni oleh Allah swt. &lt;br /&gt;2. Mendapat balasan langsung dari Allah swt.&lt;br /&gt;3. Doanya dikabulkan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;4. Merupakan salah satu cara untuk bertakwa kepada Allah swt.&lt;br /&gt;5. Salah satu jalan menuju syurga&lt;br /&gt;6. Dapat menghapus fitnah yang berhubungan dengan keluarga dan tetangganya&lt;br /&gt;7. Perisai siksa neraka&lt;br /&gt;8. Perwujudan dari hamba yang bersyukur&lt;br /&gt;9. Sebagai cara tobat kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak ingin meraih keutamaan tersebut? Dengan mengetahui keutamaan dari sebuah ibadah, maka senantiasa kuatkan ingatan akan hal tersebut dalam jiwa agar dapat menghalangi kita dari berbuat sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa rukhshah/keringanan Puasa bagi muslimah&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;1. Hamil dan menyusui&lt;br /&gt;Para ulama fikih sepakat bahwa ibu hamil dan menyusui boleh/berhak untuk tidak berpuasa. Sebuah hadist mengatakan,”Sesungguhnya Allah mencabut kewajiban puasa dan kewajiban setengah shalat (karena diqashar) dari musafir, dan mencabut kewajiban puasa dari ibu hamil dan menyusui.”&lt;br /&gt;Kewajiban selanjutnya, menurut mazhab Ibnu Umar, Ibn Abbas, dan Ibn Jarir, mereka wajib membayar fidyah dan tidak usah qadha.&lt;br /&gt;2. Haid dan nifas&lt;br /&gt;Muslimah yang sedang haid dan nifas tidak wajib berpuasa pada waktunya, karena puasanya pun tidak sah sampai ia suci. Selanjutnya, Ia wajib mengqadha di hari lain sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;3. Meminum Obat Pencegah Haid&lt;br /&gt;Hal ini tidak dilarang karena tidak ada satu dalil pun yang melarang, dengan catatan tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, hendaknya muslimah menjalani hidup sesuai fitrahnya.&lt;br /&gt;4. Berciuman &lt;br /&gt;Tidak apa orang yang berpuasa mencium istrinya, asalkan ia tidak khawatirkan akan tergerakkan syahwatnya dan apalagi terjatuh pada hal yang terlarang. Aisyah berkata : “Nabi Saw biasa mencium dan mendekap padahal ia sedang berpuasa, dan Nabi adalah orang yang paling kuat menahan sahwat di antara kalian.&lt;br /&gt;5. Puasa tanpa izin suami&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw,”Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya sedang ada di rumah, kecuali atas izinnya.” (mutafaq alaih dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;6. Celak dan tetes mata&lt;br /&gt;“Memakai celak dan tetes mata dan semisalnya yang masuk ke mata itu boleh saja dilakukan. Karena mata bukanlah rongga tembus hingga ke perut.” (HR Ibu Al Mundzir dari Atha, Al Hasan, An Nakha’i, Al Auza’i, Abu Hanifah dan Abu Tsaur.)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. Injeksi&lt;br /&gt;Injeksi boleh saja dilakukan karena sekalipun umpamanya mengalir sampai ke perut, namun tidak melewati saluran biasa. Akan tetapi kalau diketahui rasanya dapat terasa sampai kerongkongan, maka untuk hati-hatinya makruh melakukan suntik di siang hari.&lt;br /&gt;8. Mandi, Berkumur, dan Instinsyaq&lt;br /&gt;Dari Umar ra. Berkata, “Suatu hari gairahku timbul lalu aku mencium (istriku), padahal aku sedang puasa. Maka aku datangi Nabi saw., lalu berkata, ‘Hari ini aku telah melakukan perkara besar, aku telah mencium (istriku) sedang aku berpuasa.’ Maka sabda Rasulullah,’Bagaimana pendapatmu bila kamu berkumur dengan air sedang kamu berpuasa?’ ‘Itu tidak mengapa.’jawabku. ‘Maka apalagi (yang kau tanyakan)?’ kata Rasul pula”&lt;br /&gt;9. Mencicipi masakan&lt;br /&gt;Para ulama memfatwakan tidak mengapa wanita mencicipi rasa masakannya, asal sekedarnya dan tidak sampai ditenggorokan, dalam hal ini diqiyaskan dengan berkumur (jami’u Ahkam an Nisa)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun keringanan yang telah diberikan Allah swt kepada muslimah, sebagai hamba yang beriman, selayaknya lah kita senantiasa bersungguh-sungguh dalam tiap waktu itu. Bukan lantas kita berleha-leha, ataupun merasa bahwa Allah swt tidak adil. Fitrah penciptaan muslimah yang sedemikian juga merupakan peluang ibadah yang sama di hadapan Allah swt. Manfaatkan waktu tersebut untuk berbuat karya atau prestasi terbaik, bagi orang tua, keluarga, saudara, lingkungan, bahkan diri sendiri. &lt;br /&gt;Muslimah, menjadi dirimu sekarang ini merupakan anugerah. Itu yang akan kau yakini jika kau mengerti. Insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1 Perempuan dan Kezaliman Sistem Barat&lt;br /&gt;2 Muslimah Career, 2010. Mia Siti Aminah. Yogyakarta&lt;br /&gt;3 Ensiklopedi Muslimah Modern, 2009. Yusuf Qardhawi dkk. Mizan&lt;br /&gt;4 Fiqh Puasa Bagi Muslimah, 2006.  http://pangerans.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7161205154606252228?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7161205154606252228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/puasa-muslimah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7161205154606252228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7161205154606252228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/puasa-muslimah.html' title='Puasa Muslimah'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/THX6U3IXt7I/AAAAAAAAAHY/KvJoJ7inruk/s72-c/muslimah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6061959170861548292</id><published>2010-08-17T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:34:04.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ada-ada saja'/><title type='text'>Ohayoooo...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TGuCtMEAG6I/AAAAAAAAAHQ/RdoybQw0lok/s1600/goku1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TGuCtMEAG6I/AAAAAAAAAHQ/RdoybQw0lok/s200/goku1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506638682234297250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi suka nonton dorama (drama jepang). Hmm... entah kenapa? Mungkin karena kata-kata semangat yang senantiasa dilontarkanm pemainnya kali. Yang jelas, semua pas banget dengan kondisi yang sedang kuhadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial Gokusen. Mengajarkan tentang keberanian dan pantang menyerah. Apapun yang ada didepan, hadapi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fiuh! Meski sifatnya fiktif dan sulit dipercaya, yaaa yang penting ada sesuatu yang bisa kembali mendorong semangat hidupku... Banzzzaaaaiii!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, satu kata yang sering aku ucapkan adalah OHAYOOO!!! yang artinya selamat pagi!&lt;br /&gt;Huff!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6061959170861548292?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6061959170861548292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/ohayoooo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6061959170861548292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6061959170861548292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/ohayoooo.html' title='Ohayoooo...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TGuCtMEAG6I/AAAAAAAAAHQ/RdoybQw0lok/s72-c/goku1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-3607340302041558353</id><published>2010-08-06T04:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:35:28.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ada-ada saja'/><title type='text'>seadanya...</title><content type='html'>Menulis sudah menjadi jiwaku, entah itu dalam sketsa tinta atau hanya berkelebat di alam pikirku. Huwaaa... terlalu banyak ide yang melayang begitu saja, tanpa bisa kuabadikan dalam benak nyata. Waktu kah yang tak bisa ku luangkan? Mungkin. Atau rasa penat seharian kerja, sehingga untuk duduk menyentuhkan jejariku di atas keybord saja tak sanggup? Oh bisa jadi. Tapi, tetap saja aku tak terima. Harusnya sih bisa aku berkarya. Tapi kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaaahhh! Okelah, ku tuliskan saja ide-ide besarku itu dulu, yah siapa tahu aku kan punya masa untuk menjabarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pekerja Sosial, Sebuah Cita-cita atau Hanya Jebakan Alam?&lt;br /&gt;2. Sedekah Menyelamatkan&lt;br /&gt;3. Sori Guys! Ini Gaya Gue!&lt;br /&gt;4. Lebih Baik Pernah Salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lumayan nih. Save dulu aahh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahkan azzamku Ya Rabb... ^__^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-3607340302041558353?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/3607340302041558353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/seadanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3607340302041558353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3607340302041558353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/08/seadanya.html' title='seadanya...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7234279443670721214</id><published>2010-06-28T03:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:36:17.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Lelah-ku...</title><content type='html'>Semakin aku menyadari keberadaanku di dunia. Semakin aku menjadi tua. Semakin banyak orang yang kutemui. Aku semakin merasa tak mengerti hidupku. Dan di saat itulah aku merasakan sesuatu yang sangat berat. Lelah yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keyakinan yang kumiliki melayang mewarnai alam pikirku. Bahwa Allah itu memberi sesuai kemampuan hamba. Bahwa tantangan merupakan ujian hidup. Bahwa ada kebaikan setelah perjuangan. Bahwa hidup itu penuh cobaan. Bahwa jalan hidupku ada dalam pikiranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada sesuatu yang menghalangi tekadku. Sesuatu yang begitu sulit aku lawan. Sesuatu yang begitu setia menggerogoti yakinku. &lt;br /&gt;Katanya, ”apakah aku sekuat itu?”, ”apakah mungkin aku akan bisa bertahan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhenyak aku menatap tanya itu. Ia memasuki celah anganku. Ia membelai jiwa gamangku. Aku termakan rayu. Aku telah menjadi ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirianku. Kuputuskan untuk terlelap. Menutup mata demi menyisakan hangat peristirahatan. Maaf. Tapi aku sudah sangat lelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*renungan sesaat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7234279443670721214?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7234279443670721214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/ketika-aku-merasa-lelah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7234279443670721214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7234279443670721214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/ketika-aku-merasa-lelah.html' title='Lelah-ku...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5013252270730307608</id><published>2010-06-24T00:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:36:40.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Pasangan yang Aneh</title><content type='html'>Suatu sore, aku melewati sebuah jalan alternatif di kotaku. Maksud hati pengen ngehindar dari patroli polisi, maklum SIM udah kadaluarsa setahun lebih cui. Hehe. Akan tetapi, terbersit juga niat untuk menikmati sore di jalan yang cukup lengang itu. Maka, melaju lah aku bersama kendaraan roda dua yang dipinjamkan kantor dengan kecepatan tidak lebih dari 40 km/jam. Kadang-kadang kecepatan bertahan hanya 20 km/jam. Fiuh! Nikmat betul melenggang seperti itu di sore hari, sinar mentari yang mulai mengabur panasnya membuat suasana jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;so blue&lt;/span&gt; gitu deh. Halah! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Opo iki?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mataku yang sedang asyik menikmati panorama jalan alternatif itu merasa terganggu dengan sebuah pemandangan yang menurutku sangat aneh. Ada dua item yang saling melengkapi keanehan sore itu. Mungkin tidak akan aneh jika hanya memandang satu item saja. Sayang, mereka berdua ternyata terabadikan dimataku sebagai pasangan teraneh. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja! Kalau kalian menyusuri jalan, kemudian bertemu dengan sebuah papan peringatan bertuliskan : JANGAN MEMBUANG SAMPAH DI SINI!!!. Pasti hal ini tidak lah aneh, bahkan sangat amat wajar bukan?. Tapi, kalau di belakang tulisan itu terdapat seonggokan sampah yang tidak sedikit. Akan menjadi sangat aneh bukan? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hahaha&lt;/span&gt;. Aku tergelak dalam hati dan sukses mengukir senyum geli di wajah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kata Bang Dedi Mizwar (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;halah sok kenal gituh&lt;/span&gt;) bahwa “alangkah lucunya negeri ini”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menertawakan negeri sendiri. Yah, menurutku nggak ada salahnya dilakukan. Seperti saat kita menertawakan diri sendiri yang melakukan hal bego, lalu kemudian menyadarinya. Nah, poin ini yang harus digarisbawahi, kesadaran. Menjadi hal superpositif, setelah menertawakan lalu membenahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, negeriku kembali hijau. Kembali berseri… ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5013252270730307608?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5013252270730307608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/pasangan-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5013252270730307608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5013252270730307608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/pasangan-yang-aneh.html' title='Pasangan yang Aneh'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7747327062046141917</id><published>2010-06-15T02:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:37:12.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='de trip'/><title type='text'>Melintas Sejenak di Negeri Daeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TBdE-KjvwDI/AAAAAAAAAHI/N33UAjEgVaQ/s1600/DSCF5644.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TBdE-KjvwDI/AAAAAAAAAHI/N33UAjEgVaQ/s200/DSCF5644.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482926906123730994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam yang hangat. Sesaat setelah menjejakan kaki di Hasanudin Airport, kucoba menikmati rasa tersebut. Rasa yang tak jelas, antara kagum dan sedikit gemetar. Sembari berjalan menuju mobil jemputan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, kakiku menapaki halaman airport yang basah. Hmm, rupanya tadi hujan. Aku jadi teringat pesan singkat seorang teman saat kutanyakan tentang cuaca Makasar saat ini, ”Ga tentu mba, kadang siang panas, tau-tau sore ujan.”. Sepertinya, sekarang memang akan sulit menetapkan musim. Kapan hujan, kapan panas, menjadi misteri tersendiri. Apakah mungkin, Tuhan telah menantang manusia yang sok tahu? Hah! Yang jelas aku lebih ingin percaya bahwa, apapun yang terjadi Dia tahu yang terbaik untuk hambaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadar, mobil rupanya sudah memasuki kota. Welcome Makasar. Gumam hatiku. Seolah tak percaya, kulayangkan pandang menjelajah selaput kabut malam kota Makasar. Terima kasih Allah, Kau berikan lagi aku kesempatan untuk menikmati ciptaanMu. Cukup lama dalam diam, antara aku, Pak Yohan (pimpinan dikantorku), dan Mas Fahmi, driver DD SulSel yang menjemput kami di bandara. Namun, selang beberapa lama Pak Yohan mampu mencairkan suasana dengan tanya dan gurau seperti biasanya. “Ceritakan dong dunia malamnya Makasar”. Hmm…khasnya Pak Yohan, to the point. Ditanya mendadak seperti itu, membuat Mas Fahmi menjawab ragu. “Di sini aktivitas bisa sampai 24 jam Pa.”… lalu berlanjutlah tanya jawab itu. Aku di bangku belakang cukup menjadi pendengar yang baik saja. Namun, tak sepenuhnya aku mendengarkan mereka, karena malam yang kian larut membuat mataku tak berkompromi. Sedikit ketiduran lah. Saat melintasi sebuah jalan yang cukup lengang juga remang-remang, Mas Fahmi menunjukkan bahwa tempat itulah yang menjadi tempat mangkal para wanita malam. Saat kami lewat itupun, sekitar jam 23.30 wita, sudah ada satu dua orang yang beroperasi. Semakin lama, keduanya terlibat obrolan santai. ”Makasar juga punya khas yang lain, yaitu patung ayam jago yang besar.” cerita Mas Fahmi, seraya menunjuk sebuah titik di sebelah kiri kami. Cukup sulit bagiku melihat patung tersebut, karena saat itu cukup gelap. Aku hanya melihat bayang hitam patung tersebut. ”Wah, pantas saja kalau orang Makasar terkesan sok jago, ya?” spontan ungkapan Pak Yohan itu membuat aku terkikik sendiri. Ya, filosofi yang menarik, pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu, pusat kota Makasar ada dimana?” akhirnya tanya yang dari tadi kupendam dapat kumuntahkan juga. ”Yang kita lewati ini Mba..” sahut Mas Fahmi. ”Dekat sini ada lapangan Karebosi.” lanjutnya dan seketika itu juga ada sesuatu menarikku. Aku harus ke Karebosi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Karebosi menjadi tujuan pertama saat aku berkesempatan berkeliling. Pertama kali mendengar nama Karebosi, aku menjadi penasaran untuk melihatnya. Entah apa yang menarik, aku juga tidak mengerti. Aneh memang, sebelum tiba di Karebosi aku sempat bertanya dengan beberapa orang tentang apa maksud dari nama Karebosi tersebut. Ternyata tak ada satupun yang bisa memberi penjelasan dengan logis. ”Ya, Karebosi tidak punya makna tertentu.” begitu salah satu penjelasan. Heran, padahal lapangan Karebosi itu adalah lapangan yang besar, dengan penjagaan cukup ketat, dan terdapat mall dibawahnya. Lantas, darimana nama Karebosi itu? Pertanyaan aku akhirnya dijawab dengan lebih baik oleh seorang satpam penjaga di lapangan tersebut. Rupanya, Karebosi merupakan sebuah nama acara adat orang-orang terdahulu di Makasar. Di Karebosi semua masyarakat adat sering berkumpul untuk merayakan sesuatu atau hanya sekedar bersilaturahim. Maka, karebosi bisa diartikan sebagai sebuah simbol untuk berkumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat kedua yang aku kunjungi adalah Benteng Ujung Pandang atau Port Rotterdam. Di sana aku banyak melihat situs-situs bersejarah kota Makasar. Ada 3 kerajaan besar yang aku pelajari, yaitu Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu, dan Kerajaan Gowa. Menariknya, situs-situs yang ada menunjukkan campuran budaya dari negara Belanda, Cina, hingga Timur Tengah. Hal itu terlihat dari tulisan-tulisan yang terpahat pada guci-guci dan peralatan perang. Sungguh, berkeliling di Benteng tersebut aku seperti melihat langsung adegan-adegan sejarah waktu itu. Dinding-dinding batu yang masih kokoh, yang ternyata disusun dan direkatkan menggunakan terumbu karang, menjadi pesona tersendiri di benteng itu. Sayang, situs sejarah itu ternyata juga tak luput dari ulah oknum amoral. Menurut Pak Rusli Amin, pemanduku, banyak anak muda ataupun tua yang memanfaatkan sudut-sudut benteng untuk bermaksiat. Aku hanya bisa trenyuh dengan fenomena tersebut yang notabene-nya juga terjadi di tempat-tempat objek wisata lain di Indonesia, termasuk daerahku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambangi Makasar, menjadi catatan tersendiri dalam hidupku. Satu hal yang aku sadari, masih dengan rasa yang tak terdefinisi, adalah aku tidak bertemu dengan massa demonstran di Makasar. Haruskah disyukuri atau disayangkan ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7747327062046141917?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7747327062046141917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/melintas-sejenak-di-negeri-daeng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7747327062046141917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7747327062046141917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/06/melintas-sejenak-di-negeri-daeng.html' title='Melintas Sejenak di Negeri Daeng'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TBdE-KjvwDI/AAAAAAAAAHI/N33UAjEgVaQ/s72-c/DSCF5644.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-888374368424305019</id><published>2010-05-25T02:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:37:33.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Jalan itu...</title><content type='html'>Awalnya kuabaikan saja rasa itu. Aku anggap bahwa itu bagian dari pelajaran yang harus aku mengerti. Namun, semakin lama rasa itu semakin menekanku. Sering kembali untuk membuatku bertanya lagi. Dan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, benar kah jalan ini? Tanya ini sering melintas, namun ku coba untuk melemparnya jauh dari tepi pikirku. Kututup dengan segumpal percaya akan indahnya perjalanan penuh perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masalah tak berhenti. Padahal yang terdahulu belum selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb. Apakah ini ujian darimu? Ataukah sebuah petunjuk agar ku membuat sebuah pilihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah ujian, sungguh apakah aku sekuat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika sebuah petunjuk, sungguh pilihan yang sulit bagiku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-888374368424305019?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/888374368424305019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/jalan-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/888374368424305019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/888374368424305019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/jalan-itu.html' title='Jalan itu...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5289614766072123500</id><published>2010-05-21T23:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:37:50.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Perempuan, Percaya Deh Kamu Bisa!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada agamaNya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dariNya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepadaNya.” (An Nisa : 175)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara perempuan, umumnya akan mengarah kepada hal-hal yang berkonotasi lembut, lemah, tak berdaya, dan materialistis. Hal ini terkait kondisi fisik dan fenomena kelemahan yang terwujud pada sosok perempuan. Maka, tak heran jika perempuan dianggap ‘kurang mampu’ mengemban tanggung jawab yang sama persis dengan kaum laki-laki yang notabenenya memiliki kekuatan yang lebih. Coba kita kosongkan dulu doktrin-doktrin ‘kelemahan’ perempuan itu. Bisa jadi semua itu adalah racun yang dibubuhkan di kepala perempuan agar kita terbuai dengan sifat lemah tersebut. Jika kita buka benar-benar siapa itu perempuan, maka jangan heran jika kita telah menemukan harta karun terbesar dalam hidup kita. Sesungguhnya perempuan itu indah bagaikan intan, secara performa cantik tapi memiliki kekuatan melebihi baja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpaan seperti intan, tak sembarangan pula setiap perempuan itu intan. Melihat bagaimana sebuah intan itu terbentuk, maka sosok perempuan yang bernilai tinggi adalah perempuan yang dapat melalui proses-proses dalam kehidupannya secara stabil dan mampu memberikan kontribusi atau peningkatan yang signifikan bagi dirinya dan sekitarnya. Sebuah intan mewujudkan eksistensinya dari pengaruh tekanan dan panas yang luar biasa. Dari serangkaian rantai karbon tak beraturan (baca : masalah) ditempa dan menyesuaikan diri sehingga mampu berubah sedikit demi sedikit menjadi sebuah mahaseni berharga. Begitulah seharusnya perempuan, mampu menempa dirinya baik dengan bantuan faktor luar maupun dari dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, realita saat ini menunjukkan kebanyakan perempuan merasa tidak percaya diri dengan apa yang telah dimiliki. Oke! Coba kita lihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal penciptaan, perempuan lahir dengan karakter sangat menakjubkan. Kulit yang lembut, mata yang bening, rambut yang indah. Ah, mungkin terlalu banyak untuk dituliskan keindahannya. Bagian yang terpenting dari kelahiran perempuan adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;her heart&lt;/span&gt;. Ya, hatinya. Yakin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deh&lt;/span&gt;, laki-laki tidak memilikinya. Bukan berarti laki-laki tidak punya hati, melainkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;how deep that?&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman perasaan yang dimiliki perempuan merupakan sebuah mahakarya terindah yang tidak dimiliki oleh kaum laki-laki. Itulah yang kemudian membuat perempuan mampu menggambarkan nilai kasih yang sebenarnya di muka bumi ini. Belaian sang ibu yang senantiasa dirindui anak-anaknya. Genggaman tangan penuh dukungan seorang sahabat. Pelukan hangat seorang istri diselimuti senyum menenangkan menjadi kekuatan tersendiri bagi sang suami. Bahkan itu semua hadir dalam segala tekanan yang ia juga hadapi di saat bersamaan. Luka, sakit hati, kecewa. Sedangkan kebanyakan laki-laki, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan bijak. Mereka umumnya memilih untuk lari dari masalah. Entah itu dengan membiarkan waktu yang menggerusnya atau bahkan membenturkannya dengan masalah baru. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nggak dewasa banget deh!.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu tidak menjadi bukti? Bahwa perempuan ternyata mampu melebihi laki-laki. Jauh bahkan. Kalau hanya fisik, semua bisa dibentuk sendiri. Namun, hati adalah karya yang hanya bisa dicipta dari sentuhan jiwa dengan Pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;percaya deh kamu bisa!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;22 mei 2010 in di ofis ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5289614766072123500?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5289614766072123500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/perempuan-percaya-deh-kamu-bisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5289614766072123500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5289614766072123500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/perempuan-percaya-deh-kamu-bisa.html' title='Perempuan, Percaya &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Deh&lt;/span&gt; Kamu Bisa!'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8445961166340017941</id><published>2010-05-13T04:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:38:47.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>RAGU</title><content type='html'>Pernahkah kalian didekati seorang pengemis, kemudian dengan rasa dan tatap ragu kalian  merogoh dan mengeluarkan receh lalu memberikannya kepada pengemis tersebut? Pengemis itu berlalu, tapi pikiran kalian masih ragu. Bener ga sih orang ini mengemis karena miskin, jangan-jangan cuma disuruh aja atau dia males kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kemungkinan yang kedua adalah tidak memberi uang sama sekali kepada pengemis itu. Karena berfikir bahwa hal tersebut tidak mendidik mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup sering bertindak dan berfikir diantara dua kemungkinan itu. Yah, bukannya apa-apa. Tapi, fakta sering berbicara bahwa banyak di kalangan pengemis yang ternyata orang berpunya. Bahkan ada juga anak-anak jalanan yang diperalat oknum tertentu yang kemudian mengantongi keringat anak-anak tersebut. Nah, benturan terhadap kenyataan-kenyataan itu lah yang akhirnya membuahkan keraguan untuk memberi. Akhirnya memberi tidak lagi dibarengi keikhlasan dari sang pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa yang patut disalahkan? Pengemis atau pemberi? Atau oknum tak bertanggungjawab yang telah mempermainkan nasib anak-anak jalanan tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits! Kayaknya ga penting pertanyaan ini. Aku lebih pengen introspeksi diri aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dari pada mikir yang tidak-tidak tentang darimana si pengemis itu, akan diapakan uang pemberian kita, atau benar nggak sih dia pengemis. Lebih baik berfikir tentang sikap kita. Sudahkah kita ikhlaskan pemberian itu? Pantaskah kita memberi sebesar itu jika dibandingkan dengan nikmat yang telah kita dapatkan? Nah, mungkin dengan berfikir seperti itu amal bisa menjadi nilai ibadah. InsyaAllah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak ikhlas merupakan sikap yang sangat positif. Berkahnya juga sangat luar biasa. Seorang sahabat Rasulullah saw saja dijanjika surga karena keikhlasannya. Maka, wajar ketika banyak hambatan yang akan muncul, termasuk keraguan tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, jika keraguan itu muncul maka sesegera mungkin mengalihkannya pada buah yang akan kita dapatkan kelak. Pikirkan saja bahwa nikmat Allah jauh lebih besar dari apa yang telah kita berikan. Allah Maha Kaya, bro!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8445961166340017941?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8445961166340017941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/ragu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8445961166340017941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8445961166340017941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/ragu.html' title='RAGU'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6422839687642830462</id><published>2010-05-10T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:39:51.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Feeling Of Live</title><content type='html'>Sebuah kenyataan. Rasanya bisa manis, tapi bisa juga pahit. Rasa yang manis sering hadir dari singgungan linierisasi alam pikir dengan kenyataan yang terjadi. Apa yang kita pikirkan sebelumnya ternyata tidak jauh beda dengan apa yang terjadi setelahnya. Maka meluaplah kegembiraan atasnya. Lompatan. Pelukan. Ciuman. Pun hanya seulas senyuman. Semua dipandang dalam arti indah dan dirasa nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebaliknya jika rasa yang hadir berupa kepahitan. Maka ia merupakan tumbukan maha dahsyat dari ketidaksesuaian alam pikir dengan kenyataan yang terjadi. Tak pelak lagi, sesuatu yang tidak baik, iapun melahirkan pola sikap destruktif. Lompatan dengan energi kejengkelan. Pelukan dengan isak tangis penyesalan. Pun seulas senyum dalam bingkai keterpaksaan. Semua hampa. Semua biasa. Sangat biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat ini kita sedang merasakan pahitnya kenyataan. Namun, perlu diingat bahwa di dunia ini semua berpasangan, maka tunggulah rasa manis itu. Dengan satu syarat saja. Satu syarat yang tidak berat. Rasa manis itu akan hadir dengan sendirinya. Jemput ia dengan sebait peluk nan indah. Ialah kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;= untuk diriku yang sedang menunggu=&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6422839687642830462?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6422839687642830462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/feeling-of-live.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6422839687642830462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6422839687642830462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/05/feeling-of-live.html' title='Feeling Of Live'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4368805228269862225</id><published>2010-04-08T00:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:40:07.983-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='de trip'/><title type='text'>Konsistensi Perjuangan (sketsa ke-2 di puncak kidul Jogja)</title><content type='html'>Berkesempatan menginjak tanah gunung kidul, Jogjakarta, membuatku kembali mengingat puluhan tahun yang lalu saat aku masih setinggi kurang dari 100 cm dan sering ikut mbak-ku menggembala sapi. Ya. Kira-kira sama dengan masa kanak-kanakku. Meskipun beda tempat, tapi sungguh ia hadir diingatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciumi aroma gunung ini kerap menjelma dipikirku tentang sebuah arti ketentraman. Aromanya begitu manis. Belum lagi ditambah senyuman warga ketika berpapasan satu sama lain. Sebuah potret yang hampir tak kujumpai dikotaku kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelajahi jalan setapak dengan kanan kiri rumpun bambu. Wuih! Its so interest!. Begitulah asa yang membatin ketika aku menuju salah satu rumah sepupu. Namun, kemudian ada hal lain yang lebih menyedot perhatianku. Ada seorang nenek, sedang mencuci kaki di depan rumahnya. Aku perhatikan tempat pencuciannya adalah sebuah gentong kecil yang sudah tua, dipenuhi lumut. Aku berfikir keras, sepertinya aku juga melihat gentong semacam itu di tempat lain. Lama aku berfikir. Dan akhirnya aku menyadari bahwa beberapa rumah yang kulewati tadi juga memilikinya, termasuk di depan rumah Mbahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku pikir nenek itu hanya mencuci kakinya, tapi demi melihat cara yang Ia lakukan, akupun tau bahwa Ia sedang berwudhu. Selang beberapa waktu Iapun mengakhiri prosesinya dengan membaca doa dan bergegas Ia menyapaku. Ops! Ternyata Ia menyadari kehadiranku. Dalam beberapa waktu kami terlibat obrolan yang mungkin tidak begitu penting. Menanyakan nama, asal, dan seperti biasa cukup bagiku menyebutkan nama Bapak sebagai modal kedekatan. Dan benar saja, si Nenek langsung menggenggam tanganku erat ditambah senyuman yang lebih sumringah begitu tau siapa Bapakku. Sambil menggenggam tanganku, Ia mengucapkan doa-doa dengan bahasa jawa halus. Walau tak mengerti semuanya, aku tau bahwa beliau memanjatkan doa keselamatan buatku. Amin amin amin. Aku membatin. Tak lama kemudian nenek itu pamit untuk melaksanakan shalat ashar. Akupun kembali menekuni aktivitasku semula, memandang kota jogja dari puncak kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Tak habis pikirku. Yang kutau, si nenek itu sudah sangat sepuh. Aku sempat melihatnya tadi membopong sekarung rumput yang kuduga untuk pakan ternaknya. Dengan terbungkuk-bungkuk memapahnya, berat sekali pikirku. Setelah sampai di rumah, langsung mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajibannya pada Sang Khalik. Karung rumputnya pun digeletakkannya begitu saja di halaman rumah. Bukan apa-apa. Tapi, jika kubandingkan dengan rutinitas orang-orang kantoran di kota, yang katanya sangat melelahkan, sehingga begitu sampai di rumah langsung ambruk di atas kasur empuk, jelas rutinitas si nenek jauh sangat bernilai. Ah, malunya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar sepuluh tahun yang lalu aku pernah menyambanginya, maka aku sempat mengira bahwa akan terjadi banyak perubahan. Dan itu memang terjadi. Jalan-jalan sudah diaspal, rumah-rumah banyak dibeton, televisi-televisi mewarnai tiap rumah, kebaya sudah tergantikan baju setelan. Meskipun demikian, ada sesuatu yang masih sama. Sesuatu yang sangat besar bagi kehidupan di desa ini. Sesuatu yang baru aku sadari ketika aku kembali pada rutinitasku di kota. Sesuatu itu adalah perjuangan. Perjuangan untuk bertahan hidup. Perjuangan untuk senantiasa bermartabat di hadapan Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi perjuangan. Itulah yang sedang dilakoni warga-warga di sebuah desa di atas gunung kidul ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----the end----&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4368805228269862225?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4368805228269862225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/04/konsistensi-perjuangan-sketsa-ke-2-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4368805228269862225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4368805228269862225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/04/konsistensi-perjuangan-sketsa-ke-2-di.html' title='Konsistensi Perjuangan (sketsa ke-2 di puncak kidul Jogja)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6502898712302522100</id><published>2010-03-21T18:17:00.001-07:00</published><updated>2010-08-25T22:40:22.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='de trip'/><title type='text'>Di Satu Puncak Kidul Jogja</title><content type='html'>Menyambangi sebuah desa di kidul jogja. Membawa haru dalam asaku. Melayang hampa tiap bait pikir mengulang masa lalu. Hh! Lelah sebenarnya. Tapi tak mungkin kupungkiri bahwa aku terikat di sana. Dan mau tak mau bayang-bayang kenangan akan membersamai hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kenangan. Sungguh, di kidul jogja ini terlukis jelas semuanya. Tiap sudut yang aku datangi, akan berbicara. Semua tentang tawa, canda, duka. Aku takut jika mereka bercerita tentang satu hal, kasih. Karena terlalu banyak kasih yang aku lewati. Puluhan tahun lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kidul jogja, aku juga ingin berbicara tentang mentari. Awal mula, ia hadir dalam wujud titik di balik kelabu awan. Malu-malu menampakkan diri. Namun, perlahan hangat menjalar di epidermis kulitku. Hoho, ternyata ia ada. Hanya saja ia malu. Esok harinya, pagi yang tidak sama. Kali ini sang mentari gagah menebar hangatnya. Bias cahaya menerpa kursi bambu didepanku. Pun itu, kokok ayam dan dengkur jangkrik nyaring bersahutan. Ada kegundahan misterius yang menyergapku. Entah apa. Yang kusadari, kakiku masih berpijak di satu puncak kidul Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- to be continuoued ---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya asa tak penting. He.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6502898712302522100?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6502898712302522100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/di-satu-puncak-kidul-jogja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6502898712302522100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6502898712302522100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/di-satu-puncak-kidul-jogja.html' title='Di Satu Puncak Kidul Jogja'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-3304560727748358063</id><published>2010-03-21T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:23:43.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>tanyaku</title><content type='html'>teman, aku ingin bertanya&lt;br /&gt;benarkan hidup ini bukan permainan?&lt;br /&gt;tapi kenapa banyak yang bermain-main saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman, aku ingin bertanya&lt;br /&gt;benarkah nyawa ada batasnya?&lt;br /&gt;tapi kenapa manusia berleha-leha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman, aku ingin bertanya&lt;br /&gt;benarkah neraka itu ada?&lt;br /&gt;tapi kenapa banyak yang hobi dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman, aku ingin bertanya&lt;br /&gt;benarkah surga itu milikNYA?&lt;br /&gt;tapi kenapa banyak yang tak percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman, yakinkan aku satu hal saja&lt;br /&gt;bahwa Tuhan itu penuh Kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==disaat hati butuh peneguhan==&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-3304560727748358063?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/3304560727748358063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/tanyaku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3304560727748358063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3304560727748358063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/tanyaku.html' title='tanyaku'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8127920195216116247</id><published>2010-03-21T18:15:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:24:05.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ada-ada saja'/><title type='text'>--tidak penting--</title><content type='html'>Malam ini aku diam. Kuhanya ingin menangis. Dan benar saja, air itu mengalir begitu saja dari sudut mataku. Deras terasa. Di saat begini, biasanya berkelebat bayang-bayang rasa bersalah, kerinduan, dan harap. Kadang tak mengerti akan apa yang telah aku pilih. Tapi tak jarang ia menjelma menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat. Sungguh aku tak pernah mengerti semua ini. Aku tak tau mengapa jadi begini. Yang ku tau hanya satu, Allah ingin aku tau betapa besar cintaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8127920195216116247?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8127920195216116247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/tidak-penting.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8127920195216116247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8127920195216116247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2010/03/tidak-penting.html' title='--tidak penting--'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-3949402579570387469</id><published>2009-11-18T21:57:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T20:25:28.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ada-ada saja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Merasa Hidup</title><content type='html'>_sebuah refleksi ¼ abad hidup_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dengan ucapan terima kasih yang sangat untuk mas, mbak, teman, dan ade yang telah mewarnai kanvas catatan “__LORONG__”-ku. Atas semua masukan. Atas semua perhatian. Atas semua warna. Karena hidup itu indah dan karena ia begitu berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu sekali, harus berarti!. Motto hidup seorang teman kini juga menjadi bagian dari nilai yang selalu aku ingat. Benar sekali! Kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk ada di dunia ini hanya sekali saja. Setelah itu kita akan menjalani hidup di alam yang abadi dengan perimbangan apa yang telah kita peroleh dari dunia ini. Kalau kita dapat banyak pahala, bahagialah karena surga rumah kita. Tapi, kalau dosa yang kita peroleh, maka neraka-lah tujuan kita. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuliakan orang lain. Sebuah nilai positif dari seorang teman lain lagi. Manusia itu makhluk yang mulia, maka dengan memuliakan orang lain, itu lebih mulia. Hal ini mengajarkanku untuk menjadi teman yang baik, tidak menuntut orang lain tetapi memberi yang terbaik untuk orang lain. Sungguh tidak mudah, karena lawan kita ada di dalam diri. Ialah ego. Tapi, dengan berlatih untuk mencobanya terus menerus, aku yakin setiap manusia bisa berbuat demikian. Pun ada waktunya kita memang harus dimuliakan. Tentulah tidak harus menjadi yang dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanusiakan manusia. Ini menjadi nilai yang kutanamkan sendiri ke pikiranku. Seorang lelaki yang telah kuanggap bapak sendiri, pernah mengatakan,&lt;br /&gt;’berilah penghargaan pada orang yang telah berjasa padamu, walaupun itu sangat kecil nilainya’.&lt;br /&gt;Kira-kira seperti itu konteksnya. Kenapa harus seperti itu? Tidak ada alasan yang penting sebenarnya, alasannya hanyalah karena mereka manusia. Seperti diri kita sendiri, yang selalu ingin dihargai. Seperti itulah manusia. Maka penghargaan adalah sisi manusiawi manusia. Yang aku jumpai, sering kita tidak puas dengan pekerjaan orang lain untuk kita. Misal, penjahit pakaian yang tidak sempurna menyelesaikan pesanan kita, lantas kita marah dan membentaknya. ’udah dibayar kok’. Begitu alasan kita. Tapi, apakah tidak lebih baik kita ucapkan terima kasih terlebih dahulu atas kerja kerasnya. Baru menyampaikan ketidakpuasan dengan cara yang santun. Atau, kalau kita seorang kakak, sering tidak menghargai kerja seorang adik. Dalam hal mengerjakan pekerjaan rumah misalnya. Kadang kita ekspresikan ketidakpuasan kita dengan mimik jengkel bin bete. Belum lagi ngomel-ngomel ga jelas. Padahal kalau kita sikapi dengan senyum dan penghargaan, itu lebih bermanfaat. Bahkan untuk diri sendiri. Hati kita lebih terjaga kebersihannya. Itu lebih mulia dihadapanNya. Belum lagi, adik kita akan lebih bersemangat membantu dan akan semakin lebih baik tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu seperti perjalanan. Mungkin suatu saat kita akan menemukan kegelapan dalam hidup kita. Itulah yang kusampaikan lewat sajak _LORONG_ . Jalan gelap itu bisa saja menjadi satu-satunya jalan yang harus kita lewati. Maka, hanya kepada Sang Cahaya kita meminta petunjuk. Segala kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa kita pasti bisa melewatinya. Kalau hati dan pikir sudah menutup segala kemungkinan, maka tertutuplah jalan. Bisa jadi prasangka-prasangka itu mewujud menjadi do’a. Maka lebih baik berprasangka positif dan ia akan menjelma menjadi hasil positif. Mau kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukuri apa yang kita dapatkan. Nilai ini baru merasuk tajam dalam pikirku, terucap dari seorang bapak penjual keripik. Hampir menitik air disudut pandangku saat beliau bercerita kisah hidupnya (akan kukisahkan secara khusus nanti). Nilai syukur pada apapun yang kita dapatkan menjadi sebuah kekuatan untuk bisa menjalani hidup ini dengan nikmat. Walaupun kita tidak mempunyai materi seperti orang kebanyakan, tapi ketika syukur senantiasa kita wujudkan maka kemudahan akan selalu kita temukan. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 tahun sudah kulalui hidup ini. Tentu masih banyak yang harus aku pelajari. Masih terlalu banyak yang harus aku ambil dari sekian banyak nilai hidup. Agar bisa merasa dan memaknai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun kalian yang telah membersamai hidupku selama ini, aku ucapkan TERIMA KASIH yang teramat sangat. Sungguh kalian adalah anugerah. Allah swt tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.&lt;br /&gt;Karena kalian, aku mengenal kasih sayang, cinta, iba.. dan seribu rasa serupa. Dan bersama kalian aku menggores marah, benci, iri... dan seribu lara lainnya. Untuk itu aku memohon maaf yang sebesar-besarnya. Sering diri ini lupa. Sering diri ini terlena. Ku mohon, maafkan aku...&lt;br /&gt;____________________________________________________________________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-3949402579570387469?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/3949402579570387469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/merasa-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3949402579570387469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3949402579570387469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/merasa-hidup.html' title='Merasa Hidup'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-76406968049077371</id><published>2009-11-12T18:30:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T20:28:03.957-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ada-ada saja'/><title type='text'>Sepasang Mata di Suatu Senja</title><content type='html'>9 nopember 2009. Kembali (lagi) di suatu senja, menjelang pukul 6. Sehabis pulang kantor, kusibukkan diriku dengan pekerjaan rumah yang tadi pagi lupa kulakukan. Membuang sampah. Hmm… lupa atau malas ya? Ah tidak penting untuk dipikirkan, karena sekarang aku sudah bergerak untuk melakukan tugas itu. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti kulangkahkan kakiku menuju tempat pembuangan sampah terdekat di komplek rumahku. Tidak jauh. Dari rumah hanya berjalan beberapa meter ke kiri, belok kanan, terus aja sampai mentok. Belok kanan lagi, sekitar sepuluh meter ada deh te pe es-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan tempat berkumpulnya benda-benda yang oleh manusia dianggap tak berguna lagi itu, ku lempar satu plastik gede sampah yang kubawa dari rumah. Hups! Dan bersemayamlah sampah itu pada tempatnya. Lalu aku berbalik, kembali pulang. Dan... Ops! seketika itu juga mataku bertabrakan dengan sepasang mata. Mata itu menatapku. Tajam. Ia sedang berdiri, di dekat rerimbun semak. Ya, jelas sekali Ia sedang menatapku. Mengawasiku. Ya ampun, hatiku bergemuruh. Kucoba melangkahkan kakiku ke arah rumah. Tapi mata itu menarikku kembali untuk menatapnya. Deg! Ia masih di sana. Gagah sekali. Gumam hatiku. Ah, buat apa aku hiraukan. Cuekin aja. Begitu sisi hatiku yang lain bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kulangkahkan kaki-ku menuju rumah. Tapi, baru beberapa langkah, hatiku kembali berdesir. Penasaran. Ya Rabb, kenapa Engkau ciptakan makhluk segagah itu. Entah pikiran apa yang membuatku memutar kaki. Melangkah mendekatinya. Aku harus menguak misteri ini. Sungguh, rasa ingin tahu-ku sangat besar memakan ruang pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan. Kuberanikan diri melirik ke arahnya. Ya ampun... mata itu semakin tajam menatap. Tapi, kali ini ada semburat keheranan didalamnya. Heran kali sama diriku yang ternyata berani mendekatinya. Huh! Siapa takut. Demi melihat keheranan itu, aku semakin memantapkan hati dan langkah tuk mendekatinya. Tinggal beberapa langkah lagi, penasaranku akan terobati. Apa sih maksudnya? Berani sekali menggoda hatiku. Dialog diri kian menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sedikit lagi. Wajahnya semakin jelas terlihat. Dan... Aha! Mata itu, tak setajam tadi. Mata itu berubah menjadi mata yang heran. Haha! Aku lah yang menang. Begitu aku membatin sembari tersenyum. Baru saja mulutku ingin menyapa, tiba-tiba ia berbalik dan berlari menjauh dariku. Hah! Aku terdiam seketika. Kutatap dalam kaki tegapnya dari belakang. Tampak seperti itupun Ia terlihat gagah. Hh! Hatiku sungguh tergoda. Saat itu, di suatu senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ia berlari? Mungkinkah ia malu? Atau takut? Atau heran? Yah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Walaupun kecewa, kubiarkan saja itu terjadi. Biarkan sketsa itu melukis di kanvas duniaku. Sosok di balik semak yang mengukir misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari melangkah pulang, bibirku tak henti mengembangkan senyum. Ada kelucuan juga mengingat kejadian barusan. Tapi, kuakui bahwa aku juga sangat penasaran. Dengan mata yang tajam itu. Pada kakinya yang tegap. Warna kulitnya mengingatkanku pada kucingku yang telah tiada. Ia memiliki belang yang sama. Dasar putih dengan totol totol kecil berwarna hitam di punggungnya. Buntutnya yang pendek dengan bentuk melingkar juga persis sama. Aku jadi kangen keling, kucingku yang lama hilang saat aku masih kuliah dulu. Hiks. Sosok itu mirip banget. Apalagi matanya. Mata tajam yang menatap malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;*sebuah ungkapan cinta untuk seekor kucing dibalik semak, yang memandangiku saat buang sampah disuatu sore. Sori, kuganggu aktivitasmu mengais sampah-sampah itu...he, tp sungguh, aku tergoda ^_^.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-76406968049077371?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/76406968049077371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/sepasang-mata-di-suatu-senja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/76406968049077371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/76406968049077371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/sepasang-mata-di-suatu-senja.html' title='Sepasang Mata di Suatu Senja'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6865028713454333927</id><published>2009-11-12T18:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T20:32:04.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my view'/><title type='text'>Aku dan Sebatang Rokok</title><content type='html'>Masih ingat catatanku yang berjudul “Sore yang Dilematis” (coba tengok deh). Disana aku bercerita tentang rokok. Nah, sekarang aku pengen berbicara lebih tentang benda yang satu ini. Semua ini tentang pengalamanku bersama sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama. Pernah suatu ketika, aku berkumpul dengan kawan-kawan di panggung Gelora, sebuah pusat budaya di kota ku. Hanya kumpul-kumpul sambil main-main saja. Ga ada pertunjukkan apapun saat itu. Aku ingat waktu itu sore hari. Tiba-tiba ada seorang teman cowok yang datang sambil memegang sesuatu yang kecil berwarna putih. Rokok. Seketika itu juga aku kesal dan memarahinya. Sok ngasih nasehat karena aku emang ga suka dengan yang namanya rokok. “Nah, mau kah?” dia nantangin. Tanpa pikir panjang, akupun mengambil sebatang rokok dari tangannya. Dan dengan bengis bin sadis, ku patah jadi dua rokok itu. Persis di depan mukanya. Dia dan beberapa kawan yang lain melongo. Tak cukup dengan itu, kuinjak-injak rokok itu sampai tak berbentuk. Setelah itu akupun berlalu, pulang. Saat itu aku masih duduk di bangku es de.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman kedua. Masih saat es de. Aku and the gank punya hobi yang rutin kami lakukan tiap minggu. Obok-obok pasar. Haha, ga penting ya, tapi itulah masa kecilku. Setiap gerombolan kami masuk pasar, pasti selanjutnya akan terjadi canda yang ga jelas. Demi menjaga solidaritas dan kebersamaan, kami ga pedulikan bagaimana orang-orang memandang. Aneh. Mungkin begitu pikir mereka. Tapi, kami kan masih anak-anak, wajar dong. Ah, pembelaan. Sampai, ada sesuatu yang sangat sakit tiba-tiba menyentuh kaki kananku. Ow! Begitu teriakku. Sakitnya seperti tertusuk jarum. Kemudian kulihat kakiku (betis bagian bawah). Beruntung, aku pake celana panjang waktu itu. Ops! Ada lubang kecil di celanaku. Aduh, kenapa ya? Heranku terjawab saat sekilas tampak didepanku ada bapak-bapak dengan sebatang rokok ditangannya melenggang tanpa rasa bersalah. Hh! Pantes. Rupanya percikan bara dari rokok si bapak itulah yang mengenai kaki-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ketiga, saat aku tahu bahwa kakakku satu-satunya ternyata menjadi perokok. Marah. Inilah yang aku rasakan saat mengetahui kakakku bersentuhan dengan barang yang paling kubenci. Bagiku rokok adalah penyakit, ga ada manfaatnya sedikitpun kecuali perwujudan sebuah ketidakpercayaan diri dan egoisme. Setiap aku melihatnya merokok, selalu kupelototi. Teramat sering mulutku komat kamit mengeluarkan nasehat dan peringatan tentang bahaya rokok, tapi semua itu lewat begitu saja. “Ah, namanya juga lelaki.” Begitu kilahnya. Hh, tambah dongkol aku. Saat itu aku masih es em pe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman keempat. Sering aku melihat orang-orang (para perokok) dengan seenaknya membuang puntung rokok. Yang membuatku sebel adalah puntung rokok itu dibuang begitu saja tanpa dimatikan terlebih dahulu apinya. Apa ga mikir sih bagaimana dampak yang bisa diakibatkan. Mungkin saja kan kalau penyebab kebakaran hutan itu karena si puntung tadi. Bahkan kebakaran di pasar atau ditengah-tengah pemukiman yang sering terjadi, bisa jadi penyebabnya sama, rokok. Ada lagi yang semakin membuatku geram, ialah pengendara (baik roda dua atau empat) yang dengan seenaknya melemparkan puntung rokok yang belum mati. Bagaimana kalau puntung itu kena mata orang lain yang ada dibelakangnya? Adakah rasa bersalah di hati, sedangkan para pelaku ga mau tau kemana puntung itu mendarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini hanya sekelumit pengalamanku yang juga beberapa diantara kalian, bisa jadi sempat mengalaminya. Ada beberapa hal yang ingin kusimpulkan mengenai multiple efek para perokok, terutama para perokok aktif yaitu :&lt;br /&gt;1. Perokok aktif adalah penyebab utama munculnya perokok pasif&lt;br /&gt;2. Perokok bisa menjadi penyebab kebakaran hutan atau yang lainnya&lt;br /&gt;3. Perokok bisa menjadi penyebab kecelakaan yang dialami seseorang akibat puntung yang belum mati&lt;br /&gt;4. Perokok menjadi penyebab penyakit hati bagi orang lain, yaitu dongkol alias marah alias kesal bin sebel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu, tidak kah kalian sadar wahai perokok bahwa kalian adalah pelaku kejahatan terselubung! Bagaimana kerugian-kerugian yang diderita orang lain hanya karena gengsi dan egoisme yang kalian perturutkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ingin berbagi dan mengingatkan. Semoga manfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6865028713454333927?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6865028713454333927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/aku-dan-sebatang-rokok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6865028713454333927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6865028713454333927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/11/aku-dan-sebatang-rokok.html' title='Aku dan Sebatang Rokok'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7220359742685233528</id><published>2009-10-19T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:32:55.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='de trip'/><title type='text'>“Pelabuhan Rasa di Bukit Tinggi” (Jejak Lain di Ranah Minang)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/St1c9N1VdgI/AAAAAAAAAGw/sPHce5hKa7Y/s1600-h/singgalang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/St1c9N1VdgI/AAAAAAAAAGw/sPHce5hKa7Y/s200/singgalang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394570135414863362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjuk ke angka 7 malam waktu indonesia barat. Kuhirup dalam udara malam dari lantai dua The Hill’s Hotel. Sengaja kubuka jendela kamarku, ingin kurasakan dinginnya malam di Bukit Tinggi. Ngarai sianok yang sore tadi kulihat gagah berdiri tepat di depan kamarku, kini hanya mengisyaratkan kerlip lampu rumah-rumah yang ada dikaki gunung Singgalang. It’s amazing. Begitulah Bukit Tinggi mempesonaku. Tak ingin pesona itu hilang, maka kubiarkan jemariku menari-nari melukiskannya dalam sebuah untaian kata. Kata yang sangat sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah jejak langkah seorang lajang di ranah minang, melihat betapa indah anugerah hidup yang diberikan Sang Maha padanya. Bukan atas runtuhnya padang akibat merekahnya bumi. Tapi, jejak yang lain di Bukit Tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembah anai.. Jalan berkelok, tebing tinggi mengelilingi, pepohonan nan rimbun, serta terdapat panorama air terjun yang memukau. Menerjang tebing dan dengan megahnya menampakkan riaknya di salah satu sudut jalan lembah. Mengisyaratkan kelembutan dengan pancaran kerendahan. Sungguh indah nian kurasakan.&lt;br /&gt;Sebuah rasa kurindukan. Rasa yang lama tak kusampaikan secara lisan, pada Yang Terkasih… ialah ketundukan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngarai Sianok dan gunung Singgalang. Dua kembara yang tak terpisahkan dengan sebuah anak sungai diantaranya. Mengalir memberikan harapan bagi manusia-manusia yang telah menapak hidupnya disepanjang alirannya. Tebing-tebing ngarai begitu luar biasa mengejewantahkan kepercayaan dirinya. Singgalang bagaikan sebuah kekuatan, sedangkan sianok laksana sebuah keyakinan yang meneguhkan. Kekuatan itu akan melawan siapa saja ketika keyakinannya terusik. Begitulah lukisan makna yang tersirat dari balik kabut yang menyelimuti keduanya pagi itu. &lt;br /&gt;Mengusik asa dihatiku, sebuah asa yang patut ditanya setiap saat, apa kabar keyakinanku padaNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam Gadang. Dentingnya bisa saja muncul tanpa dikira. Pernah ku dengar, ternyata jarum jam menunjukkan angka 6.30 pagi. Aneh! Itu awal kesan yang kutangkap. Biasanya bunyi jam akan bersuara pada waktu-waktu yang tepat, 5- 6- 7 dan seterusnya. Tapi itulah Ia, jam dengan ukuran yang sangat besar. Menjadi megah di alun-alun kota. Mengingatkan siapa saja di dekatnya untuk memperhatikan waktu. Karena waktu begitu cepat hadir dan bisa begitu saja lenyap. &lt;br /&gt;Satu rasa lagi menyelinap di relung jiwa ku. Sebuah rasa untuk lebih lagi mengungkapkannya. Ialah syukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Atas. Berbagai barang dari pakaian, sepatu, sampai perhiasan dijual ditempat ini. Tempatnya memang berada di dataran tinggi. Saat berpijak di sana, aku bisa melihat kota dibawahnya. Memasuki pertokoan, sungguh surga dunia bagi wanita. Yang hobi belanja pasti bakal borong banyak. Bagus-bagus semua. Apalagi harga jauh lebih murah daripada di daerahku. Yang paling banyak dicari pendatang biasanya mukena, pakaian solat wanita. Di sana juga banyak souvenir-sovenir bukit tinggi. Dan semuanya bagus-bagus. Satu hal yang membuatku terkesan di tempat itu adalah keramahan orang-orangnya. Mereka senantiasa menyapa pelanggan dengan tidak memaksa, hanya sekedar meyakinkan untuk mampir dan melihat barang-barang jualannya. Tentu dengan senyum mereka yang terkembang. Sungguh hadir ditengah-tengah mereka tidak membuatku canggung, seperti di rumah sendiri. Walaupun aku sama sekali tidak bisa berbahasa minang. &lt;br /&gt;Satu lagi rasa yang lama kurindu. Sebuah rasa yang lama tak menyentuh sisi manusiawiku. Rasa itu penghargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sejenak aku di bukit tinggi. Tapi, kala mobil kijang yang kutumpangi bergerak meninggalkannya, hatiku pilu. Kutatap dalam singgalang yang hanya diam. Berharap dia mampu menghentikan waktu dan membiarkanku lebih lama merasakan kasih di bukit tinggi, tempat dimana telah kulabuhkan rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kupejamkan mataku dan kuhirup dalam-dalam udara yang masuk dari kaca mobil yang sengaja dibiarkan terbuka. Selamat tinggal bukit tinggi. Kutinggalkan hatiku di kaki Singgalang. Hingga satu saat nanti aku akan kembali tuk mengambilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(catatan ini hanya sebuah ungkapan “jatuh cinta”-nya seorang lajang dengan satu sisi di ranah minang, sebuah perjalanan yang sangat sayang untuk diabaikan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7220359742685233528?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7220359742685233528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/pelabuhan-rasa-di-bukit-tinggi-jejak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7220359742685233528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7220359742685233528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/pelabuhan-rasa-di-bukit-tinggi-jejak.html' title='“Pelabuhan Rasa di Bukit Tinggi” (Jejak Lain di Ranah Minang)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/St1c9N1VdgI/AAAAAAAAAGw/sPHce5hKa7Y/s72-c/singgalang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6875205659010541996</id><published>2009-10-14T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T01:39:01.667-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Resensi buku</title><content type='html'>Catatan Wanita Lajang : Dan Tersenyumlah Kepada Dunia&lt;br /&gt;Oleh Aditya Agustyana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah judul buku ini, pffffh, sebuah hembusan tanda keprihatinan akhirnya keluar juga dari mulutku, buku setebal 236 Halaman ini bercerita banyak hal tentang kepedihan dan kesedihan wanita yang ketika memasuki usia matang masih juga belum didampingi oleh pangeran terkasih, imbasnya ini telah membuatku lebih empati, simpati dan BANGGA kepada saudariku-saudariku yang konon kabarnya punya perasaan sangat halus. Ditulis oleh 5 lajangster sabar dan perkasa (semoga Alloh SWT meridhoinya, amiin) yaitu : Azimah Rahayu, Lusiana M Hevita, Otrimayani, Rahmadiyanti dan Nanik Susanti.&lt;br /&gt;Mereka menulis dengan bahasa yang begitu renyah yang dengan mudah dapat dilahap oleh rasa maupun akal. Memang, kesedihan dan kepedihan kadang menelusup dalam cerita ini tapi tidak jarang pula derita itu pun diselingi rasa sabar, optimis dan syukur kepada Maha Penguasa. mereka bercerita baik pengalaman pribadi maupun pengalaman teman2 terdekatnya yang sudah bergelar “mbak” tapi belum juga dikaruniai jodoh.&lt;br /&gt;Menikah, siapa sih orang normal di dunia yang tidak menginginkannya, tuntasnya separuh dien, tentramnya hati karena selalu ada kekasih yang mendampingi untuk berbagi segala hal dari keluh kesah sampai canda tawa riang. Namun menuju hal tersebut tidak semua orang dapat mengusahakannya dengan mudah, 21 kali proses, begitulah salah satu judul kisah diantara beberapa kisah di buku ini, 21 kali proses menuju pernikahan dijalani seorang akhwat dalam waktu 7 tahun terakhir, dari umur 22 sampai 29 tahun yang semuanya gagal, banyak hal yang menyebabkan proses itu kandas di tengah jalan, dari mulai kriteria untuk calon suami yang terlalu ideal, terus pernah juga menemukan ikhwan yg menurut dia ideal dan sudah pada tahap khitbah tetapi ketika akan menikah, prosesnya terhenti karena orangtua si ikhwan membatalkannya !!! dan ada lagi kegagalan berikutnya yang membuat aku tak kuasa untuk membendung air mata yaitu pada usia 29 tahun akhwat tersebut akhirnya kembali menemukan pasangan yang dia anggap ideal, prosesnya berjalan dengan lancar tapi apa mau dikata, sebelum akad nikah sempat terucap, ternyata sang ikhwan meninggal dalam suatu kecelakaan. &lt;br /&gt;Tapi satu yang aku salut dari akhwat tersebut, ternyata sekarang dia tetap menikmati dunianya, katanya : “tidak semua orang dapat mengalami hal ini, pengalaman adalah guru yang paling berharga, dari sanalah kita mendapatkan hikmah dan pelajaran yang banyak dari Alloh SWT. Dari proses tersebut ada beberapa pelajaran yang telah dia tarik diantaranya :&lt;br /&gt;1. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan&lt;br /&gt;2. Setiap orang benar-benar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan mereka layak mendapati penghargaan layaknya sebagai seorang manusia&lt;br /&gt;3. Lebih baik mencintai apa yang telah dimiliki ketimbang mencintai sesuatu yang belum diperoleh&lt;br /&gt;4. Jodoh adalah Takdir Alloh SWT, bahkan hal-hal sepele pun bisa menjadi penyebab kegagalannya&lt;br /&gt;Di sisi lain kisah, ada juga akhwat yang tenang dan berpandangan sangat positif, Life Begins At Forty, itulah kisahnya dan prinsipnya, kita jangan suudzon dulu, bukan, bukan dia yang bermaksud dan berniat menikah diumur 40 tahun, sejak lulus kuliah akhwat ini mengaku dia bukannya tanpa usaha menuju ke arah itu, ketika dia bekerja pun, dia sempat punya harapan kepada ikhwan sekantornya, mereka berhubungan dekat sebagai rekan kerja, diskusi2 tumbuh diantara mereka berdua tapi apa daya, tampaknya si ikhwan hanya ingin menjadikannya teman diskusi dan bukan sebagai istri, hmm tangan kembali hanya bertepuk sebelah, setahun dia berjuang untuk memulihkan kondisi hatinya. Berbagai ujian telah mendera batinnya. Sekarang usianya tidak lagi muda, 33 tahun !!, dan dia bersyukur dia masih diberi ketenangan oleh Alloh SWT walaupun keinginan menikah tetaplah ada. Dia teringat kisah khadijah .r.a yang menikah di umur 40 tahun, 7 tahun waktu yang tersedia membuat dia akan terus berusaha, belajar mengumpulkan bekal untuk sebuah tanggung jawab besar, menjadi istri dalam suatu keluarga.&lt;br /&gt;Bagaimana jika sebelum umur 40 dia meninggal, dia berkata : “saya akan memohon kepada Alloh, untuk meridhoi saya, saya telah memulai langkah kemarin dan sempat jatuh, sekarang saya sedang mencapai cita-cita saya”&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika setelah umur 40 tahun cita-citanya belum tercapai, dia tertawa renyah dan berkata : “saya akan menyusun kembali cita-cita baru agar saya bisa mencapainya pada usia 50 tahun” &lt;br /&gt;“Carilah Ilmu dari Buaian dampai Ke Liang Lahat”, begitulah kedudukan ilmu di sisi Alloh, akhwat lain bercerita di umurnya yang sudah kepala 3, berbagai ilmu dia lahap sambil menunggu masa penantian, dan dia sekarang sedang proses untuk mengambil program S3, malangnya keluarga besarnya menghalanginya, menurut keluarganya : “laki2 cenderung ngeper kalo bersanding dengan wanita yang jenjang pendidikannya lebih tinggi”, hmm sebuah alasan yang tidak dapat diterima menurutnya, lagipula dia tak tahan menahan beban mental bila dia diam mendekam di rumah sambil menunggu pangeran datang, dia berkata “memangnya Alloh SWT memerintahkan janganlah kuliah S3 tetapi menikahlah terlebih dahulu ?”, lagipula lanjutnya lagi “siapa tahu dengan aku kuliah lagi aku malah mendapati pasanganku di kelas tersebut, ibarat petani yang menemukan belut ketika menanam padi, siapa tahu aku mendapatkan bonus yang berupa belut itu he he”&lt;br /&gt;selanjutnya, Buku ini bukanlah tanpa cerita konyol, di bagian lain kisah seorang akhwat berumur matang bertutur, teman2 kantor sangat perhatian dan prihatin akan kondisinya yang belum mempunyai suami. Seorang teman wanitanya yang belum begitu paham tentang seluk beluk agama Islam, menawarkan lelaki padanya, akhwat itu lantas berpikir, “hmm tidak ada salahnya dicoba, toh namanya juga ikhtiar, siapa tahu lelaki yang ditawarkan oleh temannya itu walaupun tidak begitu paham tentang islam, asal dia bereperilaku hanif, nah bisa jadi ladang dakwah nih ketika menikah nanti” &lt;br /&gt;kemudian, “Gubraks”, si lelaki mengajaknya nonton, “proses macam apa ini ?” dia bergumam dalam hati, untungnya si mak comblang meyakinkan bahwa ke bioskopnya rame2 bareng dengan teman2 sekantor, hatta, hari itupun tiba, “hiks, ternyata si lelaki membatalkan janjinya karena menurut mak comblangnya dia sedang lembur”&lt;br /&gt;kesempatan kedua lelaki tersebut mengajak untuk bertemu lagi, si akhwat pun mencoba meminta kepastian, “tidak ada lagi pembatalan kali ini”, mak comblangnya meyakinkannya, si akhwat tersebut akhirnya mencoba maju dan bersiap-siap, akhwat tsb adalah seseorang yang berpenampilan sederhana, jadi dia tidak punya baju atau sepatu yang dikatakan “bagus” untuk pertemuan malam nanti, namun karena si akhwat berniat memaksimalkan usaha, maka dia pun memaksakan diri membeli satu stel pakaian dan sepatu untuk keperluan ikhtiarnya. Di kantor dia gelisah dan tegang, ketika dia berada di mushala, mak comblang menghampirinya dan memberi kabar yang kurang enak, kembali si lelaki membatalkan janjinya. “hmm, ya sudahlah mungkin belum saatnya”.&lt;br /&gt;Nah malamnya si akhwat melakukan suatu kebiasaan iseng, yaitu me-miscalled teman2nya, dan salah satunya si lelaki itu, tidak lama kemudian ada SMS masuk : “ngapain malem2 ngeganggu suami orang, mo ngajak kencan yah”, dezigh, aura kemarahan langsung mendekap dirinya, si akhwat marah kepada si lelaki dan mak comblangnya, dia mencoba menghubungi mak comblangnya beberapa kali, ternyata mailbox dan dia tidak berhasil, akhirnya dia memilih berwudhu dan shalat untuk meredam kemarahannya.&lt;br /&gt;Esoknya akhwat tersebut kembali tenang, lalu mencoba meminta keterangan dari mak comblangnya, mak comblangnya bercerita bahwa dia pun tidak tahu kalau si lelaki itu sudah punya istri, akhirnya setalah diteliti dalam 2 minggu berikutnya, memang si lelaki itu sudah punya istri dan ternyata rumah tangganya di ambang kehancuran. Cukup sampai di sini, akhwat tersebut berkata, mak comblangnya pada akhirnya meminta maaf padanya dan dengan menangis mereka pun berpelukan.&lt;br /&gt;~THE END~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6875205659010541996?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6875205659010541996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/sebuah-resensi-buku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6875205659010541996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6875205659010541996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/sebuah-resensi-buku.html' title='Sebuah Resensi buku'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1799183875574218005</id><published>2009-10-14T01:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T01:37:46.599-07:00</updated><title type='text'>Senyum itu berkata : “Ambo takut, Uni…”</title><content type='html'>Wajah anak-anak itu polos sekali. Saat kusapa, mereka sedang asyik bermain-main dengan bayangan mereka sendiri yang terpantul di badan mobil kijang yang kami bawa. Usia mereka kira-kira 7 – 8 tahun. Sambil bercanda, akupun iseng bertanya ke mereka. &lt;br /&gt;“Waktu gempa kemaren, adik takut ga?” kusesali lontaran pertanyaan barusan. Tapi, cukup mengejutkan saat mendengar ia menjawab,&lt;br /&gt;“Takut, Uni…” singkat, tapi bukan kalimat itu yang mengejutkanku, melainkan bagaimana ekspresi gadis kecil itu sembari masih asyik bermain-main. Dia tersenyum. Manis sekali. Tidak ada beban di sana. &lt;br /&gt;Oh Rabbi, apa yang ingin kau ajarkan padaku? Apakah artinya mereka tidak perlu dibantu Apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, sudah sangat jelas menjawabnya. Rumahnya hancur, sekolahnya darurat, bahkan seragam juga tak punya. Tapi, anak-anak itu masih bisa tersenyum. Sungguh luar biasa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... aku tau! Mereka tersenyum untuk Indonesia. Untuk masa depan yang lebih indah. Aku jadi malu sendiri. Bagaimana sering mengeluh hanya karena harus nambah jam kantor beberapa jam demi menyelesaikan deadline. Atau dongkol-dongkol ga jelas gara-gara berprasangka yang tidak-tidak. Lihat mereka! Betapa tabah menghadapi cobaan yang sangat besar, bahkan ada yang kehilangan keluarga. Betapa rasa syukur masih mereka tampakkan saat derasnya kepedihan. Aku ingat, saat menyapa seorang ibu tua di pinggir jalan, ia berkata “saya sabar kok, ini adalah jalan dari Allah...”.  Subhanallah, kecil sekali diri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, berada di Padang Pariaman, episentrum gempa di Sumatera Barat, aku mendapati sebuah spirit untuk bangkit, pantang menyerah, dan berserah diri pada Sang Penguasa. &lt;br /&gt;Senyum mereka buktinya! Terima kasih Indonesia, begitu juga sirat maknanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.21 am wib&lt;br /&gt;Posko Dompet Dhuafa, Padang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1799183875574218005?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1799183875574218005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/senyum-itu-berkata-ambo-takut-uni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1799183875574218005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1799183875574218005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/10/senyum-itu-berkata-ambo-takut-uni.html' title='Senyum itu berkata : “Ambo takut, Uni…”'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4920065139021635179</id><published>2009-09-25T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T18:32:54.610-07:00</updated><title type='text'>Lemahnya Sang Perindu</title><content type='html'>Di atas sajadah malam kulumpuhkan raga&lt;br /&gt;Mengalirkan riak-riak hati&lt;br /&gt;Menuruni lembah kerendahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manusia, hanya manusia&lt;br /&gt;Tak ada lebih dari diriku&lt;br /&gt;Tak secuil hak atas diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sajadah malam kusembahkan jiwa&lt;br /&gt;Mengiba jalan untuk bahagia&lt;br /&gt;Menadah setetes cinta di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manusia, hanya manusia&lt;br /&gt;Tak ada lebih dari diriku&lt;br /&gt;Tak secuil hak atas diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sajadah malam kuharap jawab&lt;br /&gt;Bukan atas tanya&lt;br /&gt;Hanya membangun keteguhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manusia, hanya manusia&lt;br /&gt;Tak ada lebih dari diriku&lt;br /&gt;Tak secuil hak atas diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sajadah malam kurindu kasih&lt;br /&gt;Membelai lembut langkah&lt;br /&gt;Menepiskan segala gundah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb...&lt;br /&gt;Engkaulah tempat kupinta segala&lt;br /&gt;Engkaulah tempat kuurai doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahim...&lt;br /&gt;Kusadar diri ini lemah&lt;br /&gt;Diri ini penuh cela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan karena air mata-ku&lt;br /&gt;Bukan pula karena batas fisik-ku&lt;br /&gt;Aku tak sekuat yang kukira&lt;br /&gt;Hanya fana yang membutakan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manusia, hanya manusia&lt;br /&gt;Tak ada lebih dari diriku&lt;br /&gt;Tak secuil hak atas diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Huda...&lt;br /&gt;Gambarkan padaku bentuk kekuatanku&lt;br /&gt;Pada kanvas langit dunia&lt;br /&gt;Agar ku bisa membangunnya&lt;br /&gt;Di jiwa, diraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahman...&lt;br /&gt;Peluk akalku dalam ilmu-Mu&lt;br /&gt;Hingga tak tercerai dalam serpihan kesombongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Ya Rabb...&lt;br /&gt;Aku manusia, hanya manusia&lt;br /&gt;Tak ada lebih dari diriku&lt;br /&gt;Tak secuil hak atas diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku berharap dengan sangat&lt;br /&gt;Atas segala pinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18-09-2009&lt;br /&gt;05.30 am&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;terinspirasi dari tokoh Aya, Para Pencari Tuhan jilid 3&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4920065139021635179?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4920065139021635179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/lemahnya-sang-perindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4920065139021635179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4920065139021635179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/lemahnya-sang-perindu.html' title='Lemahnya Sang Perindu'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2822537257042416848</id><published>2009-09-16T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T23:16:18.859-07:00</updated><title type='text'>Dewi, Akhir Kisah Ketegaran Seorang Gadis</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS.Yunus:49)&lt;br /&gt;Manusia hanya mampu berusaha dan ketetapan itu datangnya dari Allah swt. Semaksimal apapun usaha yang kita lakukan, tapi jika Allah berkehendak lain maka itulah ketetapan yang harus kita terima. Karena itu bagian dari ujian bagi kita untuk bisa menjadi manusia dengan derajat  yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sempat Bercanda dengan Teman-temannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 3 bulan menjalani perawatan (di rumah maupun rumah sakit), akhirnya pada hari minggu, 26 Juli 2009, Dewi menghembuskan nafas terakhirnya di kediaman orang tuanya di Anjir Serapat Km.14. Berita ini sangat mengejutkan rekan-rekannya yang beberapa saat sebelumnya baru saja menjenguknya. Bahkan menurut Iqbal, adik angkatan Dewi, mereka sempat bercanda dan tertawa saat itu. Sampai ada rencana untuk sama-sama mengantar Dewi check up besok harinya ke RS Anshari Saleh, yaitu senin, 27 Juli 2009. Namun, ternyata Allah berkehendak lain. Setelah mengalami sesak nafas yang cukup parah dan pertolongan singkat dari keluarga, Dewi pun pergi untuk selamanya. &lt;br /&gt;Ketika tim RBP mengunjungi rumah duka untuk takziah, kami ditemui oleh Nirwan, kakak Dewi. Kami cukup terkejut karena Nirwan menyambut kami dengan senyum hangat, duka dihatinya tertutupi ketegaran diwajahnya. Walaupun pada dasarnya kesedihan saat ini meliputi hatinya, tapi demi melihat kondisi Ibunya yang masih sakit dan Ayahnya yang baru saja mengalami kecelakaan, tentunya dia tak ingin menambah duka dan kesedihan itu semakin larut. Dia ingin Ibu dan Ayahnya masih bisa tersenyum walaupun saat ini Dewi tak lagi bersama mereka. Allah punya ketetapan yang tak mungkin manusia mampu mengingkarinya, maka Nirwan lebih memilih untuk menerima kenyataan ini sebagai ujian kesabaran bagi keluarga mereka. &lt;br /&gt;Hari minggu (19/07) Dewi dibawa pulang keluarganya. Keputusan ini diambil sesuai saran Dokter. “Atas saran dari dokter yang merawat, Dewi di rawat jalan saja, karna apabila dia terlalu lama dirawat di rumah sakit di takutkan ada penyakit-penyakit lain yang kemungkinan bisa menyerang kondisi kesehatan dewi sekarang ” ungkap Hafiz salah seorang panitia penggalangan dana peduli Dewi.&lt;br /&gt;Menurut Nirwan, setelah dibawa pulang dari rumah sakit, Dewi memang sempat mengalami kejang-kejang, tepatnya pada Rabu malam, 22 Juli 2009. Saat itu, keluarga hanya bisa melakukan pengobatan alternatif dan syukur Dewi mampu melewati masa kritisnya. Selanjutnya Dewipun kembali seperti keadaan semula dan menjalani latihan duduk yang dibantu pamannya. Setelah tiga hari dari kejadian itu, Dewi masih stabil, sehingga keluarga merasa bahwa Dewi akan baik-baik saja. Apalagi, saat teman-temannya berdatangan pada hari minggu (26/07) siang, Dewi terlihat sangat bahagia dan bercanda bersama. Sekitar pukul 16.00 wita, setelah istirahat siang, Dewi mengeluhkan kesulitannya bernafas. Hembusan nafasnya terasa berat dan keluar dari mulutnya. Secepat kilat Nirwan menjemput pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Pamannya memberi bantuan berupa lafaz doa-doa dengan berharap Allah memberi kemudahan bagi Dewi, untuk kesembuhan bahkan kalaupun untuk diambilNya. Masih bersisa harapan Nirwan, hingga akhirnya dia memanggil seorang perawat di Desanya yang bekerja di RS Anshari Saleh. Melihat kondisi Dewi yang begitu lemah, tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit dan setelah berunding dengan pihak keluarga, akhirnya perawat itu hanya mampu memberikan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan yang terus menerus pada tekanan darah. Tepat pukul 16.30 wita Dewi menghembuskan nafas terakhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenang Sosok Dewi, Selama Sakit Tak Pernah Mengeluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sosoknya sangat sederhana dan dikenal ramah di kalangan teman-temannya. Diapun dikenal sangat religius, menjaga amalan-amalan ibadahnya. Mungkin dengan kebiasaannya itulah akhirnya Dewi tumbuh menjadi sosok dengan jiwa yang kuat, walaupun dari penampilannya menunjukkan kelembutan. Hampir tidak pernah terdengar dia mengeluh. &lt;br /&gt;Menurut salah satu keluarganya, saat sakit Dewi tak pernah mengeluh sakit. Bahkan kalau meminta sesuatu penuh rasa sungkan. Pernah saat pamannya membantu melatih duduk dengan menopang tubuhnya, Dewi berujar “Sudah gin Mang, pian kena uyuh.” Padahal kondisi Dewi saat itu sangat ringkih dengan berat badan yang tidak seberapa.&lt;br /&gt;Dewi juga dikenal sebagai pekerja keras. Demikian dituturkan Erly, teman satu angkatan sekaligus teman satu kos selama 2,5 tahun, “Semasa hidupnya Uwi (panggilan Dewi) adalah teman sekaligus saudara yang baik dan lucu, bisa bikin ketawa. Dia selalu ulet belajar tiap malam, apalagi kalau ada ujian, bisa belajar sampai pagi dan ketiduran di lantai.” &lt;br /&gt;“Dewi itu religius, introvert, pendiam yang menghanyutkan, ramah, kuat, dan setia kawan” begitu kesan Putri, teman satu angkatan Dewi di Program Studi Biologi. &lt;br /&gt;Begitulah Dewi dikenal oleh teman-teman kuliahnya sebagai sosok yang kuat dan tegar. Jarang bahkan hampir tidak pernah mengeluhkan masalah, apalagi masalah pribadi dan keluarga. “jarang cerita-cerita, kecuali dia emang udah ga bisa memendam.” Lanjut Erly menceritakan sosok Dewi yang telah banyak menorehkan kenangan bersamanya. &lt;br /&gt;Apapun yang telah terjadi, maka itulah ketetapan yang Allah buat bagi manusia. Kewajiban manusia hanya berusaha menjalani hidup ini dan melakukan yang terbaik. Bagi yang bersabar dan tak kenal putus asa, Allah swt pasti akan menunjukkan kebesaranNya. &lt;br /&gt; Selamat jalan Dewi, kami yakin engkau kini bahagia. Semua tawa, tangis, dan canda yang pernah terangkai dalam hidup yang kita lalui bersama, akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan. Engkau adalah hikmah bagi kami yang masih hidup. Untuk bisa menjadi lebih tegar. Untuk bisa menjadi lebih sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terima Kasih para Donatur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kami sekeluarga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik dalam hal biaya pengobatan maupun perawatan bagi Dewi, sungguh tak bisa kami membalasnya kecuali hanya berharap Allah akan membalasnya dengan yang lebih baik”&lt;br /&gt;Demikian dituturkan Nirwan saat kunjungan tim RBP ke rumah duka. Terlebih kepada Panitia Peduli Dewi, dalam hal ini adalah teman-teman, adik angkatan Dewi, dan RBP sendiri, yang sampai saat penguburan masih memberi bantuan dan dukungan moril bagi keluarga. Dari teman-teman Dewi jualah, donasi digalang. Selain itu, melalui himpunan mahasiswa Biologi Apidae, mereka melakukan piket jaga untuk menemani dan membantu keluarga Dewi di rumah sakit. Iqbal yang juga berada di rumah duka hari itu, selaku ketua himpunan, menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk solidaritas teman dan alumni. Hari itu, dia dan beberapa pengurus himpunan akan tetap berada di rumah duka sampai malam, mengingat masih ada acara do’a untuk Dewi dari keluarga. &lt;br /&gt;Panitia Peduli Dewi mengucapkan terima kasih kepada para donatur, baik dari pihak kampus MIPA UNLAM maupun masyarakat yang telah membantu dan mendukung penggalangan dana. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah swt dengan kemulyaan disisiNya. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, keluarga besar Radar Banjar Peduli turut berduka cita atas meninggalnya saudari Dewi Rahmita. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menempuh ujian ini. Kami juga masih menghimbau kepada masyarakat yang ingin membantu keluarga ini, bisa menyalurkan bantuannya melalui RBP. Seperti kita ketahui bahwa kondisi keluarga ini juga cukup memprihatinkan, dengan Ayah dan Ibu yang sakit-sakitan, Nirwan harus berjuang sendiri untuk menghidupi keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2822537257042416848?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2822537257042416848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/dewi-akhir-kisah-ketegaran-seorang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2822537257042416848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2822537257042416848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/dewi-akhir-kisah-ketegaran-seorang.html' title='Dewi, Akhir Kisah Ketegaran Seorang Gadis'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-3224149411340937734</id><published>2009-09-15T00:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T00:54:08.416-07:00</updated><title type='text'>Histori : Kisah Dua Perempuan Perkasa</title><content type='html'>tulisan ini ku ambil dari http://telagahikmah.org, ingin ku abadikan dalam catatanku, untuk kuingat, untuk kukenang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu Saba , sebuah kisah dari al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  menelaah sejarah, dimana al-Qur’an menceritakannya dari dimensi fenomenal, kita mendapatkan figur ratu Saba’ -kisahnya dan dialognya dengan seluruh rakyatnya- setelah mendapatkan surat dari Nabi Sulaiman As seperti yang dijelaskan oleh al-Qur’an. Dia segera mengumpulkan seluruh rakyatnya lalu bermusyawarah tentang apa langkah yang terbaik menghadapi tantangan Nabi Sulaiman dan bagaimana menjawab surat beliau. Dengan berlindungnya ratu Saba’ dalam  majlis musyawarah cukup menjadi bukti akan  pemikirannya yang jauh ke depan dan pribadinya yang agung. Pribadi pemikir ini pun sebenarnya mampu mengambil keputusan dalam posisinya sebagai raja tanpa terlebih dahulu bermusyawarah dengan majlis kerajaannya, tapi dia bertahan dengan bermusyawarah. Sebagaimana dikisahkan dalam surah an-Naml:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia (Balqis) mengatakan: Hai pebesar-pembesar! Telah datang kepadaku sebuah surat yang berharga. Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan (isinya) “Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang”. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong, datanglah kalian kepadaku sebagai orang yang berserah diri. Ia (Balqis) berkata , ‘Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan ini. Aku tidak akan memutuskan persoalan sebelum kamu berada dalam majlisku”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balqis dengan analisa diplomatisnya meminta kepada seluruh pembesarnya untuk membantunya bekerja sama dalam masalah yang penting. Namun pembesar kaumnya menyerahkan kepadanya untuk memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan apabila ada maslahat didalamnya. Sebab mereka telah percaya pada kecerdasan dan kecemerlangan pemikirannya. Olehnya itu dia diposisikan sebagai penentu awal dan akhir sebuah masalah. Pada dasarnya para pembesar kerajaan telah siap dengan keputusan yang akan ditetapkan Ratu Balqis dalam urusan pemerintahan  untuk menghadapi intimidasi dari luar demi untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negeri mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Para pembesar) mengatakan, “kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga keberaniaan (dalam berperang), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang kamu perintahkan”. Dia (Balqis) berkata ”Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; dan demikian pulalah apa yang mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa hadiah), dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Ratu Balqis sangat logis dan berdasarkan pertimbangan yang matang bahwa demikian adalah jalan yang terbaik. Sebab cara birokrasi belum cocok untuk dijadikan sebagai jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu langkah pertama yang diambil sang ratu adalah meneliti kepribadian nabi Sulaiman As, kemudian menilai permasalahannya, apakah tujuan nabi Sulaiman adalah negatif sama seperti para raja yang lain yang hanya akan menjajah dan mengintervensi kemerdekaan orang lain? Dalam situasi seperti ini solusi yang lebih sehat adalah meninjau terlebih dulu seberapa kemampuan dan kekuatan yang ada. Dan apakah dia betul sebagai  utusan Tuhan dan membawa kebenaran serta mau berdialog dengannya dalam masalah yang didakwahkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Balqis untuk mengirimkan hadiah kepada nabi Sulaiman As bertujuan untuk mendapatkan titik terang yang menggembirakan dan agar nabi Sulaiman As mengetahui bagaimana kekuatan yang dimilikinya. Kalau  Sulaiman adalah sebagai seorang Raja,  dia akan tertipu dengan hadiah sebesar itu dan kalau dia mempunyai tujuan yang lebih besar dari itu (hadiahnya) pasti akan membuatnya murka; namun apabila dia benar seorang Nabi dia tidak akan terpengaruh sedikitpun dengan unsur materi. Keputusan yang diambil oleh ratu Balqis, adalah keputusan yang sangat rasional, berdasarkan perhitungan yang matang dan sesuai dengan pertimbangan akal sehat, bukan atas dasar perasaan dan kesombongan. Dan itu juga didukung oleh potensi yang dimiliki birokrasi pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an menunjukkan kepada kita perempuan dalam sosok ratu Saba’, manusia yang memiliki kecerdasan akal dan tidak sekedar mengikuti perasaannya. Karena tanggung jawab yang diembannya yang membuahkan pengalaman, kematangan rasional dan kesempurnaan pola pikirnya maka dalam hal ini dia mampu memimpin jalannya roda pemerintahan di saat negerinya  mempunyai ribuan laki-laki yang memiliki kekuatan, kemampuan dan kecerdasan untuk memikul tugas itu. Menganalisa sosok perempuan ini menerangkan betapa  perempuan  juga mampu memikul tugas berat politik dan sosial di tengah kelemahan (fisik :penj) ke-perempuanan-nya -yang kadang berpengaruh negatif pada pola pikir dan dalam posisi mengambil keputusan dan kepemimpinan pada umumnya-. Oleh karena itu, klaim akan kelemahan (pada kaum perempuan) dalam hal tertentu bukanlah suatu hal yang deterministic (keterpaksaan), kendatipun juga tidak bisa dilepaskan sama sekali dari padanya, sebagaimana yang juga terjadi pada kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kisah, setelah Nabi sulaiman As dengan mukjizatnya  memindahkan singgasana kerajaan Balqis ke tempatnya dan setelah dialog yang berlangsung di antara mereka akhirnya ratu Saba’ menerima dan menyatakan keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini merupakan bukti bahwa perempuan pun mampu mengambil keputusan dalam urusan yang penting dan menarik kesimpulan berdasarkan pertimbangan yang matang  yang bahkan tidak  dimiliki oleh kebanyakan kaum  laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Fir’aun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya sebelum membahas berbagai tema yang lain ada baiknya kita kembali menengok sejarah  keadaan isteri Fir’aun yang hidup di tengah gelimangan harta, kemewahan dan kemegahan. Namun, isteri Fir’aun memandang rendah segala kemewahan dan kemegahan tersebut disebabkan kekuatan iman yang di milikinya. Dia tidak terjebak dalam kehidupan yang menipu, thagut, dan kufur. Suatu kehidupan yang dari satu sisi penuh dengan kezaliman, penindasan, kesombongan, dan perampasan terhadap hak-hak orang lain dan di sisi lain dipenuhi oleh udara yang sesak dengan dosa, penyimpangan dari Tuhan, jauh dari kebaikan manusiawi dan tujuan ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Fir’aun menginginkan kehidupan yang agamis, namun dia tidak mendapatkan kesempatan untuk merealisasikannya karena lingkungan  kehidupannya yang penuh tekanan kezaliman suaminya. Asiah mengadukan persoalannya ke Tuhannya dan berlepas diri dengan  jiwa dan pemikiran atas segala sesuatu yang terjadi. Dia meminta diberikan kesabaran menanggung semuanya. Terkadang ketika terdapat suatu kelemahan yang  mampu menggoyahkan dirinya, dia selalu meminta inayah dan pertolongan dari Tuhan, sebab sangatlah sulit bertahan dan sabar dalam keadaan seperti itu. Dia memohon kepada Tuhannya agar dibuatkan baginya rumah di surga  yang abadi dan agar dibebaskan dari kejahatan Fir’aun dikarenakan tidak tahan melihat perbuatan Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Allah Swt  menceritakan kisah isteri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman -laki-laki dan perempuan- agar menjadi contoh dan teladan yang baik untuk menguatkan iman dalam mengalahkan kezaliman dan thagut -dengan seluruh makar dan tipu dayanya-. Demikian juga Allah menjelaskan kisah Maryam As sebagai teladan moral yang sempurna  dan sebagai contoh orang yang membenarkan kitab-kitab dan sebagai hamba yang taat kepada Allah Swt -karena seluruh sisi kehidupannya adalah ibadah-, Allah Swt mengabadikan mereka dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman,  ketika ia berkata ,” Ya Tuhanku ! Buatlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam surga dan selamatkan aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim. Dan (ingatlah) maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh ciptaan Kami dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.[3] [Diterjemahkan oleh Suharbul dari Jastarha-ye Zan, karya Allamah Sayid Husain Fadhlullah Hf]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-3224149411340937734?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/3224149411340937734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/histori-kisah-dua-perempuan-perkasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3224149411340937734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/3224149411340937734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/histori-kisah-dua-perempuan-perkasa.html' title='Histori : Kisah Dua Perempuan Perkasa'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4068887456581143834</id><published>2009-09-14T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T22:15:18.627-07:00</updated><title type='text'>Jejak Malam Tanglong</title><content type='html'>22 Ramadhan 1430 H/12 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05.55 pm. Malam tanglong!. Malam arak-arakan yang biasanya dilakukan tepat pada malam 21 ramadhan. Baru nyadar dengan kebiasaan ini menjelang berbuka. Aku masih di kantor. Kusesali juga kemalasanku menyelesaikan pekerjaan akhir pekan, menulis berita kolom, siang tadi. Hh...gimana aku pulang malam nanti ya? Tanya hati yang enggan sekali ku jawab. Jujur, walau suka sekali dengan menulis, aku masih perlu mood yang nyaman untuk melakukan itu. Beruntung, malam itu aku ditemani seorang rekan kerja hingga berita selesai kutulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 9 malam semua isi kolom sudah kubuat, dengan dibantu rekan-ku itu tentunya. Satu berita lintas aksi, satu berita aksi kemanusiaan, himbauan zakat, tambahan materi iklan, ucapan idul fitri, dan empat foto kegiatan. Yap, komplit. Segera kami serahkan ke redaksi. Selanjutnya kami meluncur pulang. Rupanya rekan kerja-ku itu sudah punya planning untuk menghindari macet di sepanjang jalan ahmad yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wani ja lo jalan trikora?”tanya dia meyakinkanku.&lt;br /&gt;“Hmm...berani dunk,”jawabku, ada sedikit ragu kurasakan. Tapi lekas kutepis, ku alihkan keyakinanku pada hal-hal positif. Hanya Allah tempat bergantung segala sesuatu. Bismillah. Jupiter yang dikendarai rekanku melaju, beriringan dengan deretan kendaraan-kendaraan roda dua yang rata-rata ditumpangi anak muda. Semua melintas satu arah, Banjarbaru. Ooo...begini ya suasana malam tanglong. Biasanya aku hanya mendengar kabar dari ade-ade tingkat tentang malam tanglong, sekarang aku berada di antara deretan peminat kebiasaan bulan ramadhan itu. Belum masuk kota aja udah lumayan padat, gimana di dalam kota? Tanya yang sama sekali tak ingin kubuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dipertigaan brimob, jupiter kami belokan, masuk ke arah Palam. Sempat ku tengok dipersimpangan, beberapa polisi sibuk mengatur lalu lintas. Hh...lebih padat. Benar-benar tidak bisa kubayangkan bagaimana kondisi dalam kota. Sekali lagi, tanpa keinginan untuk membuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian kondisi berubah drastis. Sepi. Sangat sepi.&lt;br /&gt;“Pegangan lah, aku ngebut di trikora.”rekanku mengingatkan. Kubenahi peganganku segera. Jupiter semakin kencang. Angin malam kurasakan semakin dingin. Kuedarkan pandanganku ke sekitar. Gelap.&lt;br /&gt;Memasuki kawasan trikora, kami serempak berhamdalah. Ada dua mobil dan satu truk di depan kami. Oh, ternyata tidak sesunyi yang kami kira. Cukup lega kami beriringan dengan mobil-mobil itu. Satu resiko yang harus kami tanggung, debu. Yah, mending daripada kami harus berjubel-jubel ria dalam kepadatan sepeda motor. Tidak apalah malam ini kami mandi debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang jalan kuedarkan pandangan, menjelajahi alam remang di jalan trikora. Jalan yang dibuat khusus untuk truk-truk pengangkut batu bara. Malam itu hanya satu dua truk yang berpapasan dengan kami. Mungkin pebisnis tambang juga lagi menikmati malam tanglong. Pikirku iseng, mencoba mengalihkan kegelisahan malam di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ukh, malam ini ada dua hal yang sangat kontradiktif” pernyataan rekanku membuatku heran. Dia mengarahkan pandanganku ke depan, beberapa meter dari posisi kami. Dua buah mobil yang sejak tadi beriringan dengan kami.&lt;br /&gt;“Bayangkan, di sepanjang ruas jalan ahmad yani pasti puadat dan ruibut sekali, sedangkan di sini...” mendengar pernyataan rekanku itu aku tersenyum. “yap” jawabku singkat. Mungkin orang-orang yang memilih melewati jalan trikora ini mempunyai urusan yang sangat penting. Begitu pikir kami. Dan urusan kami? Hanya satu, pulang. Setelah menuntaskan program ramadhan, tepat hari itu, tak ada yang lebih penting bagi kami selain istirahat. Selama tiga minggu ramadhan, hampir tiap hari kami fulltime di kantor. Bisa dihitung dengan jari kami berbuka puasa di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di sebelah kiri kami, nun jauh di sana, bertebaran kembang api di langit. Pasti itu di Murjani, pikirku. Semakin kencang angin bersama debu menemani kami malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami sampai di pertigaan trikora, jupiter kami belokan ke kiri dan singgah di warung makan Subur. Kami rasa perlu mencari sesuatu, untuk sahur besok.&lt;br /&gt;“bayangkan lagi Ukh, gimana tadi orang berduyun-duyun ke Banjarbaru...” tiba-tiba rekanku bersuara. Aku diam sejenak, kemudian mengangguk pertanda mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saja fenomena itu juga bisa kita lihat ketika waktu-waktu sholat tiba, pasti indah sekali.” Kalimat itu datar, tapi begitu menyentuh relung hatiku. Benar-benar takjub aku demi mendengarnya. Entah, diantara ribuan orang yang saat ini menikmati malam tanglong, adakah yang memiliki pemikiran sama dengan rekanku itu. Aku saja tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, kami berserah diri dalam tiap urusan...tunjukilah Ya Huda...&lt;br /&gt;Sungguh, malam itu penuh hikmah bagiku. Terima kasih ka Hayah, untuk menemaniku, untuk mengajariku, untuk menjagaku, hingga aku bisa melepaskan penat raga malam itu...&lt;br /&gt;Ya Rabb, Engkau lah tempat segala pinta...mudahkanlah Ya Rahim...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4068887456581143834?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4068887456581143834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/jejak-malam-tanglong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4068887456581143834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4068887456581143834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/09/jejak-malam-tanglong.html' title='Jejak Malam Tanglong'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2750969780249190120</id><published>2009-08-31T23:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T23:34:07.719-07:00</updated><title type='text'>Bahwa Wanita Itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah seorang kakak (sebut saja namanya Ayu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Yu...besok kamu pulang ya, kita rembukkan hari pernikahanmu.” Suara datar dari telepon genggam itu menggetarkan jantung Ayu seketika, bak meteoroid yang tidak habis terbakar di atmosfir lantas menghantam lautan pasir yang menggurun di bumi.&lt;br /&gt;“Hari pernikahan? Emang kapan aku dilamar.” Tanya dalam hati itu tak sanggup Ayu ungkapkan demi mengingat bagaimana keluarga dan lingkungan di kampungnya menilai sebuah arti pernikahan, terlebih pada seorang gadis sepertinya. Sudah selesai kuliah, bekerja, dan cukup umur. Apalagi yang ditunggu? Maka dari mulut yang kelu hanya terucap sedikit kata,&lt;br /&gt;“Baik Bah, Ayu pulang besok...” kelu, benar-benar kelu bibir Ayu.&lt;br /&gt;Sesampai di rumah orang tuanya, barulah Ayu mengetahui bagaimana cerita pernikahan yang telah (baca: terpaksa) disiapkan untuknya. Cerita itu mengalir dari mulut ibunya.&lt;br /&gt;Bahwa telah datang seorang laki-laki yang telah mengaku mengenal Ayu dan ingin memperistrinya. Entah karena pertimbangan apa, sang Abah langsung menerima lamaran itu. Tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Ayu. Selanjutnya Ayu dikabari hanya untuk memastikan kapan hari pernikahan itu akan dilangsungkan.&lt;br /&gt;Bahwa Ayu tak bisa berbuat apa-apa lagi mengingat bagaimana nanti nasib keluarganya jika Ia menolak lamaran itu. Bagaimana keluarganya akan di cemooh oleh masyarakat yang sangat memandang rendah seorang wanita yang menolak lamaran seorang laki-laki, apapun alasannya.&lt;br /&gt;Bahwa Ayu tak bisa membayangkan bagaimana Abah dan Ibu akan mampu menahan rasa malu. Sungguh Ayu tak bisa berbuat apa-apa. Walaupun ada sisi yang tidak Ia sukai dari laki-laki yang telah melamarnya itu. Ya, Ayu memang mengenal laki-laki itu. Laki-laki yang pernah menyatakan perasaannya kepada Ayu, tapi ditolaknya. Ayu melihat akhlak yang kurang baik dari diri laki-laki itu.&lt;br /&gt;Maka, Ayu hanya mampu berusaha untuk menjadikan pernikahannya barokah sehingga kelak rumah tangganya juga diiringi limpahan berkah dari Allah swt. Dan ketika ditawarkan kepadanya beberapa waktu yang baik untuk menikah, dengan mantap Ia menjawab,&lt;br /&gt;“Lebih cepat itu lebih baik, Bah!”&lt;br /&gt;Ah, bahwa wanita itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah seorang Adik (sebut saja namanya Ririn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedekatan orang tua, terjadilah ajang perjodohan antara Ririn dan Bara (nama samaran). Awalnya Ririn tidak suka dengan ajang perjodohan itu karena lucu aja, masa zaman high tech begini masih ada jodoh-jodohan. Namun (lagi-lagi) karena tak ingin menyakiti orang tua maka Ia ikuti apa yang dikehendaki orang tuanya. Maka, perkenalan demi perkenalan Ia jalani. Ririn berusaha untuk tetap menjaga adab pergaulan dan perkenalan yang Ia lakukan bersama Bara. Barapun ternyata memiliki prinsip yang sama. Inilah yang Ririn syukuri dibalik keragu-raguan proses yang Ia jalani.&lt;br /&gt;Cukup lama perkenalan bersama Bara Ia jalani. Sedikit demi sedikit ada ketidakcocokan yang Ia rasakan. Istikhoroh pun Ia lakukan berkali-kali dan ragu-ragu di hati Ririn semakin menjelma nyata menjadi sebuah penolakan. Tapi, rasa hormat teruntuk ayah dan bunda-nya mengikat asa di hati Ririn untuk bersuara. Ditengah-tengah kebimbangannya, Ririn teringat percakapannya dengan seorang teman. Saat itu dengan desakan hati yang teramat sangat, akhirnya Ia menceritakan kegalauannya pada seorang teman.&lt;br /&gt;“Komunikasikan aja Rin sama ayah bunda...” begitu temannya memberi pertimbangan.&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau nanti ayah bunda merasa tersinggung, terus depresi karena bingung bagaimana bilang ke papanya Bara?” Ririn mencoba menahan bulir-bulir kristal yang siap meluncur dari sudut matanya.&lt;br /&gt;“Tapi kamu belum mencobanya kan? Berkomunikasilah dengan cara yang baik, tunjukkan itikad baikmu sama ayah bunda.” Kembali temannya memberi dorongan.&lt;br /&gt;Ririn termenung. Lirih Ia berucap, “Tapi...”&lt;br /&gt;“Sudahlah Rin, kamu coba saja. Pelan-pelan... setelah itu biarkan Allah yang menentukan. Tsiqohbillah...” senyum tulus itu seperti menguatkan hati Ririn. Ya, aku harus ngomong. Begitu Ririn memantapkan nyali.&lt;br /&gt;Begitulah, akhirnya komunikasi demi komunikasi Ririn jalani untuk memberi pengertian kepada orang tuanya. Pelan. Penuh kesabaran. Awalnya sangat sulit, tapi Ririn terus mencoba. Dan rupanya ada tangan Allah disana, menyentuh hati ayah bunda Ririn dengan kasih. Mereka dengan legowo menerima keputusan anaknya. Ririn kini bisa tersenyum lega. Bukan senyum akan kemenangannya melawan otoritas orang tuanya, tapi sebuah senyuman lega karena Ia semakin menyadari betapa kasih sayang orang tuanya sungguh tak terkira.&lt;br /&gt;Kini, Ririn berjuang lagi. Tidak untuk sebuah janji perjodohan. Tapi, untuk sebuah cita-cita. Sebuah hadiah bagi orang tuanya. “Ayah bunda, akan kutunjukkan bahwa masih ada seribu cara untuk memberi kebahagiaan pada kalian...” begitu Ririn berazzam dalam hati.&lt;br /&gt;Lagi, bahwa wanita itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kisah di atas ku ambil dari kisah nyata wanita-wanita yang ada didekatku. Bahkan ada yang langsung menceritakan kepadaku (tengkyu ya De). Sedikit kubumbui memang, biar menarik (he). Tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin berbagi, ingin memberi tahu dunia bahwa mungkin wanita lemah secara fisik tapi ada kekuatan sejati dalam dirinya. Yang hanya bisa dilihat dan dirasa dengan mata hati, bukan mata biasa.&lt;br /&gt;Tulisan ini kudedikasikan untuk wanita-wanita perkasa yang dengan berani menentukan langkah dalam hidupnya, bahkan dengan resiko sebesar apapun. Bravo untuk kalian!!! Semoga aku bisa juga menjadi bagian dari kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2750969780249190120?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2750969780249190120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/bahwa-wanita-itu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2750969780249190120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2750969780249190120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/bahwa-wanita-itu.html' title='Bahwa Wanita Itu...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2404457506084240014</id><published>2009-08-21T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T21:25:54.887-07:00</updated><title type='text'>Ruang Dengar</title><content type='html'>Namanya Arpaniyah. Tubuhnya tinggi kurus. Dari penampilan terlihat bahwa dia termasuk kalangan orang tidak berada. Tapi satu hal kelebihannya, cara bicaranya lugas dan sopan. Aku menebak bahwa mungkin Ia juga sering berkumpul dengan orang-orang terpelajar. Dia bekerja sebagai buruh setrika ke rumah-rumah. Sedangkan suaminya menjadi staf honorer di pemerintah kota. Sudah 10 tahun tapi belum juga diangkat sebagai pegawai negeri. Anaknya 3 orang. Yang tertua sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;“Kesetrum listrik saat manjat pohon di depan sekolahnya”. Begitu kisahnya. Yang kedua seharusnya sudah bisa duduk di kelas 6 SD, tapi karena sempat berhenti dan baru bisa sekolah lagi maka Ia baru masuk ke kelas 3.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah ada yang berbaik hati membiayai anakku sekolah.” Ibu itu tampak berbinar matanya.&lt;br /&gt;Dan yang paling bungsu sekolah di sebuah TK yayasan. Ia mendapat potongan separo biaya sekolah di sana. Sekali lagi kulihat matanya tampak berbinar saat menceritakan kehidupannya di kota ini. Mungkin Ia berfikir di zaman seperti ini ternyata masih ada orang yang sangat baik.&lt;br /&gt;Dengan kehidupan pas-pasan yang Ia jalani, Arpaniyah ternyata punya kebiasaan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Ia terbiasa berbagi dengan keluarganya di kampung.&lt;br /&gt;Seperti yang akan Ia lakukan siang itu, saat Ia mendapatkan paket sembako gratis. “Biar sedikit yang penting bisa berbagi dengan keluarga yang lain.” Akunya.&lt;br /&gt;Sebuah fenomena yang sangat menarik menurutku. Ditengah-tengah kesempitan yang Ia jalani ternyata tidak membuat hatinya juga sempit. Malah semakin luas. Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada Bu Arpaniyah sekeluarga. Doaku.&lt;br /&gt;Lama kami sama-sama terdiam, tiba-tiba Ia bertanya padaku, “hmm... kalau mengeluhkan seseorang itu bisa dibilang mencemarkan nama baik ya?”&lt;br /&gt;Keningku berkerut, bingung dan hati-hati Ia berucap sambil sedikit berbisik, “kami tuh bingung harus mengadu ke siapa, pas ada orang baru di kantor suamiku dan punya kenalan orang dalam bisa langsung diangkat, tapi suamiku sudah 10 tahun, tidak diangkat-angkat, mau ngadu takut dilaporin mencemarkan nama baik”&lt;br /&gt;Aku bingung harus berkata apa. Hanya senyum yang bisa kuberikan pada Ibu itu. Sebuah senyum kecut untuk ketidakadilan di dunia ini yang masih saja menindas orang-orang kecil. Maaf Ibu, saya cuma bisa mendengarkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2404457506084240014?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2404457506084240014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/ruang-dengar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2404457506084240014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2404457506084240014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/ruang-dengar.html' title='Ruang Dengar'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8832642578931876904</id><published>2009-08-21T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T21:23:13.240-07:00</updated><title type='text'>Jika Aksi Sosial Hanya Kamuflase</title><content type='html'>Apa yang anda pikirkan ketika anda hadir di suatu tempat dimana di sana akan dibagikan sembako gratis, tapi ditengah-tengah acara ada perkenalan salah satu calon kepala daerah? Biasa aja?&lt;br /&gt;Tidak dengan saya. Saya cukup gerah dengan apa yang saya lihat siang kemaren. Yang saya tahu, saya hadir di sana untuk membantu pembagian sembako gratis untuk kaum dhuafa. Tapi, acara yang dikemas pake ceremoni itu malah jadi ajang kampanye salah satu calon kepala daerah. Padahal pilkada masih satu tahun lagi.&lt;br /&gt;Yang membuat saya heran, pengenalan oleh pembawa acara dan tuan rumah itu mempunyai intensitas yang cukup sering. Pada saat sambutan, saat mau bagi sembako, dan saat menjelang akhir acara. Yang diperkenalkan duduk ditempat khusus, berkelompok dengan undangan-undangan khusus. Terpisah dengan masyarakat yang hadir. Heran ya? Mau jadi wakil rakyat kok eksklusif gitu.&lt;br /&gt;Menurut saya, masyarakat ga perlu diperkenalkan dengan cara seperti itu. Kalaupun ingin menjadi tokoh dan ingin memimpin masyarakat, maka jadilah bagian dari mereka. Berkumpul dan mendengarkan keluh kesah mereka. Tidak ada pembatas. Tidak ada protokol. Tidak ada rasa segan yang teramat sangat. Cukup menjadi teman. Cukup menjadi rekan.&lt;br /&gt;Masyarakat kita sudah sangat cerdas kok. Mereka tahu bagaimana memilih pemimpin. Mereka tidak perlu kartu nama plus janji-janji. Mereka hanya perlu bukti. Hanya perlu kepedulian pemimpin mereka dalam bentuk empati, tidak hanya simpati.&lt;br /&gt;Sungguh miris hati saya waktu itu, mengingat kegiatan itu adalah aksi sosial bersama lembaga kemanusiaan tempat saya bekerja. Wah, kecolongan nih!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8832642578931876904?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8832642578931876904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/jika-aksi-sosial-hanya-kamuflase.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8832642578931876904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8832642578931876904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/jika-aksi-sosial-hanya-kamuflase.html' title='Jika Aksi Sosial Hanya Kamuflase'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1094556228905136916</id><published>2009-08-18T23:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T23:05:06.631-07:00</updated><title type='text'>Sore Yang Dilematis</title><content type='html'>Kembali pada suatu sore (kenapa juga kisahku ini sore melulu…), ketika menunggu seorang adik, ku dekati seorang ibu yang sedang menjaga warungnya. Warung itu kecil, di pinggir jalan. Tidak banyak yang dijual. Hanya beberapa makanan dan minuman ringan, beberapa botol bensin serta rokok. Aku pikir daripada menunggu hanya dengan duduk-duduk saja, mending ngobrol sama ibu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai aku mendekatinya, aku masih bingung akan ngomong apa. Melihat wajahnya yang tersirat penuh masalah, tanpa senyuman, aku agak takut kalau-kalau nanti aku dicuekin atau malah dikira ingin macam-macam. Tapi, lekas kuusir pikiran-pikiran itu, dan kuawali pertemuanku itu dengan sebuah senyuman sok akrab. Kubuka pembicaraan dengan menanyakan kesibukannya. Ibu itu menjawab dengan nada yang biasa. Kuperhatikan wajahnya dan penuturannya. Satu menit. Dua menit. Ah! Ternyata kekhawatiranku tidak terbukti. Ibu itu menyenangkan. Dia terbuka dengan persoalan hidupnya. Tentang anaknya yang berumur 3 tahun yang terpaksa Ia tinggalkan di rumah, karena dia harus bekerja. Tentang suaminya yang hanya menjadi penjaga parkir di sebuah sekolah tinggi. Tentang sepinya dagangan akhir-akhir ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jual bensin 10 liter, habisnya 3 hari, sunyi banar…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sebuah keputusasaan terpancar ketika Ia berucap itu. Kuanggukan kepalaku sekedar menunjukkan simpatiku. Ingin kutanyakan bagaimana kesehariannya dalam menjalani hidup dengan keterbatasan. Tapi urung kulakukan mengingat ini baru kali pertama pertemuanku. Mungkin lain kali aku akan ngobrol lagi dengannya, toh aku cukup sering ke tempat ini. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu melanjutkan pembicaraannya mengenai barang dagangannya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ah, aku kada berani ngambil barang banyak wahini, kecuali rokok. Lumayan pang mun rokok tu. Kawa ja menutupi modal.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg. Ini dia, dilematis itu. Satu sisi, rokok itu harus diperangi karena mengancam keberlangsungan manusia. Merokok hanyalah pekerjaan sia-sia. Cuma menghisap dan mengeluarkan asap dari mulut. Apa kerennya? Malah dapat penyakit. Tapi, satu sisi, rokok bisa menjadi penolong bagi mereka yang masih terbatas ekonominya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kawan? Apa yang mesti kita lakukan? Jawabnya cuma satu : berbagi. Jangan pernah ragu untuk memberi karena Allah itu sangat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, aku berjanji akan kembali ke tempat itu lagi dan menemui ibu itu, karena ada satu hal yang harus kutanyakan padanya. Siapa nama ibu? ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1094556228905136916?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1094556228905136916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/sore-yang-dilematis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1094556228905136916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1094556228905136916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/sore-yang-dilematis.html' title='Sore Yang Dilematis'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7669450997887121136</id><published>2009-08-11T20:52:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T20:52:45.164-07:00</updated><title type='text'>Hanya Satu Kata</title><content type='html'>Sore itu aku menyimak langsung penuturan seorang lelaki muda tentang kesadarannya untuk berbagi. Dulu, dia pernah ditipu oleh temannya sendiri hingga ratusan juta rupiah. Awalnya Ia shock berat, bahkan sampai mengutuk diri. Ia jatuh. Tapi, dukungan dari isteri dan keluarga membuatnya bangkit. Dan yang semakin membuatnya berlari menyongsong masa depan adalah dukungan dari pimpinan di kantornya. Begitulah, akhirnya ia mampu bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Ia sadari dari peristiwa itu adalah Ia tak boleh lagi bersikap sombong dan harus selalu berbagi . Kini, kira-kira satu tahun setelah kejadian itu, Ia sudah bisa membeli mobil dan membangun bisnis makanan, sebuah pondok dan kafe. Ia rutin memberi santunan kepada anak yatim. Bahkan dari tiap keuntungan bisnisnya, langsung dipotong 2,5% untuk disedekahkan. Ia tak pernah merasa akan kekurangan, karena pelajaran berharga yang menimpanya telah memberikan pelajaran yang terbaik bahwa memberi bukan berarti berkurang, tapi malah akan bertambah. Rumus matematikanya 10 kurang 1 sama dengan 19. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taukah kawan, bentuk dukungan dari istri, keluarga dan pimpinan lelaki itu? Ternyata hanya satu kata, IKHLASKANLAH!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;=menjelang berbuka di kafe mank bujank...= ^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7669450997887121136?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7669450997887121136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/hanya-satu-kata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7669450997887121136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7669450997887121136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/hanya-satu-kata.html' title='Hanya Satu Kata'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7084420752684756738</id><published>2009-08-11T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T20:52:02.510-07:00</updated><title type='text'>I just wanna write...</title><content type='html'>suatu sore seorang teman berbicara tentang kesadaran. Kesadaran adalah sebuah ruang kosong. begitu katanya. sebuah ruang kosong antara belum dan sudah. belum bisa dan sudah bisa. belum tau dan sudah tau. belum berbuat dan sudah berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sangat sepakat dengan pemikiran ini. antara belum dan sudah terdapat ruang kosong bernama kesadaran. ia tidak mati dan tidak diam. dia hanya menunggu untuk dibangunkan, kawan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7084420752684756738?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7084420752684756738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/i-just-wanna-write.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7084420752684756738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7084420752684756738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/08/i-just-wanna-write.html' title='I just wanna write...'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-820334913608231169</id><published>2009-07-15T21:17:00.001-07:00</published><updated>2009-07-15T21:21:58.884-07:00</updated><title type='text'>Kembalinya Daun Yang Berguguran…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sl6q4A_yAFI/AAAAAAAAAFo/08J-2YKbYaA/s1600-h/0100.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sl6q4A_yAFI/AAAAAAAAAFo/08J-2YKbYaA/s200/0100.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358908485934383186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita pernah melihat daun yang sudah menguning lantas gugur ke bumi. Iya lah! Sering banget kale… mungkin banyak di antara kita yang melewatkan momen itu dengan sangat biasa. Ah daunnya kan udah tua, wajar dong rontok. Gitu kali pikir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa banyak yang kemudian berpikir apa sih hikmah dibalik peristiwa itu.&lt;br /&gt;Mungkin yang mencoba memikirkannya hanya orang-orang yang sedang tidak punya pekerjaan. Duduk sendirian di bawah pepohonan, termenung, sembari diguguri dedaunan. Seperti yang kualami pagi ini…^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, kalo kita lihat daun-daun yang berguguran ke bumi, sebenarnya dia tidak lenyap atau hilang. Dia memang akan lenyap beberapa hari kemudian. Kata the biologist sih tergantung daya degradasi si daun itu. Walaupun oleh kacamata biasa (bukan kacamata-ku loh?) dilihat lenyap atau hilang, sebenarnya daun itu hanya merubah bentuknya. Dari lembaran menjadi serpihan. Serpihan itu kemudian terurai kembali menjadi senyawa-senyawa yang bisa beradaptasi pada lingkungan barunya, yaitu tanah. Yap! Senyawa-senyawa itu tak lain adalah unsur hara tanah, yang kata the chemist unsur itu antara lain karbon dan nitrogen. Suer! Menurut ilmu pertanian, karbon ama nitrogen emang sangat diperlukan tanah dan tanaman di atasnya. Tanaman yang tumbuh di atas tanah itu mengambil unsur-unsur hara didalamnya untuk mempertahankan hidup (fungsi alamiah makhluk hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, artinya bergugurannya daun-daun dari pohonnya bukanlah proses menghilang atau lenyap, tapi itu adalah proses untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti manusia, juga senantiasa berproses. Dan dalam melewati proses situ, serendah apa pun kedudukan kita, seburuk apa pun rupa kita, pasti Allah memberikan daya guna dalam diri kita. Yakin aja, fren!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-820334913608231169?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/820334913608231169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/kembalinya-daun-yang-berguguran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/820334913608231169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/820334913608231169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/kembalinya-daun-yang-berguguran.html' title='Kembalinya Daun Yang Berguguran…'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sl6q4A_yAFI/AAAAAAAAAFo/08J-2YKbYaA/s72-c/0100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8644879254984411034</id><published>2009-07-10T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T06:03:20.176-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Bahan Renungan (bersama)…</title><content type='html'>Sahabiyah pernah menuntut hari khusus pengajaran kepada Rasulullah sehingga bisa bertanya tanpa berebut dengan laki-laki, dan dengan terbuka berkata, “ya Rasulullah, kaum laki-laki telah merebut sepenuhnya kehadiranmu, jadi berikan satu harimu untuk kami.” Nabi SAW berjanji memberi mereka satu hari dan dia berkhutbah dan memberikan mereka pengarahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita yang terkenal melukiskan seorang perempuan yang berdebat dengan Umar ra di sebuah masjid tentang persoalan jumlah mahar yang dibayarkan kepada pengantin perempuan. Juga digambarkan bagaimana Umar (khalifah kedua), yang dapat diyakinkan oleh alasan perempuan tersebut, mengubah pendapatnya menjadi setuju dengan pendapat perempuan itu di depan umum. Komentar Umar tentang hal tersebut adalah, “Pengetahuan setiap orang adalah lebih baik dari pengetahuanku.”. Kisah ini dikutip bahkan oleh seorang ahli tafsir terkemuka seperti Ibnu Katsir, dimana Ibnu Katsir menyatakan bahwa kisah tentang Umar tersebut adalah benar. Juga selama masa kekhalifahannya, Umar menunjuka seorang perempuan, Asy Syifa Binti Abdullah sebagai pengawas pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tirai besi antara laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;Kita lihat kisah Musa as yang dikisahkan pernah berbicara dengan dua orang puteri dari seorang laki-laki tua di Madyan (lihat QS. Al Qashash : 23-26). Beliau bertanya dan mendapatkan jawaban dari mereka tanpa ada perasaan bersalah atau merasa malu dan dengan bermurah hati membantu mereka. Salah satu di antara mereka bahkan menyarankan kepada bapaknya agar mempekerjakan Musa, seorang laki-laki yang kuat dan jujur. &lt;br /&gt;Ini salah satu bentuk pengambilan kebijakan dari seorang perempuan dengan pertimbangan yang logis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lainnya adalah tentang Ratu Balqis, yang disebutkan dalam Al Qur’an berunding dengan rakyatnya tentang bagaimana mereka seharusnya menjawab pesan Nabi Sulaiman kepadanya (lihat QS. An Naml : 32-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, tidak ada tirai besi antara laki-laki dan perempuan. Semua memiliki hak peran yang sama. Batasannya adalah bagimana nilai-nilai kebenaran Ilahiyah itu bisa diakomodir (kisah Musa). Islam tidak pernah membatasi satu kaum atas kaum yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua perbedaan dan karakter mendasar dari penciptaan diri kita masing-masing tidak membawa kita kepada keburukan (kesombongan), tapi sebaliknya bisa membawa kita pada kekuatan super menuju kejayaan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku Kedudukan Wanita dalam Islam karya Yusuf Qaradhawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8644879254984411034?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8644879254984411034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/sebuah-bahan-renungan-bersama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8644879254984411034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8644879254984411034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/sebuah-bahan-renungan-bersama.html' title='Sebuah Bahan Renungan (bersama)…'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-851338501726806468</id><published>2009-07-10T05:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T06:00:30.180-07:00</updated><title type='text'>‘Cinta sih, tapi…’</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ka, haram kah jika aq mencintai seseorang. Kenapa Allah mempertemukan ka jika harus kecewa…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg. Sebuah sms dari seorang adik mengagetkanku. Lagi lagi tentang cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu adalah anugerah, maka cintailah yang memberi anugerah. Kata seorang teman kepadaku ketika kutunjukkan sms itu. Kita tentu tau siapa yang memberi anugerah cinta kepada manusia. Ya, Dialah Allah swt, tiada yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mencintai Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuanku dengan seorang teman yang sakit, memberiku kesimpulan tentang mencintaiNya. Aku mendefinisikan bentuk cinta pada Allah adalah dengan memberi. Memberi dengan segala keikhlasan dan kesungguhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Dia memanggil, maka berikan waktu terbaik. Bersegera bahkan mempersiapkan diri sebelumnya. Hal ini mungkin sudah sangat jelas bagi kita. Tapi, konsep memberi disini tidaklah bersifat habluminallah saja, tapi juga bersifat habluminannas, kepada manusia. Dengan memberi ke sesama manusia, artinya kita telah memelihara ciptaanNya, selanjutnya bisa dikatakan itu adalah bentuk cinta kepada Allah. Sederhana kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, sulit untuk direalisasikan. Bahkan ketika ada teman yang minta tolong, perlu diinterogasi dulu. Perlunya apa? Kapan? Berfikir sejenak... hening... kemudian terucap : LIAT NANTI YA, KLO SEMPAT AKU BANTU. &lt;br /&gt;Deg! Itu sama teman yang dikenal. Gimana dengan orang yang bahkan kita tidak kenal? Parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya sangat sederhana, kenapa kita tidak berfikir sederhana saja. Bahwa permintaan tolong itu dari Allah melalui orang lain. Itu ladang amal bagi kita. Itu adalah bentuk cinta kita kepadaNya, teman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam bahasa manusia, jika ditanya cinta ga sama Dia? Jawabnya : Cinta sih, tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;eN Be : buat adik-ku, nikmati aja... ^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-851338501726806468?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/851338501726806468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/cinta-sih-tapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/851338501726806468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/851338501726806468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/cinta-sih-tapi.html' title='‘Cinta sih, tapi…’'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5667559488038123218</id><published>2009-07-10T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T05:59:27.477-07:00</updated><title type='text'>Jangan Berlebih</title><content type='html'>“Jika mencintai sesuatu jangan berlebihan, nanti kalau ditinggalkan sakit rasanya…”&lt;br /&gt;Kurang lebih seperti itu salah satu pesan terakhir Ibu-ku yang sempat terekam oleh Bapak. Sebuah pesan sarat makna, menurutku. Terlebih bagi Bapak karena beberapa jam setelah mengucap kalimat itu, Ibu pergi selamanya dan kami semua sangat kehilangan. Hingga, mata hatiku melihat duka itu masih terasa sampai sekarang. Ibu telah membawa kebahagian terbesar keluarga kami bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman : &lt;br /&gt;”...dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Al An’am : 141)&lt;br /&gt;Kupikir memang memandang segala sesuatu jangan pernah berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan akan lebih banyak membawa dampak buruk. Apalagi terkait perasaan. Dan berbicara perasaan, pastilah identik dengan wanita. Maka, menurutku para wanita seharusnya belajar mengelola pikirannya sebijak mungkin sehingga perasaan tidak mesti dimenangkan dalam pertarungan. Seperti yang dialami oleh Mbah-ku. Cinta yang beliau kelola dalam kerangka perasaan berlebih pada sesosok manusia berhasil membuahkan keluh kesah yang berkepanjangan. Hal ini terjadi ketika Allah swt memberikan sebuah ketentuan jalan hidup kepada beliau untuk dimadu suaminya. Maka, jadilah Mbah selalu merasa diperlakukan tidak adil. Begitulah ketika cahaya Islam belum menyinari hati manusia. Semua dipandang pada ego diri. Mbah yang memang sudah sepuh, tinggal bersama anak dan cucu –cucu beliau, sering mengungkapkan kesedihan dan keluhnya saat kukunjungi. Awalnya aku agak risih mendengarnya, karena semua berisi kesan jelek dan tuduhan untuk istri baru suaminya yang menurutku belum tentu benar. Tapi untuk selanjutnya aku pun bisa memaklumi dan menjadi pendengar bagi beliau. Mbah memang perlu seseorang yang bisa mendengarkan uneg-unegnya. Daripada dipendam dan menjadi malapetaka, maka kubiarkan telingaku menjadi wadah berbagi untuk Mbahku. Pun aku tidak bisa menyikapi perkataan beliau karena aku hanyalah anak kecil, yang bagi kalangan orang-orang jawa sulit diterima pendapatnya. Yang jelas, aku dapat memetik hikmah dari pengalaman hidup orang-orang yang lebih tua dariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain, tentang seorang teman. Beda dengan Mbah-ku, temanku ini jarang bahkan tak pernah kudengar ia mengeluh. Tapi, sering ia menyikapi sesuatu dengan berlebihan. Terlalu dibesar-besarkan. Aku sih mengerti bahwa apa yang dilakukannya adalah cara mendidik adiknya, tapi tetap saja tidak wajar. Sangat disiplin, idealis, tidak ada fleksibilitas sedikitpun. Padahal aku pikir dengan usia adiknya yang sudah cukup dewasa, tak perlu lah untuk diperlakukan seperti itu. Bagaimana cara membereskan tempat tidur dan menyimpan barang-barang, kapan harus mencuci, memasak, apa yang harus disuguhkan. Semuanya dipersoalkan. Kenapa begini kenapa begitu. Satu kesalahan (mungkin lebih tepat kelemahan) yang kulihat dari temanku adalah ketidakterbukaan. Dia sangat tertutup. Menuntut orang lain untuk memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bisa disimpulkan bahwa sikap berlebihan itu terjadi karena ketidakseimbangan perasaan dan pola pikir. Pada kasus Mbah-ku, perasaan sedihnya terlalu besar. Sedangkan pada temanku, pola pikir idealisnya yang terlalu besar.  Padahal semua bermuara pada cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri lebih memilih seperti apa yang disampaikan Ibu, &lt;br /&gt;“Jika mencintai sesuatu jangan berlebihan, nanti kalau ditinggalkan sakit rasanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Ibu kenapa aku semakin mencintaimu ketika engkau sudah pergi. Jauh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5667559488038123218?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5667559488038123218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/jangan-berlebih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5667559488038123218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5667559488038123218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/jangan-berlebih.html' title='Jangan Berlebih'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7088289756283511403</id><published>2009-07-02T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T00:48:58.807-07:00</updated><title type='text'>Saat Isi Kepala-ku Bergolak</title><content type='html'>Lama ga menulis membuat pikiran suntuk jadinya. Dari pada mulutku yang bakal ngaco ngomong ga jelas, maka kucoba untuk menuang hasil refleksi-ku terhadap satu buku yang tiga hari ini menemaniku; "Karena Engkau Perempuan". Sebuah karya dari FLP Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian yang paling aku kritisi,&lt;br /&gt;'Laki-laki dan Perempuan itu Berbeda' oleh Muhammad Idham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;saya ingat apa yang disampaikan John Gray. Perempuan membutuhkan perhatian, dan laki-laki membutuhkan kepercayaan. Perempuan membutuhkan pengertian, laki-laki membutuhkan penerimaan. Perempuan membutuhkan rasa hormat, laki-laki membutuhkan penghargaan. Perempuan membutuhkan kesetiaan, laki-laki membutuhkan kekaguman. Perempuan membutuhkan penegasan, laki-laki membutuhkan persetujuan. Perempuan perlu jaminan dan laki-laki perlu dorongan.&lt;br /&gt;Saya tidak yakin apakah pendapat John Gray benar semuanya. Tapi, harus saya akui bahwa-paling tidak- ada sebuah kesimpulan yang bisa saya ambil, kita berbeda. Itulah yang membuat laki-laki sering tidak paham dengan perempuan karena kita memahami perempuan dengan pemahaman jenis mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul dibenak-ku adalah :lo kok gitu?&lt;br /&gt;Kayaknya untuk memahami satu sama lain kok susah banget ya. Klo ada pengkategorian seperti kata John Gray, malah sangat tidak ada nyambungnya. So, gimana cara memadunya ya? Katanya saling melengkapi, tapi untuk menyambungkannya saja susah lantas gimana dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat sekali dari pernyataan di atas tadi bahwa laki-laki itu EGOIS. Lihat kata-kata berikut : kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dan dorongan. Walah! Super egois nih ceritanya. Lebih dominan rasa prestise-nya. Masa sih laki-laki ga punya rasa empati? Ga ah! Toh Bapak-ku super legowo sama aku dan kakak-ku. Kakak-ku sendiri punya rasa iba yang sangat, kasih sayang yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, benarkah harus seperti itu? Ah, mungkin jika waktunya tiba, jawab itu akan datang dengan sendirinya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7088289756283511403?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7088289756283511403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/saat-isi-kepala-ku-bergolak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7088289756283511403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7088289756283511403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/07/saat-isi-kepala-ku-bergolak.html' title='Saat Isi Kepala-ku Bergolak'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6926894453476862919</id><published>2009-04-28T23:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T23:34:42.590-07:00</updated><title type='text'>Duo Cinta (awas bajakan!!!)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sff07uYuE9I/AAAAAAAAAFg/R4JxKEm18nU/s1600-h/jjjn.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sff07uYuE9I/AAAAAAAAAFg/R4JxKEm18nU/s200/jjjn.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329997990917444562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini kutipan (red : bajakan) tulisannya Mba Asma Nadia dalam ‘La Tahzan for Broken Hearted Muslimah’ (asli, bener-bener kutipan, ). Very recommended! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Satu : Cinta sebelum waktunya …&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ah, cinta menjadi penuh air mata ketika kamu menyadari baik dirimu dan dirinya tidak mungkin memelihara cinta ini. Pertama karena usia. Kamu masih anak sekolah ... (lagu lama ). Masih terlalu kecil, masih seabrek proses pendewasaan yang harus kamu lalui. Masih ngurusin PR atau ulangan yang nilai-nilainya belakangan do mi sol do. Kedua, penyebabnya salah satu atau kedua-duanya (kamu dan dia) belum siap menikah. Sementara sebagai muslimah yang baik, kamu tidak ingin terlibat pacaran atau hubungan tanpa status lainnya. Patah hati? La Tahzan! Jangan sedih sayang. Cinta bagi muslimah memang membutuhkan the right one and the right time… Allah Maha Baik, percaya itu! Mungkin kisah cinta yang sekarang bukan dimaksudkanNya untuk menjadi milik kamu. Coba nikmati dan syukuri karena cinta sebenarnya perasaan yang indah. Coba cari pembelajaran apa yang bisa kamu dapatkan kali ini. Satu lagi, jangan kehilangan kepercayaan terhadap satu hal: kalau jodoh nggak lari kemanaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dua : Cinta yang tak pantas&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu jatuh cinta, tetapi si dia sudah menjadi milik orang. Buruknya lagi, dia pun sebenarnya mencintaimu, setidaknya itu yang dikatakannya. Dan kasus ini terjadi pada muslimah? Ya. Sebenarnya tidak hanya satu, melainkan cukup banyak (dikisahkan dalam buku). Nggak perlu merasa buruk karena memang cinta tidak bisa direncanakan. &lt;br /&gt;Lalu apa yang harus dilakukan ?&lt;br /&gt; Benarkah lelaki ini mencintaimu? Jika dia bisa mengkhianati oarang yang dicintai, dan diam-diam menjalin hubungan denganmu? Laki-laki seperti ini harus diberi label khusus : “JANGAN DEKAT-DEKAT!”&lt;br /&gt;Kenapa? Karena mereka punya potensi untuk tidak mensyukuri cinta yang sebelumnya telah Allah berikan kepada mereka. Tindakan yang dilakukan menunjukkan mereka tidak menjaga dengan sungguh-sungguh perasaan dan kesetiaan kepada perempuan yang dicintai. &lt;br /&gt; Jika lelaki itu sudah menikah, hm... bukankah Islam membuka ruang untuk menjadi yang kedua? Ya, ruang itu ada. Poligami memang ada dalam Islam. Tetapi sebaiknya kamu pertimbangkan dalam-dalam. Tanyakan pada dirimu:&lt;br /&gt;1. Apakah kamu benar-benar yakin tidak ada laki-laki lain di luar sana yang lebih baik dan bisa menjadikanmu yang pertama?&lt;br /&gt;2. Apakah keluargamu siap dengan ini?&lt;br /&gt;3. Apakah dia benar berniat menikahimu, bukan bermain-main? Jika dia menikahimu, benarkah secara resmi atau memilih pernikahan siri (diam-diam). Ini menunjukkan seberapa tinggi niatnya untuk mengakui pada dunia bahwa dia mencintaimu. &lt;br /&gt;4. Apakah kamu siap dengan ini? Ada cukup banyak kasus istri-istri kedua yang frustasi dan tidak bisa melepaskan kecemburuan mereka terhadap istri pertama. &lt;br /&gt;5. Apakah anakmu nanti siap dengan semua ini? Seorang perempuan bukan hanya akan merupakan calon istri seseorang, tetapi juga calon ibu. Adalah kewajiban setiap perempuan untuk memilihkan bapak yang terbaik bagi anak-anaknya. Bukan hanya karena lelaki itu yang paling dicintai, tetapi karena kelayakan-kelayakan yang dia miliki, kualitasnya untuk menjadi ayah bagi anak-anakmu. Yakin si dia merupakan orang yang tepat?&lt;br /&gt;6. Coba pejamkan matamu dan bayangkan kamu berada di posisi perempuan pertama. Bisakah hatimu bahagia sementara di satu sisi kamu tahu ada seorang perempuan, mungkin dengan anak-anaknya, yang menjadi hancur hatinya karena merasa suami/ayah mereka dirampas? Permasalahnnya bukan hanya perasaan tapi bahwa kesedihan itu bisa memiliki efek panjang yang ujung-ujungnya benar-benar menghancurkan masa depan seseorang. Bisakah kamu menutup mata dengan menanggung perasaan seperti ini, setiap malam?&lt;br /&gt; Jika cinta ini membuatmu sedih, barangkali mengakhirinya meski harus melalui kesedihan yang mendalam, bisa melepaskanmu dari beban pikiran dan hati yang selama ini mengungkungmu. Ikhlaskan!&lt;br /&gt; Jika kamu setuju, buang semua kenangan. Gandeng teman-teman muslimah yang lain dan lakukan hal-hal seru yang bisa mengalihkan pikiranmu. Percayalah apalagi jika diniatkan keihklasan itu untuk menjaga istri dan anak-anak dari lelaki itu, maka ini adalah amal saleh untukmu. Wallahu’alam, sebuah ujian lain dari Allah yang mudah-mudahan bisa kamu akhiri sesuai dengan yang Allah inginkan. Dengan menambah pahala, bukan dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap! Sukses banget nih membajaknya... Hanya pengen berbagi kok. Sorri ya Mba Asma, udah ga kenal berani membajak tulisan lagi! (he... bakat kali). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last, moga manfaat deh! Dan ... tunggu edisi bajakan selanjutnya!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6926894453476862919?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6926894453476862919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/duo-cinta-awas-bajakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6926894453476862919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6926894453476862919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/duo-cinta-awas-bajakan.html' title='Duo Cinta (awas bajakan!!!)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Sff07uYuE9I/AAAAAAAAAFg/R4JxKEm18nU/s72-c/jjjn.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-281429463031440422</id><published>2009-04-28T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T23:30:35.711-07:00</updated><title type='text'>Lingkaran yang (kembali) Berulang</title><content type='html'>Siang itu, 3 Januari 2008, terik sekali. Beda dari hari biasanya yang sering mendung dan hujan. Jam 2 siang, aku dan seorang saudara selingkaran-ku tiba di rumah Murabbi. Hari itu memang agenda rutin kami. Tapi, hari itu adalah hari terakhir kami bersama. Lingkaran kami mengalami penataan. Aku sering menganalogikan peristiwa ini seperti proses penataan ulang elektron sebagai reaksi menuju kestabilan. Yah, itulah sunatullah yang telah digariskan. Kebetulan rumah Murabbiku sedang direparasi, jadilah kami melingkar dibelakang rumah beliau, beralaskan tikar lampit dan beratap langit, yang … terik. Hanya beberapa bagian yang lumayan teduh. Bahkan ketika Murabbiku menyampaikan petuahnya, separoh badannya terjamah teriknya sang cahaya. Satu sisi, panasnya hari itu harus disyukuri mengingat minggu-minggu terakhir kota kami tak pernah tersentuh panas. Bahkan daerah tepian laut dan pinggir kota mengalami banjir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tatap satu-satu teman seperjuanganku itu, mereka ada 4 orang. Kembali mengingat lingkaran-lingkaran sebelumnya membuatku tak begitu sedih. Sudah yang ketiga kali ini. Tapi, tiap lingkaran mempunyai sketsa berbeda. Yang jelas, setiap masa yang kulalui membuahkan makna yang indah saat kulihat dengan pikiran positif (belajar dari seorang teman). Seperti perpisahan itu, aku yakinkan diri bahwa ada takdir yang lebih indah di depan yang telah dipersiapkanNya untukku, spesial untukku… Terakhir, kami pun tuker kado. Sebuah hadiah toples dengan bentuk menarik sampai ditanganku, hanya untuk ku. Jazakumullah Sist… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebuah perpisahan pasti terjadi pada sebuah pertemuan. Tapi itu bukan akhir dunia. Seperti sebuah siklus air, semua seperti berulang. Maka, kembali aku mengalami sebuah pertemuan. Beda. Memang berbeda. Tapi aku harus melihat sisi baiknya. Teman-teman selingkaranku kini adalah orang-orang yang lebih berpengalaman dalam hidup ini, maka pastinya aku akan mendapatkan hal-hal baru yang belum pernah kualami sebelumnya. Pasti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb… Engkau tahu bahwa hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepadaMu, telah berjumpa dalam mentaatiMu, telah bersatu dalam dakwah kepadaMu, telah terjalin dalam membela syariatMu. Maka teguhkanlah, ya Allah, ikatannya… kekalkanlah kasih sayangnya… tunjukilah jalan-jalannya… penuhilah hati itu dengan cahayaMu yang tidak pernah sirna… lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepadaMu dan indahnya kepasrahan kepadaMu… hidupkanlah ia dengan bermakrifah kepadaMu… dan matikanlah ia di atas kesyahidan di jalanMu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengenang aku dan mereka &lt;br /&gt;(Mb U, Mb Ti, If, Rt, Tw)&lt;br /&gt;Love U Fillah &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-281429463031440422?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/281429463031440422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/lingkaran-yang-kembali-berulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/281429463031440422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/281429463031440422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/lingkaran-yang-kembali-berulang.html' title='Lingkaran yang (kembali) Berulang'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-41364654071305649</id><published>2009-04-02T23:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T23:25:19.662-07:00</updated><title type='text'>Untuk Perempuan</title><content type='html'>Tergugah hati saya oleh pernyataan seorang supir travel (laki-laki) beberapa waktu lalu, ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah kota di Kalimantan Tengah, Muara Teweh. Berawal dari cerita hidupnya bersama keempat saudaranya yang lain. Ia anak ketiga dan sekarang sedang menanggung hidup dua adiknya yang lain. Hidupnya telah ditanggung oleh dua kakaknya (tradisi keluarga) walaupun hanya sampai mengenyam satu tahun kuliah di teknik mesin (saya lupa nama Universitasnya). Tapi Ia rela melepas kuliahnya untuk bekerja dan memberikan kesempatan adik-adiknya (perempuan) untuk menyelesaikan studinya. Sampai terakhir saya berbincang dengannya malam itu, salah satu adiknya telah menyelesaikan studinya di Akademi Keperawatan dan sudah bekerja dari bulan November 2007. Sedangkan yang satunya sedang mengerjakan tugas akhir di UNES (dulu IKIP Semarang). Satu hal yang Ia katakan kepada dirinya sendiri (yang membuat saya terharu) adalah perempuan harus mendapatkan pendidikan yang layak untuk menjalani hidupnya, sedangkan lelaki tanpa pendidikan tinggi pun masih mampu mencari penghidupan layak untuk dirinya, terkait fisiknya yang kuat. Kata-kata itulah yang menggugah hati saya. Saya berfikir, mungkin hanya sedikit lelaki yang sempat berfikir seperti itu. Apalagi mengingat bahwa perempuan pada akhirnya akan menjadi ibu rumah tangga, yang notebenenya kerja di dapur. Yang menyedihkan adalah pikiran semacam ini juga banyak menjangkiti kaum perempuan sendiri. Banyak yang merasa minder dengan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bahwa perempuan adalah makhluk yang lembut seperti menjadi momok hidup yang sulit dilenyapkan. Ini bukan hanya kata-kata. Coba kita tengok bagaimana perempuan-perempuan Indonesia. Yang belum menikah, mengorientasikan tujuan hidup untuk mencari pendamping (dunia) yang kelak bisa menjaganya dan keluarganya. Ini tidak salah, yang salah adalah orientasinya pada proses. Sedikit yang bisa meluangkan sebagian besar waktunya untuk mengaktualisasikan diri sebagai manusia sosial. Dalam persepsi saya sendiri,  perempuan yang lembut bukanlah perempuan yang lemah. Dalam aspek sosial-lah tempat yang tepat untuk aktualisasi diri bagi perempuan. Kelembutan perempuan adalah senjata dalam peperangan hidup. Senjata dengan peluru yang banyak, bahkan berlebih untuk digunakan sendiri. Senjata untuk berbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi perempuan-perempuan yang sudah menikah. Kebanyakan bahkan hilang dalam kancah peperangan tadi. Mereka disibukkan dengan urusan rumah tangga yang sungguh pelik, katanya. Hanya sedikit sekali yang kemudian bisa muncul kembali sebagai petarung dan mengangkat senjata, memerangi penyakit masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak ada celanya aku tinggal di rumah, tetapi yang aku lakukan ini untuk kebaikan manusia.“&lt;br /&gt;Para shahabiyah kerap melayangkan protes jika mereka melihat posisi mereka mulai dianggap sub-ordinat semata tanpa ada sebab yang jelas. Begitu pula jika hak mereka dikurangi tanpa sebab yang jelas hanya karena mereka seorang perempuan. Padahal pengurangan tersebut tidak disyariatkan dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya maksud bukanlah seperti yang dikatakan para feminis, bahwa perempuan harus sejajar dengan kaum lelaki (gender) dimana tidak ada batasan antara keduanya. Sebagai makhluk yang mengakui keberadaan Ilahi maka tak pantas bagi kita (perempuan) meletakkan perbedaan fisik dengan laki-laki sebagai dasar pemberontakan terhadap fitrah (seorang anak, istri, dan ibu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya sesali adalah kenapa dengan anggapan bahwa perempuan itu makhluk yang lembut dan lemah lantas harus terpuruk dan tak berkarya?.&lt;br /&gt;Fenomena dunia remaja : pacaran, menurut saya adalah bentuk kelemahan perempuan. Apalagi saya lihat gaya pacaran yang dilakukan hanya sebagai bentuk mode pergaulan, bahkan buruknya malah berorientasi seksualitas semata. Faktanya, banyak kasus seks bebas, pelecehan, hingga aborsi di kalangan remaja. Semua berawal dari pacaran, teman tapi mesra, atau hubungan tanpa status. Dan semua itu juga andil dari kelemahan perempuan dalam mengelola perasaan. Sensitivitas perasaan merupakan kelebihan perempuan yang memang secara fitrah diberikan Allah swt sebagai kekuatan terbesar. Coba renungkan bagaimana rutinitas seorang ibu rumah tangga yang seharusnya (mengutip kehidupan seorang Ibu): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi buta bangun pagi, menyiapkan makanan dan perlengkapan suami dan anak, sehingga ketika keluarganya bangun semua sudah siap. Lalu menemani sarapan hingga mengantar anak ke sekolah. Setelah beres-beres (lagi) mengelola usaha yang dimiliki dengan niat membantu perekonomian keluarga. Siangnya, menjemput anak dan menemaninya sampai istirahat siang. Sore hari mengikuti kegiatan lembaga di sekitar rumah dalam rangka sosialisasi dan membangun keharmonisan lingkungan. Malam hari kembali menemani keluarga hingga suami dan anak tidur. Sang Ibu, tidak akan tidur sampai rumah kembali rapi dan menuntaskan pekerjaan yang belum selesai (mencuci dan nyetrika pakaian misalnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya ceritakan bukanlah cerita yang sempurna di alami Ibu tersebut. Kenyataannya, si Ibu ditinggalkan suaminya karena melanjutkan studi. Dan Ia punya 2 anak, yang kecil belum genap 2 tahun. Ibu itu juga punya usaha konveksi dan aktif di sebuah organisasi. Semuanya dijalankan dengan seimbang. Maka, siapa lagi yang lebih kuat dibandingkan sosok perempuan? Siapa lagi yang bisa membagi perhatian dan tangannya untuk banyak hal? Semua itu ada pada perempuan. Maka, untuk apa terbuai pada pesona duniawi yang tak kekal. Untuk apa mengumbar perhatian untuk seseorang yang mungkin akan menyakiti kita?.  Untuk apa membuang air mata untuk seseorang yang belum tentu akan menemani kita sampai tua?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu kelemahan perempuan : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ia sering lupa betapa berharga dirinya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;…Women without her man is nothing, Man without his women is nothing...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-41364654071305649?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/41364654071305649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/untuk-perempuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/41364654071305649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/41364654071305649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/04/untuk-perempuan.html' title='Untuk Perempuan'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4187005135721862993</id><published>2009-03-31T05:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T05:48:50.184-07:00</updated><title type='text'>”... Bubarkan kammi kalsel!!!...”</title><content type='html'>Sebuah pertanyaan besar yang ada dibenak: kenapa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada dua cakupan alasan, yaitu alasan umum dan alasan khusus. Alasan umum berkisar permasalahan umum seputar KAMMI. Sudah hampir 6 tahun saya bergabung di KAMMI, masa-masa inilah yang paling sulit. Ketika mencoba merenungi dan mentadaburi perjalanan 5 tahun lebih itu, saya mendapati beberapa pergeseran penting dalam gerakan KAMMI. Awalnya saya menganggap bahwa itu adalah sebuah proses alamiah, seperti teori dinamika bumi yang mengatakan bahwa dari waktu ke waktu bumi mengalami perubahan dari bentuk, susunan dan lapisan. Atau seperti apa yang dikatakan ilmuan kimia dalam teori kuantum bahwa elektron-elektron dalam sebuah atom dapat berpindah-pindah (bergeser). Tapi, setelah saya telaah kembali, semua peristiwa, alamiah ataupun tidak, pasti ada penyebabnya. Terlebih, pergeseran yang terjadi menggerogoti banyak aspek, seperti paradigma, etika, dan budaya. Pergeseran paradigma sudah menyentuh pada hal-hal konstruktif, yaitu ketika dulu visi dibangun dalam kerangka ilahiyah (niat, ikhlas, pengorbanan karena Allah), sekarang visi itu dibangun dalam mental kemanusiaan saja (rasa iba, tidak nyaman, tolong-menolong dll yang sejenis). Pergeseran etika terjadi akibat terkikisnya budaya malu di kalangan ikhwah. Sekarang dengan mudah, kader-kader dengan entengnya mengutarakan “malas ah!” sebagai alasan. Sedangkan pergeseran budaya merupakan wujud dari dua pergeseran sebelumnya, dimana budaya-budaya kultural dan struktural mulai terkikis. Budaya kultural seperti tabayyun, saling menasehati dalam kerangka ilahi, itsar, kasih sayang dll. Sedangkan budaya struktural yang saya maksud misalnya disiplin (waktu, janji) dan tanggung jawab. KAMMI Kalsel boleh saya bilang sedang terpuruk dan sekarat. Banyak aspek yang mesti diperbaiki dan direkonstruksi. Adanya pembekuan beberapa biro dan departemen (kestari dan pekom) menunjukkan sebuah kemunduran fatal. Ketika wacana nasional beramai-ramai membangun ruang baru di KAMMI, yaitu Kemuslimahan, sebaliknya yang terjadi di Kalsel (pembekuan). Belum lagi masalah eksistensi gerakan, KAMMI Kalsel sangat mengalami kemunduran. Hal ini ditunjukkan dengan minimnya keterlibatan KAMMI Kalsel dalam mengawal kebijakan daerah (bahkan tidak ada) dan membangun aliansi dengan gerakan lain. KAMMI Kalsel kehilangan taringnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan khusus ada beberapa masalah penting yang saya soroti. Pertama, ketika yang saya pahami bahwa apa yang diperjuangkan feminis merupakan bagian dari ghozwul fikr yang harus dilawan, maka saya malah melihat budaya gender semakin diperjelas oleh rekan-rekan saya, ikhwan ataupun akhwat. Contoh konkretnya adalah akhir-akhir ini penyelesaian masalah internal akan mentok pada konteks “Ya maklum aja, ikhwan kan begitu...” atau “Ya sudah, begitulah akhwat”. Menurut saya, hal seperti ini mencerminkan semakin pekatnya konsentrasi untuk memperjelas perbedaan antara wanita dan laki-laki. Atau boleh saya katakan kasus pertama ini merupakan wujud dari telah terpengaruhnya KAMMI Kalsel dengan budaya feminis. Masalah yang ditimbulkannya di tubuh KAMMI adalah mandeknya proses persamaan persepsi di kalangan ikhwan dan akhwat sehingga sering terjadi misscommunication.&lt;br /&gt;Masalah kedua, ada hubungannya dengan yang pertama yaitu muncul kesan lemahnya kepemimpinan di KAMMI Kalsel. Saya tidak ingin mengutarakan secara detail permasalahannya. Jika ada yang ingin tau lebih jelas (yang berkepentingan) silahkan langsung hubungi saya. Dan dari masalah ini saya sempat terpikir untuk mencalonkan diri menjadi ketua KAMMI Kalsel... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Setiap jiwa akan menjadi jaminan bagi perbuatan-perbuatannya". (QS.74:38)&lt;br /&gt;"... Maka Rabb mereka menerima doa mereka (dan berfirman) : 'Aku tidak akan menghilangkan nilai perbuatan seorang diantaramu, baik laki- laki ataupun perempuan. Kamu semua berasal satu dari yang lain'". (QS.3:95)&lt;br /&gt;"Siapapun yang berbuat kebaikan, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, sungguh akan Kami berikan kepadanya hidup yang baru - hidup yang baik dan suci - dan Kami akan memberi mereka pahala berdasarkan perbuatan- perbuatan mereka yang paling baik". (QS. 16:97)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalil-dalil di atas cukup kiranya untuk menjelaskan bahwa kaum wanita sama kedudukannya dengan kaum laki-laki dalam pandangan Allah dalam batas-batas hak-hak dan tanggung jawabnya. Betapa keyakinan saya begitu besar akan ketetapan itu karena tekstual tersebut berasal dari kitab suci Al Qur’an yang tak seorangpun berhak membantahnya. Ketika berbicara kaum wanita sebagai pemimpin, banyak yang akan membantah dengan dalil arrijaluqowamuna’alannisa, laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Sayyid Qutb dalam tafsirnya mengatakan bahwa “Kita selayaknya mengatakan, ‘qawamah tidak boleh menafikkan kemanusiaan wanita, baik di rumah maupun di masyarakat luas’ Tidak pula menghapus peran peradabannya. Qawamah tadi hanyalah tugas asasi dalam keluarga yang berfungsi mengatur, menjaga, dan memelihara lembaga penting ini...’  Hal ini bisa diartikan bahwa qawamah memiliki batasan qoridor, yaitu hanya berkisar pada masalah rumah tangga1. Di luar koridor itu, saya pikir wanita (muslimah) punya kebebasan tersendiri dalam bereksistensi, termasuk kepemimpinan. &lt;br /&gt;Nah, tentunya keinginan saya tersebut bukanlah tanpa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu darimana harus memulai memperbaiki KAMMI Kalsel???&lt;br /&gt;Bubar aja kali ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah refleksi jelang MUSYDA VI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4187005135721862993?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4187005135721862993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/03/bubarkan-kammi-kalsel.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4187005135721862993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4187005135721862993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/03/bubarkan-kammi-kalsel.html' title='”... Bubarkan kammi kalsel!!!...”'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2835187767408092425</id><published>2009-03-31T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T05:47:26.003-07:00</updated><title type='text'>lubang hitam</title><content type='html'>lubang hitam menganga dalam&lt;br /&gt;bagai mulut gua jauh di lembah kelam&lt;br /&gt;hitam, menyapu makna kebahagiaan&lt;br /&gt;hanya kesedihan sebagai konotasi ringan&lt;br /&gt;tak hidup&lt;br /&gt;tak jua ada harapan&lt;br /&gt;kepedihan, goyah dan kenangan&lt;br /&gt;pahit pula!&lt;br /&gt;tersisa sebagai gurat kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun ada bercak dan riak tawa&lt;br /&gt;tak sebait puisi kelana&lt;br /&gt;tak terbiasa berlama-lama&lt;br /&gt;kembali dalam detik banyak duka&lt;br /&gt;meronta dari segala penjuru arah&lt;br /&gt;riak mata tak menyurut dalam rona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisa- sisa cahaya telah mati&lt;br /&gt;meleleh pelita menoda asa sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdefinisi gurat-gurat kecil &lt;br /&gt;menjauh&lt;br /&gt;satu satu nafasku&lt;br /&gt;terhembus tak berarah&lt;br /&gt;didadaku ...&lt;br /&gt;lubang hitam itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;dialog hati di ruang sunyi...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2835187767408092425?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2835187767408092425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/03/lubang-hitam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2835187767408092425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2835187767408092425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/03/lubang-hitam.html' title='lubang hitam'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1827375633845681241</id><published>2009-01-13T02:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T02:04:09.410-08:00</updated><title type='text'>Menemukan Akar Gerakan Perempuan Indonesia</title><content type='html'>Oleh: Mukhotib MD&lt;br /&gt;Berbagai diskusi sejarah gerakan perempuan Indonesia, biasanya—paling sering—menyandarkan diri pada tokoh Kartini, yang disebut-sebut sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia. Walaupun kepahlawanan yang dilabelkan kepada Kartini pantas untuk diragukan. Bukan saja ia tidak melakukan apa pun kecuali hanya imajinasi semata-mata, tetapi ia sendiri bersedia menjadi istri dari laki-laki yang sudah beristri. (Gadis Arivia: 1997). Menguatnya kajian gerakan perempuan bersandar pada Kartini, setidaknya karena ia meninggalkan written text, yaitu surat-surat yang ditulisnya dan lalu diterbitkan dalam sebuah buku yang amat terkenal, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. (Maria Hartiningsih: 2000). Berkaitan dengan buku di atas, tidak sedikit pula para ahli yang menyangsikan keasliannya sebagai karya asli Kartini (Saskia Eleonora Wieringa: 1999). &lt;br /&gt;Kajian lain justru menunjukkan, tokoh seperti Dewi Sartika, sebenarnya jauh lebih jelas melakukan tindakan-tindakan aksi ketimbang Kartini yang tidak pernah melakukan apa-apa. Dewi Sartika mendirikan sekolah pertamanya pada tahun 1904 dengan nama Sekolah Istri dan selanjutnya diubah menjadi Sekolah Keutamaan Istri. Hingga tahun 1912, Dewi Sartika telah mendirikan 9 sekolah, jumlah yang mencapai 50% dari keseluruhan sekolah di Pasundan (Marianne Katoppo: 2000). &lt;br /&gt;Kecurigaan sebagian peneliti terhadap written text itu, setidaknya bersandar pada kemungkinan adanya keinginan Belanda untuk membuktikan keberhasilan politik etis, dengan dibukanya peluang-peluang bagi bangsa Indonesia untuk mendapatkan pendidikan. Sebab, semangat pendidikan di Indonesia akibat politik etis—sesungguhnya tidak dimaksudkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, tetapi lebih untuk menunjang terselenggaranya pemerintah Hindia Belanda. Mereka yang telah mendapatkan pendidikan dimaksudkan agar bisa dapat bekerja di kantor-kantor pemerintahan Belanda. Sudah pasti, kebanyakan hanya menduduki jabatan pegawai rendahan. (Sukanti Suryochondro: 1995). &lt;br /&gt;Tetapi, menurut Sukanti Suryochondro, setidak-tidaknya—meski tidak secara langsung, kebijakan politik etis telah membangkitkan semangat di kalangan kaum perempuan untuk bergerak dan berjuang mendapatkan persamaan hak pendidikan bagi perempuan. Buah dari semangat ini, berdirilah Poetri Mardika (1912), salah satu organisasi perempuan yang kelahirannya memang mendapat dukungan dari Boedi Oetomo (organisasi laki-laki). Dalam perkembangannya, Poetri Mardika pernah mengajukan mosi kepada Gubernur Jenderal pada tahun 1915 agar perempuan dan laki-laki diperlakukan sama di muka hukum. &lt;br /&gt;Setelah ini berdiri banyak perkumpulan perempuan baik yang didukung oleh organisasi laki-laki maupun yang terbentuk secara mandiri oleh perempuan sendiri. Sebut saja misalnya, Pawiyatan Wanito (Magelang, 1915), Percintaan Ibu Kepada Anak Temurun—PIKAT (Manado, 1917), Purborini (Tegal, 1917), Aisyiyah atas bantuan Muhammadiyah (Yogyakarta, 1917), Wanito Soesilo (Pemalang, 1918), Wanito Hadi (Jepara, 1919), Poteri Boedi Sedjati (Surabaya, 1919), Wanito Oetomo dan Wanito Moeljo (Yogyakarta, 1920), Serikat Kaoem Iboe Soematra (Bukit Tinggi, 1920), Wanito Katolik (Yogyakarta, 1924). (Sukanti Suryochondro: 1995). Dalam catatan sejarah, hampir setiap organisasi perempuan ini, menerbitkan majalah mereka sendiri sebagai media untuk membentuk opini publik sehingga gagasan-gagasan mereka terkomunikasikan ke dalam masyarakat luas. &lt;br /&gt;Secara umum sifat tujuan organisasi tersebut adalah sosial dan kultural, memperjuangkan nilai-nilai baru dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, mempertahankan ekspresi kebudayaan asli melawan aspek-aspek kebudayaan Barat yang tidak sesuai. Hampir tidak ada sumber yang bisa dilacak kegiatan politik macam apa, kecuali catatan-catatan yang lebih menunjukkan pada kegiatan-kegiatan sosial-budaya. &lt;br /&gt;Gerakan nasionalisme juga berkobar di kalangan organisasi perempuan, dan pada tanggal 22 Desember 1928, diadakan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Kongres ini melahirkan semacam federasi organisasi perempuan dengan nama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) dan pada tahun 1929, setahun setelah terbentuknya, diganti menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII). Pada awal berdirinya, upaya-upaya yang dilakukan adalah perhatian pada lingkungan keluarga dan masyarakat, kedudukan perempuan dalam hukum perkawinan (Islam), pendidikan dan perlindungan anak-anak, pendidikan kaum perempuan, perempuan dalam perkawinan, mencegah perkawinan anak-anak, nasib yatim piatu dan janda, pentingnya peningkatan harga diri perempuan, dan kejahatan kawin paksa. Perhatian ini meluas, misalnya, pada tahun 1935 dibentuk Badan Penyelidikan Perburuhan Kaum Perempuan—salah satunya rapat umum untuk perempuan buruh batik di Lasem Jawa Tengah, membentuk Badan Pemberantasan Buta Huruf, Badan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak-anak (Sukanti Suryochondro: 1995). &lt;br /&gt;Perkembangan gerakan perempuan semakin maju, ketika dalam Kongres Perempuan II, Maret 1932, isu nasionalisme dan politik muncul, selain soal perdagangan peremuan, hak perempuan dan penelitian keadaan sanitasi di kampung serta tingginya angka kematian bayi. Ki Hajar Dewantara, dalam pidatonya mengatakan, sangat terkesan dengan perjuangan feminis di Turki, Cina, Persia, dan India, yang memberikan kontribusi sangat besar bagi suksesnya perjuangan nasional di negara mereka. Dua tahun sebelum Kongres II ini, pada tahun 1930, Suwarni Pringgodigdo, mendirikan organisasi perempuan yang aktif dalam perjuangan politik, yaitu Istri Sedar di Bandung dan menerbitkan jurnal Sedar. Perjuangan lain, adalah upaya gerakan perempuan untuk menentang poligami yang dipandang merugikan perempuan. &lt;br /&gt;Pada tahun yang sama dengan berdirinya Istri Sedar tahun 1930-an, para aktivis perempuan dalam Sarekat Rakyat mengorganisasikan demonstrasi politik untuk buruh perempuan dengan tuntutan kenaikan upah, kesejahteraan buruh dan keselamatan kerja. Salah satu aksi yang paling mencolok, sebenarnya justru demonstrasi yang dilakukan sebelumnya, yaitu pada tahun 1926 di Semarang yang menuntut perbaikan kondisi kerja bagi buruh perempuan, dengan memakai caping kropak. Selama pembrontakan komunis pada tahun 1926 banyak perempuan ditahan bukan hanya karena mereka membantu suami mereka, tetapi juga karena aktivitas mereka sendiri. Bersama dengan laki-laki, banyak perempuan yang diasingkan ke Boven Digul, sebuah kamp konsentrasi Belanda di Irian Jaya. Sukaesih dari Jawa Barat, dan Munasiah dari Jawa Tengah termasuk di antara perempuan-perempuan tersebut. (Saskia E. Wieringa: 1988). &lt;br /&gt;Pada Kongres Perempuan III, setelah melakukan pembubaran PPII, mulai dimunculkan isu tentang hak suara perempuan. Perempuan terus memperjuangkan hak politik atau keterwakilan perempuan, dengan memperjuangkan Maria Ulfa menjadi anggota Volksraad, meskipun gagal. Maria Ulfa kemudian terpilih menjadi menteri Sosial pada Kabinet Syahrir II (1946) dan S.K. Trimurti menjadi menteri Perburuhan pada Kabinet Amir Sjarifuddin (1947-1948). Pada pemilu 1955, gerakan perempuan Indonesia berhasil menempatkan perempuan sebagai anggota parlemen (Budi Wahyuni, dkk.: 2002). &lt;br /&gt;Perjuangan dan gagasan gerakan perempuan yang sedemikian kuat dan berani pada akhirnya menjadi sepi. Kentalnya patriarkhi yang melingkupi para penulis sejarah Indonesia, menjadikan gerak perempuan dalam konteks pembentukan bangsa ke arah kemerdekaan—tentu saja mencakup gerakan politik yang telah mereka lakukan, tersisihkan atau bahkan terhapuskan sama sekali. Kecuali catatan-catatan peran mereka dalam wilayah domestik, seperti dapur umum untuk para gerilyawan. Di sinilah lantas muncul arus besar dalam pendidikan sejarah di Indonesia tentang peran laki-laki dalam perjuangan nasional dan nasionalisme kemudian menjadi sungguh-sungguh semata-mata wacana laki-laki (Catherine Hall, 1993). Padahal, sebagaimana ditegaskan, Catherine Hall, tak seharusnya ketertenggelaman perempuan dalam perjuangan nasional ini hilang. Sebab jika membaca berkembangnya motivasi utama yang mendorong gerakan kemerdekaan Indonesia adalah kekecewaan terhadap kekuasaan kolonial yang paternalistik dan berwatak menindas laki-laki, tetapi perempuan jauh lebih berat mengalaminya, baik dalam kehidupan publik maupun pribadi. Penindasan dua tingkat ini yang mendorong perempuan berpartisipasi aktif dalam gerekan kemerdekaan. Selain, hampir menjadi fakta tak terbantahkan, semua gerakan nasionalis Indonesia diorganisasikan oleh pemuda dan perempuan untuk memerangi rasa kedaerahan yang mewarnai gerakan kemerdekaan. Dalam konteks inilah, mulai muncul kritik tajam terhadap ilmu pengetahuan sosial yang menyembunyikan pengalaman perempuan secara individu maupun kolektif, dalam seluruh kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Kemunculan mereka dalam panggung sejarah gerakan nasional, misalnya, hanya dalam posisi penempelan atau menduduki posisi antagonis. &lt;br /&gt;Memasuki babak baru gerakan perempuan Indonesia, ketika pada tahun 1946, setelah kemerdekaan diperoleh bangsa ini, organisasi perempuan mulai tumbuh, baik sebagai organisasi yang baru maupun kebangkitan kembali yang telah ada. Gerakan perempuan pasca kemerdekaan (masa Soekarno) ini, di samping tetap memperjuangkan agenda-agenda—termasuk pasca pemberangusan di zaman Jepang, mereka terus memperjuangkan kesamaan politik, hak memperoleh pendidikan dan kesempatan bekerja. Persoalan yang dihadapi adalah tindakan diskriminatif antara laki-laki dan perempuan. Pada masa ini, meski demikian, hak politik yang sama setidaknya secara legal telah dijamin dalam pasal 27 UUD 45. Lalu lahir UU 80/1958, yang menjamin adanya prinsip pembayaran yang sama untuk pekerjaan yang sama, perempuan dan laki-laki tidak dibedakan dalam sistem penggajian. &lt;br /&gt;Sejarah gerakan perempuan yang panjang ini, memang masih banyak menyisakan pertanyaan dan kebutuhan akan lacakan-lacakan yang lebih serius dan mendalam. Karena sangat dibutuhkan adanya landasan sejarah yang kuat dalam membangun gerakan perempuan saat ini. Diyakini benar, gerakan perempuan memiliki kekhasan karakter dan strategi gerakan dan bahkan mungkin ideologi dalam setiap tahapan sejarah di Indonesia. Soal lain, yang mungkin relevan untuk didiskusikan adalah sejak kapan sesungguhnya akar sejarah gerakan perempuan di Indonesia mesti ditautkan? &lt;br /&gt;----------------------------------------------- &lt;br /&gt;Mukhotib MD adalah Koordinator Jaringan Advokasi Konsumen Kesehatan Reproduksi PKBI DIY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1827375633845681241?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1827375633845681241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/menemukan-akar-gerakan-perempuan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1827375633845681241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1827375633845681241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/menemukan-akar-gerakan-perempuan.html' title='Menemukan Akar Gerakan Perempuan Indonesia'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4751140538246276080</id><published>2009-01-13T01:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T01:44:38.233-08:00</updated><title type='text'>Anugerah Muharram (Ijinkan aku mereguk Kasih Mu Ya Rabb…)</title><content type='html'>Firasat Sahabat&lt;br /&gt;Dering telpon dari fleksi-ku mengejutkanku saat itu. Dan segera kusahut salam dari seberang, mengingat aku juga sedang senggang. Seorang sahabat nun jauh di sana, sekitar 70 km dari tempatku berada. &lt;br /&gt;”Piye kabar-mu?” basa-basinya. Ku sahut dengan biasa-biasa saja. Dan anehnya, dia mengulang pertanyaan itu dua kali. “Ene opo to, Sul?” akupun mendesak. Ternyata dia bermimpi tentangku, mimpi yang tidak baik. Dia ceritakan semuanya. Akupun menjadi gelisah. Super gelisah. “hati-hati yo, ne awakmu futur cepat kembali” kira-kira seperti itu pesan sobatku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulis namanya, lengkapnya Sri Sulistiawati. Satu angkatan denganku. Subhanallah anak itu, kami menjulukinya rabtul‘am kampus. Dia memiliki kepekaan dan empati yang besar terhadap jalannya dakwah kampus kami, padahal dia bukan seorang aktivis dakwah kampus. Melaluinya, sering teguran-teguran itu hadir. Teguran tulus dan penuh hikmah. Kalau mencari kesejatian seorang kawan, maka ada pada seorang Sulis. Betapa tajam hatinya, hingga ketika kami terpisah beberapa bulan lamanya, kepekaan itu masih hadir menyertai jalanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, penggenggam jiwa, berikan yang terbaik pada Sulis dan keluarganya… &lt;br /&gt;Aku tertegun setelah berbincang dengannya. Lama aku diam, dan akhirnya menyadari betapa Muharramku masih kering dari kebaikan. Terima kasih ya Allah, engkau masih hadirkan sahabat yang bisa meluruskan jalanku.&lt;br /&gt;Terima kasih, Sulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguran si Kecil&lt;br /&gt;Allahuakbar. Allah Maha Besar dengan segala ketentuanNya. Kembali Allah menampakkan kebesaranNya di hadapan ku di bulan Muharam ini. &lt;br /&gt;“Amah… nanti kalo sampe rumah, Amah tilawah ya…” tegur seorang anak kecil sore itu. Anak itu baru berumur empat tahun. Sudah tiga bulan ini aku sering bersamanya. Deg. Hatiku pilu. Tidak ada ketersinggungan, karena dari ucapannya aku sangat tau bahwa teguran itu dari Allah. Kupandangi dia, senyum manis terukir dibibirnya. Bahkan, kulihat dari raut wajahnya dia tidak punya maksud apa-apa terhadap kalimat yang baru diucapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku malu sekali. Ku putar kembali memoar muharram-ku. Ya, tilawahku sering ngadat. Target harian bahkan sering keteteran. Astagfirullah. Pantas jiwaku terasa kering. Menyapa saudara seadanya. Silaturahim? Hanya untuk keperluan sesaat. Kemaren, aku bertemu dengan ‘segerombolan’ akhwat yang lagi ngumpul, akupun enggan untuk bergabung. Hanya say hello sebentar, kemudian berlalu. Lalu, pagi hari ini aku agak membentak seorang ade. Padahal dia cuma memberitahukan agenda organisasi dan akupun sudah sangat terbiasa dengan caranya berkomunikasi. MasyaAllah, telah banyak kezoliman kulakukan. Ada apa dengan diriku? Ada apa dengan imanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kubuka madah-madah halaqohku.&lt;br /&gt;“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. 2:165)&lt;br /&gt;Iman akan diimplementasikan dalam ketaqwaan. Dan aplikasi iman itu salah satunya adalah mencintai Allah melebihi segala sesuatu. Rasul dan sahabat memiliki keistiqomahan iman juga karena cinta kepada Allah yang senantiasa terjaga. Cinta kepada Allah adalah sumber kekuatan. Semua bermuara di hati. Dan kuakui, hatiku masih sering terbagi-bagi. Cinta kepadaNya tidak utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata terlambat untuk bertobat, dan Allah Maha Pengampun bagi manusia. Maka kesyukuran yang teramat sangat kepadaNya kupanjatkan, yang telah memberikan teguran demi teguran bagiku. &lt;br /&gt;“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)” (QS.8:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berfikir positif atas segala ketentuanNya jualah hidup ini akan terasa ringan. Kuyakinkan diriku bahwa apa adanya diriku adalah yang terbaik bagiku. Dan Allah sangat menyayangi hambaNya, Allah masih memberi kasih sayang padaku. Teguran itu buktinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, teguhkan hati ini. Kuatkan langkah ini untuk senantiasa bertaqwa dan bertawakal hanya padaMu… ijinkan aku untuk senantiasa mereguk kasih Mu. amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Naila…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at, 9 Januari 2009&lt;br /&gt;Gerimis malam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4751140538246276080?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4751140538246276080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/anugerah-muharram-ijinkan-aku-mereguk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4751140538246276080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4751140538246276080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/anugerah-muharram-ijinkan-aku-mereguk.html' title='Anugerah Muharram (Ijinkan aku mereguk Kasih Mu Ya Rabb…)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6056769188082017275</id><published>2009-01-13T01:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T01:41:32.769-08:00</updated><title type='text'>eS - A - eM - Pe - A - Hah</title><content type='html'>Sejak pertengahan abad ke-19, di Jepang, seiring dengan laju modernisasi konsentrasi populasi khususnya daerah perkotaan berkembang pesat sehingga kesehatan masyarakat menjadi masalah serius, dan penguburan sampah mulai dibatasi, di sisi lain pembakaran sampah mulai dianjurkan. Kemudian, pada tahun 1900 dibentuklah undang-undang pembuangan sampah, yang menjadikan tugas pengolahan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah, sehingga sejak itu dimulailah era pembakaran. Yaitu diadopsinya model penguburan residu pembakaran di tempat pembuangan akhir setelah upaya dengan titik berat pada proses pembakaran sampah yang dari sudut pandang antisipasi penyakit menular, kesehatan masyarakat, dan pengurangan volume sampah sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, seiring ambang batas polusi yang diperkenankan semakin diperketat, teknologi terkait (khususnya, dititikberatkan pada fasilitas pengolahan gas buangan) semakin berkembang. Sekitar akhir abad ke-20, gas rumah kaca, limbah beracun, zat polutan mikro, tempat pengolahan akhir, mulai dihubungkan erat dengan pengolahan sampah. Khususnya, masalah dioksin telah menjadi masalah besar masyarakat. Terhadap masalah ini, antisipasinya adalah menggiatkan pengembangan dan penggunaan tungku pelelehan berbahan bakar gas, produksi RDF dan pengolahan area luas, serta tungku stoker generasi baru, bersamaan dengan peninjauan ulang teknologi pembakaran konvensional karena dioksin akan terurai dalam kondisi pembakaran sempurna suhu tinggi. Selain itu, pengaruh pertumbuhan ekonomi membuat hidup masyarakat menjadi berkecukupan, yang menjadikan lekat pola hidup produksi massal dan konsumtif, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan semakin membengkak. Konsekuensinya adalah, semakin menipisnya sisa tahun penampungan di tempat pembuangan akhir, serta sulitnya mendapatkan lahan tempat pembuangan akhir yang baru, sehingga jumlah sampah tidak layak bakar membengkak. Atas dasar itu, dewasa ini daur ulang sampah menjadi barang bermanfaat menjadi orientasi, karena di samping dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir, juga turut mengurangi konsumsi sumber daya alam dan meringankan beban lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, kapan memulainya pun saya kurang tau pasti. Tapi, sebaik apapun manajemen persampahan, tanpa didukung oleh partisipasi masyarakat akan menemui kegagalan karena setiap mahluk hidup adalah produsen sampah makanya harus diciptakan keseimbangan antara socio engineering dengan pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu kajian teknologi pengelolaan sampah menggunakan pendekatan reduce, reuse dan ricycle dalam skala produksi sekecil apapun harus digalakkan. Tidak harus menunggu diperintah, digaji, ataupun diliput, yang pasti LET’S DO! GO GREEN!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6056769188082017275?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6056769188082017275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/es-em-pe-hah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6056769188082017275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6056769188082017275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2009/01/es-em-pe-hah.html' title='eS - A - eM - Pe - A - Hah'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-702619346833312822</id><published>2008-12-22T04:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:36:10.496-08:00</updated><title type='text'>Happy Mother Day Mom… (Wherever you are…)</title><content type='html'>Masih menyisa sesal ini&lt;br /&gt;teringat tangis dan kesalmu&lt;br /&gt;masih membanjir tangis ini&lt;br /&gt;terbayang senyum terakhirmu&lt;br /&gt;Ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, sampaikan rinduku ini pada Ibuku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar ibu? Tak terasa ya sudah 4 tahun kita terpisah. Sedang apa sekarang Ibu? Aku sekarang sedang sendiri di kamarku. Hari ini, kata anak-anak Indonesia, adalah hari Ibu, met hari Ibu ya… I love you so much. Tau kah engkau Ibu, di saat begini aku membayangkan bisa memelukmu, mencium kakimu dan mendekapmu dalam tidurku. Sesuatu yang selama ini sangat jarang aku lakukan. Betapa sekarang aku inginkan Ibu. Taukah Ibu, aku kangeeen banget. Engkau adalah kekuatanku, pelipurku, semangatku. Sekarang engkau tak disampingku lagi. Hari ini, aku lihat di mana-mana, kampus, televisi, koran, membicarakan tentang sosok ibu. Anak-anak beramai-ramai mengucapkan selamat hari ibu dengan pelukan dan ciuman. Aku sedih Bu, karena aku tidak bisa seperti mereka. Aku tidak bisa memeluk Ibu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, masih terekam jelas saat-saat terakhir bersamamu. Waktu itu malam hari, saat mengerjakan laporan praktikum aku gelisah dan sekitar jam 9 aku ditelepon oleh mama Dewi,tetangga kita. Aku diminta pulang saat itu juga. Walaupun kabar yang diberikan kepadaku menyatakan bahwa Ibu sakit tapi sungguh aku shock. Badanku lemas semua. Aku tak tau kekuatan apa yang menyongsongku hingga malam itu aku sanggup mengendarai sepeda motorku sampai ke Banjarmasin. Sangat terekam jelas dimataku, ketika engkau tiba dengan mobil ambulan. Terbaring tak berdaya. Hanya nafas beratmu yang bisa ku dengar. Matamu tertutup. Ibu, apa yang telah terjadi padamu? Kupegang tanganmu. Dingin. Kutatap wajahmu lekat, berharap kau membuka mata dan tersenyum padaku. Lama. Aku masih menanti Bu. Bahkan saat selang-selang itu dimasukkan ke mulut dan hidungmu, aku tetap membayangkan bahwa nafasmu akan kembali normal dan matamu terbuka. Lama. Tanganmu masih dingin. Lalu ku lihat nafasmu mulai pelan. Tak terdengar lagi tarikan yang berat. Kupikir engkau akan bangun. Tapi, aku keliru. Itu adalah nafas terakhirmu. Taukah Ibu, aku tak percaya. Sama sekali tak percaya. Bahwa malaikat maut telah menjemputmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku masih berfikir kenapa Allah tiba-tiba memanggilmu. Satu hal besar yang baru aku sadari bahwa engkau adalah kebahagiaanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, maafkan aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Desember 2008, 5.45 pm &lt;br /&gt;Di sela tangis dan sesal – ku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-702619346833312822?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/702619346833312822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/12/happy-mother-day-mom-wherever-you-are.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/702619346833312822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/702619346833312822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/12/happy-mother-day-mom-wherever-you-are.html' title='Happy Mother Day Mom… (Wherever you are…)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4153708744666664010</id><published>2008-12-22T03:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:35:20.757-08:00</updated><title type='text'>Catatan Kampus (2)</title><content type='html'>Di pertengahan tahun ke-1 kuliah aku melalui proses “ta’aruf” (pengenalan) dengan dunia dakwah kampus. Banyak nilai-nilai yang ditanamkan ke dalam pikiranku. Salah satunya adalah bahwa perjuangan dakwah adalah milik manusia dimana menjadi da’i adalah pilihan yang terbaik untuk bisa mencapai derajat taqwa di sisi Allah. Dan untuk mencapai pada pemahaman menyeluruh terhadap nilai-nilai dakwah Islam maka tentunya harus melalui proses, di samping adanya faktor internal diri yaitu kemauan. Setiap proses selalu berirama dengan waktu. Seperti proses terlahirnya seekor kupu-kupu dari seekor ulat, maka akupun bermetamorfosis. Tahap demi tahap pemahaman kulalui dengan tidak ada jaminan kepastian kapan tahap akhir akan kudapati. Tapi, aku yakin bahwa setiap tahap proses pemahaman yang dilakukan dengan perjuangan yang ikhlas akan mendapatkan reward dari Sang Pemilik Jiwa. Reward inipun adalah anugerah yang penuh misteri. Kita sebagai manusia bahkan sering tidak menyadari kalau saatnya mendapat reward dari Sang Khalik. Ah, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.(Al Ma’aarij : 5)&lt;br /&gt;Yang kutau, aku telah memulainya dengan keinginan kuat untuk bisa mengenal Islam lebih baik. Selanjutnya akupun terbuai dengan kehangatan ukhuwah, diselimuti doktrin perjuangan dan pengorbanan. Bahwa setiap perjuangan perlu pengorbanan. Allah swt selalu menguji para prajuritnya dengan pengorbanan. Karakter penurut-ku dan kelembutan hati manusiawiku (sebagai wanita) membawaku pada pemahaman parsial tentang bagaimana aku harus berjuang dan berkorban dalam dakwah. Maka, jadilah aku aktivis yang tidak tawazun (seimbang). Semua aktivitas dakwah kunomersatukan, sedangkan kuliah kutelantarkan. Hasilnya? Aku limbung, memasuki tahun ke-2 kuliah, nilaiku jeblok. Tapi, Allah Maha Kuasa. Keluargaku bisa menerima kenyataan itu. Bahkan mereka tidak memberi tekanan sama sekali. Di satu sisi, tahun itu adalah tahun terberatku, aku harus berpisah dengan Ibuku selamanya. Kesedihan meliputi diriku. Cukup lama bagiku untuk bisa bangun dan berdiri tegak. Selangkah demi selangkah perjalanan mulai kutiti kembali. Kurang lebih satu tahun aku baru bisa membuat penopang dalam hidupku. Penopang terbesarku saat itu adalah sahabat-sahabatku. Mereka ada 7 orang, yang benar-benar tak pernah kumenyangka akan menjadi bagian terindah dalam hidupku. Bahkan kami tidak satu program studi, hanya satu kampus. Tidak pernah kami satu mata kuliah. Aneh ya? Tidak, Allah itu emang penuh keajaiban. DipertemukanNya kami dalam kerangka yang indah, tarbiyah. &lt;br /&gt; Intelijen Muslimah atau disingkat IM, itulah nama yang kami beri untuk kami sendiri. Saat itu 4 april 2006. kami mendeklarasikan diri sebagai IM. Entahlah, kami tak tau persis motifnya apa, tapi yang kami yakin dengan penobatan itu kami akan semakin kuat dan menguatkan. &lt;br /&gt; Lalu, siapa saja IM?&lt;br /&gt; Bagaimana mereka membuat gebrakan?&lt;br /&gt; Tunggu episode selanjutnya...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (Al Baqarah : 147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22Des08=7.41 pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4153708744666664010?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4153708744666664010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/12/catatan-kampus-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4153708744666664010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4153708744666664010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/12/catatan-kampus-2.html' title='Catatan Kampus (2)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-451673921701583891</id><published>2008-11-16T18:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T18:21:34.718-08:00</updated><title type='text'>Tiga Hari di Rumah</title><content type='html'>Allah memberikan teguran untukku. Nikmat yang selama ini kurasakan telah dikuranginya. Semua pantas kudapatkan melihat ketidakadilan yang telah kulakukan pada diriku sendiri. Telat makan, bahkan males makan karena ga nafsu (he, alasan aneh!). At least, jadilah aku menjadi seorang pesakitan. Tiga hari kemaren terbaring manja di kasur yang tak juga terlalu empuk. Bertemankan selimut, guling, dan beberapa buku pinjaman. Alhasil, BETE!!!. Setelah 2 hari mencoba bertahan, akhirnya ku isi pulsa handphone. Dan jadilah aku seperti maniak komunikasi. Haha, beberapa Mba, teman-teman, serta kerabat kuhubungi. Entah itu sekedar bertanya kabar atau memang ada keperluan. Di hari ke-2 aku  mengikuti insting perutku, ku coba membawa Bu Shogun ke swalayan terdekat. tuing tuing...banyak sekali kunang-kunang yang ngikut. Tapi, Allah masih sayang aku, diselamatkannya aku kembali ke rumah. Di hari ke-3, kembali kuikuti insting perutku. Ku ajak Bu Shogun jalan-jalan sampai Martapura. Walau rasanya duingin banget brur. Kembali, Allah sayaaang banget sama aku :) ... bahkan dikasihnya aku anugrah pertemuan dengan seorang kakak tingkat yang lamaaa banget ga ketemu. Subhanallah. Beliau ternyata udah punya anak dan istri. Sempat ngobrol sebentar kemudian aku cabut lagi. &lt;br /&gt;Hehe, aku bukan mo curhat sampe mewek-mewek ni. Sori ya, not me! &lt;br /&gt;Sungguh kawan, Allah swt itu sungguh Maha Kasih. Banyak yang bisa aku ambil dari sedikit nikmat yang diambilNya selama 3 hari ini :&lt;br /&gt;1. Kita menjadi lebih beruntung jika kita berfikir, karena kita akan jauh lebih cerdas mengatasi masalah yang sama nantinya&lt;br /&gt;2. Silaturahmi adalah salah satu obat mutakhir, apalagi zaman sudah semakin maju. Ga ketemu juga bisa saling sapa. Aku masih bisa tertawa saat meringkuk kedinginan... (Thanks ya bu Dokter...)&lt;br /&gt;3. Terkadang mengikuti insting adalah pilihan tepat!!! (heheh...terutama perut, ops ga ding)&lt;br /&gt;I just want to share that "mensana en corporesano"... Keep take your healthy,guys!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-451673921701583891?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/451673921701583891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/11/tiga-hari-di-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/451673921701583891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/451673921701583891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/11/tiga-hari-di-rumah.html' title='Tiga Hari di Rumah'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-362370495167716188</id><published>2008-09-23T22:43:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T23:01:31.416-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Refleksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/SNnWsF0tnGI/AAAAAAAAADg/fN4XPjkKXH4/s1600-h/Nyi+roro+makan+ketupat,+pilih+DIRO+yg+nomer+4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/SNnWsF0tnGI/AAAAAAAAADg/fN4XPjkKXH4/s200/Nyi+roro+makan+ketupat,+pilih+DIRO+yg+nomer+4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249462893642882146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika adalah yang harus kau lakukan&lt;br /&gt;Ialah menyampaikan kebenaran&lt;br /&gt;Jika adalah yang tidak bisa dijual belikan &lt;br /&gt;Ialah yang bernama keyakinan&lt;br /&gt;Jika adalah yang harus kau tumbangkan &lt;br /&gt;Ialah pohon-pohon kezaliman&lt;br /&gt;Jika adalah orang yang kau agungkan &lt;br /&gt;Ialah hanya Rasul Tuhan&lt;br /&gt;Jika adalah kesempatan memilih mati&lt;br /&gt;Ialah syahid di jalan Ilahi&lt;br /&gt;(Sajak Taufik Ismail, dari Tirani dan Benteng-1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca sajak ini seharusnya bisa membuat kita kembali tersadar bahwa segala apa yang telah manusia peroleh haruslah karena motivasi Ilahiyah. Sajak tersebut sarat dengan motivasi perlawanan terhadap tirani dengan bingkai amar ma’ruf nahi munkar. Taufik Ismail mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mendahulukan kepentingan Allah swt di atas segala kepentingan. Maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengevaluasi segala kesempatan, termasuk keberhasilkan mengantarkan pejuang KAMMI ke Badan Eksekutif (BE) Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan. Apakah keberhasilan itu cukup untuk menjadi kebanggaan bagi kita karena telah mengerahkan segala kekuatan dengan koridor-koridor Ilahi dan ketulusan dari hati nurani. Jika memang demikian, maka bolehlah kita berbangga bahwa kita memang layak mendapatkan ini semua. Sebuah keniscayaan absolut akan kebenaran dan kemenangan, adalah hanya milik Allah saja. &lt;br /&gt;Evaluasi tidak sebatas evaluasi saja. Diomongkan kemudian diredaksikan untuk kemudian dilaporkan kepada orang-orang yang berkepentingan. Tapi evaluasi lebih kepada bagaimana kita bisa belajar dari sejarah-sejarah lampau untuk kemudian membangun peradaban dengan berlandaskan nilai-nilai kebenaran. Dalam sebuah tulisannya, Iskan Qolba Lubis* mengatakan bahwa dalam upaya kebangkitan suatu bangsa ada dua masalah yang harus diperhatikan, yaitu pertama tentang bagaimana membangkitkan masyarakat yang masih muda dari segi peradapan. Dan yang kedua, bagaimana kita bisa membangkitkan optimisme dan memperkuat ideologi kebangkitan, lalu meniscayakan tumbuhnya obsesi-obsesi besar dalam jiwa umat. Perjuangan seperti inilah yang telah diteladankan Rasulullah Muhammad saw ketika membangun peradaban Madinah. Lihatlah, bagaimana Muhammad saw membuka keran-keran peradaban dengan membina masyarakat jahiliyah menjadi manusia-manusia mulia. Sasaran utamanya pada masa-masa itu adalah moral masyarakat (pembinaan mesjid), sehingga kemudian memudahkannya membawa dalam kerangka kebaikan (muamalah dan perjanjian). Lalu, lihat pula bagaimana Muhammad saw membangun thumuhat (obsesi-obsesi besar), bahkan di masa-masa sulit sekalipun. Bayangkan bagaimana kondisi kejiwaan Rasul saw dan para sahabat ketika dikepung koalisi Quraisy untuk menumbangkan peradaban Madinah yang masih belia. Kala itu, seperti terekam dalam sejarah, musim dingin mencekam, disertai angin kencang dan minimnya persediaan logistik. Kondisi fisik para sahabat sangat lemah. Walau begitu, Nabi saw masih sempat memukul batu besar sebanyak tiga kali yang disertai percikan api, seraya bersabda, ”Sebentar lagi kita akan mengalahkan Romawi”. Pada pukulan kedua, beliau bersabda, ”Sebentar lagi kita akan menguasai Byzantium”. Dan pada pukulan ketiga, beliau bersabda, ”Sebentar lagi kita akan memasuki dan menguasai Yaman”. Begitulah Muhammad saw menumbuhkan obsesi-obsesi besar pada sahabatnya. Hingga akhirnya obsesi itu bukan impian belaka, tapi menjadi nyata walaupun telah berabad jarak dengan kehidupan Muhammad saw masa itu. Tetapi hal itu tidak mengurangi kemuliaan Islam (nilai Ilahi) di hadapan manusia-manusia dan alam semesta. Bahkan semakin membawa keharuman dan kedigjayaan Islam yang telah dibuktikan oleh Muhammad Fatih pada masanya. &lt;br /&gt;Kemenangan Pemilu Unlam 2009 ini bukanlah kemenangan yang besar bagi kita, tapi lebih kepada batu loncatan menuju kebesaran nilai-nilai Islam. Maka sangat penting bagi kita untuk menanamkan obsesi-obsesi besar dalam diri kita untuk kemudian dijadikan standar keberhasilan perjuangan kita. Jika diibaratkan sebuah mesin, maka kita sebagai kader KAMMI harus bisa mengambil peran penting didalamnya. Jangan pernah berfikir cukup menjadi sekrup yang pada kala tertentu dapat dengan mudah digantikan oleh kawat besi yang berkarat pula. Sungguh menyedihkan jika dalam benak kita terpatri pemikiran sesederhana itu. Akan tetapi cobalah kita ambil peran yang lebih besar. Jadikan diri kita dinamo yang menjadi pusat energi dan akan melahirkan kerja-kerja dinamis. Atau menjadi katrol yang mampu mendongkrak kerja menjadi amal yang bermanfaat. Allah swt telah berfirman dalam QS Al Hasyr 18 :&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”&lt;br /&gt;Maka, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bisa menjadi bagian penting dalam perjuangan menuju peradaban yang lebih baik. Apakah kita tidak malu kepada seorang Soedirman? Yang dengan kerapuhan tubuhnya tapi tetap memiliki kebesaran jiwa sehingga Soekarno-pun tak ragu-ragu untuk mengangkatnya sebagai seorang panglima besar. Dan oleh Hamka dikatakan bahwa jiwa yang besar itu timbulnya dari tempat yang kecil. Bagaimana Soedirman menjadikan dirinya sebagai sosok yang taat beribadah, menghormati orang tua dan berakhlak karimah, hingga akhirnya bisa mencapai kemuliaan hidup sebagai pejuang yang selalu dikenang. &lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia (SDM) oleh para analis sejarah dikatakan, merupakan salah satu faktor kemajuan sebuah peradaban. Kekuatan utamanya adalah pembangunan karakter, perkuatan ruhiyah, ibadah, pengembangan fikroh dan penjagaan terhadap nilai-nilai moral. Bagaimana kita sebagai kader bisa mencetak diri-diri kita menjadi SDM yang berdaya guna seperti itu? Jawabnya sangat mudah: bercerminlah! Cermin itu adalah masa lalu. Mari kita lihat bersama-sama sejarah yang telah lampau dan cari dimana letak kesalahan itu berada. Dengan demikian kita akan banyak mengambil pelajaran dan bisa melakukan pembaharuan yang kemudian akan berbuah perubahan. &lt;br /&gt;”Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,” &lt;br /&gt;(QS Ali Imran 140)&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ketua yayasan Bumi Andalas, Jakarta.&lt;br /&gt;Dikutip dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Room in Bahalap, &lt;br /&gt;Semoga pilihan itu tepat, makasih Bapak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-362370495167716188?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/362370495167716188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/09/sebuah-refleksi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/362370495167716188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/362370495167716188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/09/sebuah-refleksi.html' title='Sebuah Refleksi'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/SNnWsF0tnGI/AAAAAAAAADg/fN4XPjkKXH4/s72-c/Nyi+roro+makan+ketupat,+pilih+DIRO+yg+nomer+4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8001899162446549033</id><published>2008-09-23T22:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T22:43:14.946-07:00</updated><title type='text'>Catatan Kampus (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Prolog &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis ini semua bukan berarti ingin mengakhiri segala bentuk perjuanganku di kampus. Tapi, adalah suatu keinginan dalam hati dan pikirku untuk menuangkan segala sejarah yang kulalui semasa masih di kampus dan nantinya aku tidak lagi menjadi mahasiswa. Pun sebenarnya bisa dikatakan semua ini terlambat, karena masa kuliahku tinggal menghitung bulan (kurang lebih 5 bulan saja). Namun, kubulatkan segala azzam dihatiku bahwa sejarah terus bergulir tanpa mengenal masa. Satu abad, satu tahun, satu bulan, satu minggu, satu hari bahkan satu detik yang lalu adalah sejarah, bagiku. Maka, dengan rekaman-rekaman kehidupanku baik yang tertulis ataupun tidak akan kuputar ulang sebagian dengan harapan bisa menjadi cermin yang baik bagiku dan bagi siapa saja yang masih mempunyai ketertarikan untuk membaca. Mengingat daya ingatku yang sangat terbatas tentulah tidak semua akan sekomplit dan seseru apa yang telah aku alami sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2003, &lt;br /&gt;5 tahun yang lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjakan kaki di bumi lambung mangkurat (Universitas lambung Mangkurat) untuk pertama kali membuatku tersenyum indah. Aku melihat masa-masa yang akan aku hadapi adalah masa-masa yang tidak biasa dan berbeda dengan kehidupanku sebelumnya. Tidak biasa dalam artian diriku akan mengalami rutinitas belajar yang lebih aktif dan dituntut menjadi pembelajar yang baik. Pun akhirnya aku akan menyadari bahwa diriku bukanlah seorang pembelajar sejati. Kebahagiaan yang kurasakan adalah buah dari karakter yang ditumbuhkan keluargaku di rumah, yaitu ketertarikan terhadap sesuatu yang baru sebagai bagian kehidupan yang harus kita lalui bukan dihindari. Sehingga aku cenderung menyukai tantangan. Tentunya tantangan di sini akan disekat oleh fitrah diriku sebagai manusia berjenis kelamin perempuan. Cita-citaku di awal ini adalah membahagiakan orang tua dengan hasil kuliah yang akan cukup membanggakan. Dan akhirnya, tumbuhlah niat untuk fokus pada proses belajar di bangku kuliah dan tidak akan masuk ke dalam organisasi manapun. Tapi, siapa yang bisa mencegah takdir Allah. Begitu masuk ke kampus aku sudah disuguhkan dengan tantangan pertama yang menggiurkan, yaitu bergabung dengan lembaga dakwah fakultas. Dari SD aku memang sudah akrab dengan organisasi. Dari pramuka, OSIS sekolah sampai IRM (ikatan remaja muhammadiyah), walaupun tidak semua all out. Tapi, pengalaman menjadi ketua OSIS (SMP) dan ketua MPK (Majelias Perwakilan Kelas) di SMU cukup mengasah jiwa kepemimpinan dan keorganisasian-ku. Hingga secara nurani aku tidak bisa membohongi jiwaku untuk bergabung dengan lembaga dakwah fakultas itu. Terlebih aku adalah seorang muslim yang juga telah menyadari pentingnya dakwah, baik bagi diri sendiri ataupun orang lain (kembali ini adalah didikan keluarga). Maka, jadilah aku sebagai anggota Forum Studi Islam (FSI) Ulul Albab FMIPA Unlam. Dan di akhir tahun 2003, setelah aku melalui Dauroh Marhalah I, jadilah aku sebagai anggota dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Banjarbaru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FSI Ulul Albab bagiku…&lt;br /&gt;Lembaga ini telah mengajarkanku keistiqomahan, ketulusan, pengorbanan, cinta, kasih sayang, ukhuwah, dan yang paling penting adalah mengenalkanku bagaimana berakhlak islami… &lt;br /&gt;Mereka yang berjasa : &lt;br /&gt;Ka Aisy : like sister like mother…mmm komplit&lt;br /&gt;Ka Vinvin : kaka dimana sekarang? I missed you so much…&lt;br /&gt;Ka Nurul : qudwah sejati&lt;br /&gt;Ka Ervina : cool tapi mantep!&lt;br /&gt;Ka Sulis : adem&lt;br /&gt;Ka Sufi : sulit ditebak&lt;br /&gt;Ka Titin : ramah en lembut&lt;br /&gt;Ka Dyah : smarty&lt;br /&gt;Ka Rahma : Swinggg...softly&lt;br /&gt;All of you.... terima kasihku yang teramat sangat untuk kalian, Love You Fillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI bagiku&lt;br /&gt;Katrol kehidupanku. Disinilah aku di’genjot’ untuk menjadi yang terbaik. Ia mengajarkan tentang perubahan, dengan menu utamanya perjuangan dan pengorbanan. Hidup itu perubahan! Maka, jadilah segala orientasi kehidupan yang kulalui adalah untuk mengubah keadaan, menjadi lebih baik dalam koridor kebenaran. Di sini aku mengenal Demonstrasi, salah satu bentuk jihad, meneriakan kebenaran di hadapan pemimpin zolim. Di sini aku akrab bercengkrama dengan teriakan takbir yang membahana. Allaaaahhu Akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang telah berhasil ’menjerumuskan’ku :&lt;br /&gt;Ka Khonsa : on line 24 jam, full inspirasi&lt;br /&gt;Mba E’ : pendengar sejati dengan keteduhan hati yang dalem&lt;br /&gt;Ka Neni : cuap cuap cempreng, full happy tapi tetep syar’i&lt;br /&gt;Mba Mar : pian dimana?Teteh Neli : Sigap&lt;br /&gt;Ka Dede : smarty&lt;br /&gt;Ka Tuti : Ibu banggeet &lt;br /&gt;All of you… love you, miss you and tengkyuuuuu….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8001899162446549033?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8001899162446549033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/09/catatan-kampus-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8001899162446549033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8001899162446549033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/09/catatan-kampus-1.html' title='Catatan Kampus (1)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6468994247264712367</id><published>2008-07-23T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T21:36:08.244-07:00</updated><title type='text'>Jabir Ibn Hayyan, bapak kimia modern</title><content type='html'>Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai "the father of modern chemistry".&lt;br /&gt;Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:&lt;br /&gt;1) "Spirits" yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.&lt;br /&gt;2) "Metals" seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan&lt;br /&gt;3) "Stones" yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: "The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester - 1144) dan Kitab al-Sab'een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona - 1187). Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah "Alkali", dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngambil dari tulisannya Ambara Rachmat Pradipta&lt;br /&gt;Mahasiswa program Master Universitas Osaka, Jepang&lt;br /&gt;dari situs kimia indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6468994247264712367?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6468994247264712367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/07/jabir-ibn-hayyan-bapak-kimia-modern.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6468994247264712367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6468994247264712367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/07/jabir-ibn-hayyan-bapak-kimia-modern.html' title='Jabir Ibn Hayyan, bapak kimia modern'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-655448303185608131</id><published>2008-07-23T20:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T21:29:19.529-07:00</updated><title type='text'>Mengenal si Besi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mineral Bijih Besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bijih besi di alam terbentuk dalam mineral magnetit Fe3O4, hematite Fe2O3, limonite Fe2O33H2O, pyrite FeS2 dan Cromite Fe(CrO2)2. Pada mineral-mineral tersebut, kandungan besi bisa mencapai 70%.Mineral magnetit banyak dijumpai di Indonesia. Hampir di semua lahaneksplorasi bijih besi GeoAtlas dijumpai jenis mineral ini. Ciri yang sangat khas dan visual pada mineral ini adalah sangat berat dan menempel pada magnet. Rata-rata mineral magnetit di Indonesia dapat mengandung unsur besi lebih dari 60% sehingga layak jual sebagai komoditas ekspor. Mineral hematite berupa pasir berwarna merah sedangkan limonite berwarna coklat atau kuning. Pada mineral pyrite, unsur besi berasosiasi dengan sulfida. Mineral-mineral tersebut cenderung tidak menempel magnet seperti mineral magnetit. Daerah eksplorasi bijih besi tim GeoAtlas antara lain Sumatera Barat, Lampung dan Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis genesa dan endapan yang memungkinkan endapan besi&lt;br /&gt;bernilai ekonomis antara lain :&lt;br /&gt;1. Magmatik: Magnetite dan Titaniferous Magnetite&lt;br /&gt;2. Metasomatik kontak: Magnetite dan Specularite&lt;br /&gt;3. Pergantian/replacement: Magnetite dan Hematite&lt;br /&gt;4. Sedimentasi/placer: Hematite, Limonite, dan Siderite&lt;br /&gt;5. Konsentrasi mekanik dan residual: Hematite, Magnetite dan Limonite&lt;br /&gt;6. Oksidasi: Limonite dan Hematite&lt;br /&gt;7. Letusan Gunung Api&lt;br /&gt;Dari mineral-mineral bijih besi, magnetit adalah mineral dengan kandungan Fe paling tinggi, tetapi terdapat dalam jumlah kecil. Sementara hematit merupakan mineral bijih utama yang dibutuhkan dalam industri besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Proses Pembentukan Mineral Bijih Besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a) Besi Primer (Ore Deposit)&lt;br /&gt;Proses terjadinya cebakan bahan galian bijih besi berhubungan erat dengan adanya peristiwa tektonik pra-mineralisasi. Akibat peristiwa tektonik, terbentuklah struktur sesar, struktur sesar ini merupakan zona lemah yang memungkinkan terjadinya  magmatisme, yaitu intrusi magma menerobos batuan tua. Akibat adanya kontak magmatik ini, terjadilah proses rekristalisasi, alterasi, mineralisasi, dan penggantian (replacement) pada bagian kontak magma dengan batuan yang diterobosnya.&lt;br /&gt;Perubahan ini disebabkan karena adanya panas dan bahan cair (fluida) yang berasal dari aktivitas magma tersebut. Proses penerobosan magma pada zona lemah ini hingga membeku umumnya disertai dengan kontak metamorfosa. Kontak metamorfosa juga melibatkan batuan samping sehingga menimbulkan bahan cair (fluida) seperti cairan magmatik dan metamorfik yang banyak mengandung biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Besi Sekunder (Endapan Placar)&lt;br /&gt;Cebakan mineral alochton dibentuk oleh kumpulan mineral berat melalui proses sedimentasi, secara alamiah terpisah karena gravitasi dan dibantu pergerakan media cair, padat dan gas/udara. Kerapatan konsentrasi mineral-mineral berat tersebut tergantung kepada tingkat kebebasannya dari sumber, berat jenis, ketahanan kimiawi hingga lamanya pelapukan dan mekanisma. Dengan nilai ekonomi yang dimilikinya para ahli geologi menyebut endapan alochton tersebut sebagai cebakan placer. Jenis cebakan ini telah terbentuk dalam semua waktu geologi, tetapi kebanyakan pada umur Tersier dan masa kini, sebagian besar merupakan cadangan berukuran kecil dan sering terkumpul dalam waktu singkat karena tererosi. Kebanyakan cebakan berkadar rendah tetapi dapat ditambang karena berupa partikel bebas, mudah dikerjakan dengan tanpa penghancuran; dimana pemisahannya dapat menggunakan alat semi-mobile dan relatif murah. Penambangannya biasanya dengan cara pengerukan, yang merupakan metoda penambangan termurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Placer residual&lt;/span&gt;. Partikel mineral/bijih pembentuk cebakan terakumulasi langsung di atas batuan sumbernya (contoh : urat mengandung emas atau kasiterit) yang telah mengalami pengrusakan/peng-hancuran kimiawi dan terpisah dari bahanbahan batuan yang lebih ringan. Jenis cebakan ini hanya terbentuk pada permukaan tanah yang hampir rata, dimana didalamnya dapat juga ditemukan mineral-mineral ringan yang tahan reaksi kimia (misal : beryl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Placer eluvial.&lt;/span&gt; Partikel mineral/bijih pembentuk jenis cebakan ini diendapkan di atas lereng bukit suatu batuan sumber. Di beberapa daerah ditemukan placer eluvial dengan bahan-bahan pembentuknya yang bernilai ekonomis terakumulasi pada kantong-kantong (pockets) permukaan batuan dasar.&lt;br /&gt;Placer sungai atau aluvial. Jenis ini paling penting terutama yang berkaitan dengan bijih emas yang umumnya berasosiasi dengan bijih besi, dimana konfigurasi lapisan dan berat jenis partikel mineral/bijih menjadi faktor-faktor penting dalam pembentukannya. Telah dikenal bahwa fraksi mineral berat dalam cebakan ini berukuran lebih kecil daripada fraksi mineral ringan, sehubungan : Pertama, mineral berat pada batuan sumber (beku dan malihan) terbentuk dalam ukuran lebih kecil daripada mineral utama pembentuk batuan. Kedua, pemilahan dan susunan endapan sedimen dikendalikan oleh berat jenis dan ukuran partikel (rasio hidraulik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Placer pantai. &lt;/span&gt;Cebakan ini terbentuk sepanjang garis pantai oleh pemusatan gelombang dan arus air laut di sepanjang pantai. Gelombang melemparkan partikelpartikel pembentuk cebakan ke pantai dimana air yang kembali membawa bahanbahan ringan untuk dipisahkan dari mineral berat. Bertambah besar dan berat partikel akan diendapkan/terkonsentrasi di pantai, kemudian terakumulasi sebagai batas yang jelas dan membentuk lapisan. Perlapisan menunjukkan urutan terbalik dari ukuran dan berat partikel, dimana lapisan dasar berukuran halus dan/ atau kaya akan mineral berat dan ke bagian atas berangsur menjadi lebih kasar dan/atau sedikit mengandung mineral berat.&lt;br /&gt;Placer pantai (beach placer) terjadi pada kondisi topografi berbeda yang disebabkan oleh perubahan muka air laut, dimana zona optimum pemisahan mineral berat berada pada zona pasang-surut dari suatu pantai terbuka. Konsentrasi partikel mineral/bijih juga dimungkinkan pada terrace hasil bentukan gelombang laut. Mineral-mineral terpenting yang dikandung jenis cebakan ini adalah : magnetit, ilmenit, emas, kasiterit, intan, monazit, rutil, xenotim dan zirkon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mineral ikutan dalam endapan placer. &lt;br /&gt;Suatu cebakan pasir besi selain mengandung mineral-mineral bijih besi utama tersebut dimungkinkan berasosiasi dengan mineral-mineral mengandung Fe lainnya diantaranya : pirit (FeS2), markasit (FeS), pirhotit (Fe1-xS), chamosit [Fe2Al2 SiO5(OH)4], ilmenit (FeTiO3), wolframit [(Fe,Mn)WO4], kromit (FeCr2O4); atau juga mineral-mineral non-Fe yang dapat memberikan nilai tambah seperti : rutil (TiO2), kasiterit (SnO2), monasit [Ce,La,Nd,Th(PO4, SiO4)], intan, emas (Au), platinum (Pt), xenotim (YPO4), zirkon (ZrSiO4)dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-655448303185608131?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/655448303185608131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/07/mengenal-si-besi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/655448303185608131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/655448303185608131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/07/mengenal-si-besi.html' title='Mengenal si Besi'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-8400937617266329963</id><published>2008-03-18T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T21:22:41.747-07:00</updated><title type='text'>Biodiesel, Energi Alternatif dari Minyak Goreng Bekas</title><content type='html'>Dua fenomena yang bisa diungkapkan untuk menjelaskan kenapa pencarian energi alternatif menjadi isu global saat ini adalah, pertama, tingkat konsumsi energi berbasis fosil yang tidak bisa ditekan sehingga berdampak pada lingkungan. Tingkat konsumsi energi dunia selama dua dekade terakhir yakni dari tahun 1980 hingga tahun 2000 mencapai 34 persen. Tingkat konsumsi energi dunia diperkirakan akan meningkat hingga 50 persen dalam dua dekade mendatang. Minyak bumi masih amat mendominasi kebutuhan energi dunia. Penggunaan bahan bakar minyak berbasis fosil saat ini ditengarai menjadi penyebab utama perubahan iklim dunia. Di seluruh dunia, minyak bumi, batubara, dan gas alam memasok 88 persen dari kebutuhan energi global. Padahal, ketiga jenis energi itu bisa menghasilkan gas-gas seperti karbondioksida (CO2), Metana (CH4) dan nitrogen oksida (N2O) yang jumlahnya semakin lama semakin memenuhi kuota atmosfer dunia. Gas-gas tersebut memiliki sifat seperti kaca yang membungkus bumi dengan 'selimut buatan'.&lt;br /&gt;Kedua, kenaikan harga minyak dunia. Seperti yang ditulis di harian Kompas dalam Lesmana (2007), bahwa  kenaikan harga minyak akhir-akhir ini kian meroket dan diperkirakan akan menembus level 90 dolar AS/barel. Bagi Indonesia sendiri, naiknya harga minyak dunia akan sedikit banyak berpengaruh kepada APBN dan ekonomi domestik. Neraca minyak Indonesia sebenarnya sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Indikasinya adalah, jika pada tahun 2002 Indonesia masih mengalami surplus sebesar 2 miliar dolar AS dari selisih antara ekspor dan impor minyak mentah, di tahun 2006, surplusnya tinggal 316 juta dolar AS. Angka ini kemungkinan akan terus tergerus mengingat dalam periode Januari hingga Agustus 2007, surplus ekspor atas impor minyak mentah Indonesia tinggal 108 juta dolar AS. Masalah bangsa Indonesia semakin ironis karena kebutuhan BBM dalam negeri semakin meningkat. Bahkan pada periode Januari-Juli 2006 lalu, produksi BBM Indonesia hanya mencapai 1,029 juta barel per hari, sedangkan konsumsi BBM mencapai 1,3 juta barel per hari. Hal ini menyebabkan defisit BBM sebesar 270.000 barel yang harus dipenuhi melalui impor (Hambali dkk, 2007). Dalam menyikapi dua isu yang timbul dari konsumsi energi berbasis fosil, Indonesia sudah seharusnya mengembangkan sumber energi alternatif guna mencapai ketahanan energi di masa yang akan datang dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus dapat mengurangi angka kemiskinan (Lesmana, 2007).&lt;br /&gt;Biodiesel adalah semua bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewan (Blair, 2004). Biodiesel adalah transformasi energi matahari menjadi energi kinetik yang paling mudah, bersih, dan efisien. Biodiesel adalah bahan bakar yang dapat diperbaharui serta memiliki kesetimbangan energi yang tinggi. Bahan bakar ini tidak hanya dapat diproduksi dari minyak nabati atau hewani yang baru, namun juga dapat diproses dari minyak yang telah terpakai, misalkan bekas menggoreng (waste cooking oil). Siklus hidup dari gas rumah kaca hasil pembakaran biodiesel 55 % lebih rendah dibanding gas yang sama yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar diesel minyak bumi (Clarke, 2005).&lt;br /&gt;Lebih jauh diketahui bahwa biodiesel mengandung racun yang sangat rendah, biodegradabilitas yang baik, serta memiliki titik bakar (flash point) yang lebih tinggi. Jika minyak bakar memiliki titik memiliki flash point 52 derajat celsius. Biodiesel memiliki flash point yang lebih tinggi yaitu 151 derajat celsius. Bahan bakar ini bahkan lebih sedikit mengandung racun dibanding garam meja, dan lebih aman bagi kulit ketimbang sabun.&lt;br /&gt;Konsep penggunaan biodiesel dimulai pada tahun 1895 oleh Dr. Rudolf Diesel. Ia mendemonstrasikan motor diesel pertamanya yang menggunakan minyak kacang tanah (peaunut oil) pada the world Exhibition di Paris pada tahun 1900. pada tahun 1911, Rudolf Diesel menyatakan motor diesel dapat menggunakan minyak dari tumbuh-tumbuhan sehingga dapat juga membuat industri pertanian menjadi berkembang (Nelson, 2005).&lt;br /&gt;Seperti dijelaskan di atas bahwa keuntungan utama penggunaan biodiesel adalah ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah dan rendah kandungan racun (Nelson, 2005)&lt;br /&gt;1. Kandungan carbon dioxida lebih sedikit 80% dibanding solar biasa&lt;br /&gt;2. Biodiesel tidak menghasilkan sulfur dioxida. Sulfur dioxida adalah komponen utama hujan asam.&lt;br /&gt;3. Asap gas buang berkurang 75% dibanding solar biasa&lt;br /&gt;4. Secara relatif bau dari gas buang biodiesel lebih baik dibanding solar minyak bumi, adakalanya bau gas buangnya seperti pop corn.&lt;br /&gt;5. Biodiesel lebih mudah untuk ditangani, tidak dibutuhkan cream khusus untuk melindungi tangan dari iritasi.&lt;br /&gt;6. Karena titik bakarnya lebih tinggi, maka penggunaan biodiesel menjadi lebih aman.&lt;br /&gt;7. Biodiesel terurai lebih cepat 4 kali dibandingkan solar minyak bumi, tumpahan bahan bakar ini akan terurai hanya dalam 28 hari.&lt;br /&gt;8. Biodiesel mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik dibanding solar minyak bumi, sehingga mesin dapat bertahan lebih lama.&lt;br /&gt;9. Biodiesel mengurangi suara “ketukan” (knocking) yang biasa terjadi pada motor diesel.&lt;br /&gt;10. Biodiesel tidak membutuhkan tanki khusus, sehingga dapat langsung digunakan tanpa modifikasi.&lt;br /&gt;11. Biodiesel dapat dicampur dengan solar minyak bumi biasa dengan berbagai perbandingan.&lt;br /&gt;12. Motor diesel tidak membutuhkan modifikasi khusus untuk menggunakan biodiesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biodiesel dapat diperoleh dari tanaman-tanaman seperti kedelai, biji bunga matahari, kelapa sawit dan bahkan dari beberapa jenis algae. Sumber biodiesel juga dapat diperoleh dari bekas minyak goreng dari restauran, rumah-rumah makan, atau sumber-sumber lain yang menghasilkan limbah minyak goreng. Sebagai contoh, di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat kira-kira 4,5 milyar galon minyak goreng bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biodiesel tidak hanya dapat dibuat secara pabrikan, namun dapat pula dibuat dengan metoda sederhana yang dapat dikembangkan sendiri. Berikut ini adalah cara membuat biodiesel yang dikembangkan oleh Graydon Blair dari Utah Biodiesel Cooperative. Dengan metoda di bawah ini akan dihasilkan sekitar 35 hingga 45 gallon biodiesel.&lt;br /&gt;1.Tuangkan minyak ke dalam prosesor&lt;br /&gt;• Siapkan 40 galon minyak bekas (used vegetable oil)&lt;br /&gt;• Saring minyak tersebut sebelum dimasukkan ke prosessor&lt;br /&gt;• Tuangkan 40 galon minyak tersebut ke dalam prosessor&lt;br /&gt;2.Panaskan minyak untuk persiapan proses reaksi&lt;br /&gt;• Panaskan minyak hingga 120 Derajad Farenhiet&lt;br /&gt;• Cek suhu dengan termometer&lt;br /&gt;• Rekomendasi:&lt;br /&gt;Jangan gunakan api yang terbuka untuk memanaskan prosessor, uap dari Methoxide bisa terbakar.&lt;br /&gt;3.Titrasi dilakukan untuk menentukan jumlah caustic soda (lye) yang akan ditambahkan ke dalam prosesor&lt;br /&gt;Items yang dibutuhkan: air suling, Isopropyl Alcohol, Lye (NaOH), Graduated Eye-Dropper, pH Meter, 2 piringan kecil, 1 Liter container&lt;br /&gt;• Membuat campuran Lye/Water&lt;br /&gt;- Campurkan 50 mL Lye ke dalam 500 mL air suling&lt;br /&gt;- Campuran ini tidak dipakai semua, hanya sebagai cadangan&lt;br /&gt;• Siapkan piringan 1&lt;br /&gt;- Tuangkan 5 mL campuran Lye/Water ke piringan 1&lt;br /&gt;- Tambahkan 45 mL air suling ke piringan 1&lt;br /&gt;• Siapkan piringan 2&lt;br /&gt;- Tuangkan 40 mL Isopropyl Alcohol ke piringan 2&lt;br /&gt;- Tuangkan 4 mL Minyak yang sudah dipanaskan ke piringan 2&lt;br /&gt;- Campurkan kedua campuran tadi dengan merata Mix&lt;br /&gt;- Jaga agar campuran tetap hangat, supaya campuran tidak terpisah.&lt;br /&gt;- Cek pH piringan 2 mengunakan Ph Meter&lt;br /&gt;• Titrasi Minyak&lt;br /&gt;- Tuangkan 1 mL campuran dari piringan1 ke piringan 2&lt;br /&gt;- Ukur dan catat pH Level piringan 2&lt;br /&gt;- Ulangi hingga pH level bertambah hingga 2-3 levels&lt;br /&gt;- Yang dibutuhkan adalah pH di atas 8.5&lt;br /&gt;- Setiap ditambah campuran pH akan bertambah perlahan (seperti dari 7 menjadi 7.5)&lt;br /&gt;- Hingga suatu saat pH akan melonjak tinggi (seperti dari 7.5 menjadi 9 atau 10)&lt;br /&gt;- Ketika pH meloncat 2-3 levels, berarti minyak telah dinetralisasi&lt;br /&gt;• Hitung Titrasi&lt;br /&gt;L = ((D / 4) + 3.5) * O&lt;br /&gt;D = Jumlah 1 mL tetesan yang dimasukkan dalam piringan 2 selama proses titrasi.&lt;br /&gt;O = Milli-liters dari minyak yang dititrasi pada piringan 2&lt;br /&gt;L = Jumlah Lye dibutuhkan hingga terjadi reaksi&lt;br /&gt;Catat L untuk penggunaan pada step berikutnya&lt;br /&gt;4.Campuran Lye/Methonol (Methoxide)&lt;br /&gt;Peringatan: langkah ini akan menghasilkan uap beracun, ambil langkah-langkah pengamanan, jangan menghirup uap, gunakan sarung tangan, hati-hati.&lt;br /&gt;Items diperlukan: Methanol, Lye, dan dua ember 5 Galon dengan penutup&lt;br /&gt;• Persiapkan Ember&lt;br /&gt;- Bersihkan kedua ember&lt;br /&gt;- Bor lubang ¼ inch ditengah penutup ember&lt;br /&gt;• Persiapkan Methanol&lt;br /&gt;- Tuangkan 4 galon methanol ke dalam tiap ember&lt;br /&gt;- Tutup ember-ember tersebut&lt;br /&gt;- Jangan sampai menghirup uap methanol, beracun !&lt;br /&gt;• Persiapkan Lye&lt;br /&gt;- Persiapkan sejumlah Lye “L” hasil perhitungan step 3&lt;br /&gt;- Bagi nilai L dengan 2 untuk membuat GL&lt;br /&gt;- GL = Grams of Lye untuk digunakan pada tiap ember&lt;br /&gt;- Ukur dua set GL&lt;br /&gt;- Simpan untuk digunakan nanti ketika mencampur dengan Methanol&lt;br /&gt;• Pencampuran&lt;br /&gt;- Buka tutup ember 1, gunakan stick pengaduk dan mulai mengaduk methanol pada ember 1 &lt;br /&gt;- Sambil mengaduk masukkan lye yang tadi telah dipersiapkan&lt;br /&gt;- Tetap mengaduk hingga 1 menit&lt;br /&gt;- Tutup ember selama beberapa menit, kemudian aduk kembali&lt;br /&gt;- Lakukan terus sampai campuran betul-betul menyatu sekitar 10 menit&lt;br /&gt;- Lakukan proses yang sama pada ember 2&lt;br /&gt;- Jangan menghirup uap campuran, beracun !&lt;br /&gt;5.Tuangkan Methoxide Ke dalam Processor&lt;br /&gt;• Pastikan suhu minyak dalam prosessor 120 derajad Farenhiet (atau sedikit lebih tinggi)&lt;br /&gt;• Buka penutup pada kedua ember&lt;br /&gt;• Masukkan campuran ke dalam prosesor secara perlahan&lt;br /&gt;• Jangan menghirup uap campuran, beracun!&lt;br /&gt;6.Mengaduk minyak agar terjadi reaksi&lt;br /&gt;• dengan mixer selama 5 menit, tunggu 10 menit&lt;br /&gt;• Ulangi sebanyak 4 kali (kira-kira 1 jam proses)&lt;br /&gt;7.Biarkan minyak terpisah&lt;br /&gt;• Biarkan campuran selama 8 jam, agar biodiesel dan glycerin terpisah satu dengan lainnya&lt;br /&gt;• Biodiesel naik ke permukaan prosessor dan glycerin akan berada dibawahnya&lt;br /&gt;• Lapisan antar boidiesel dan glycerin adalah extra residue, biasanya sabun (soap)&lt;br /&gt;• Jika ini terjadi, berarti penggunaan Lye agak terlalu banyak&lt;br /&gt;8.Pisahkan lapisan glycerin&lt;br /&gt;• Keluarkan lapisan glycerin (dan sabun) dari prosessor&lt;br /&gt;• Pastikan yang tertinggal di dalam prosessor adalah lapisan biodiesel yang belum dibersihkan&lt;br /&gt;• Glycerin dapat digunakan sebagai degreaser, juga dapat dibuat menjadi sabun&lt;br /&gt;9.Membersihkan Biodiesel&lt;br /&gt;Pencucian dapat dilakukan dengan water mister dan bubbler&lt;br /&gt;•Pengkabutan &lt;br /&gt;- Gunakan kabut yang tipis, tambahkan 15 gallons air ke prosessor&lt;br /&gt;- Diamkan selama 10 menit&lt;br /&gt;- Buang airnya&lt;br /&gt;- Gunakan kabut yang lebih agresif, tambahkan 15 gallons air&lt;br /&gt;- Biarkan kembali selama 10 menit&lt;br /&gt;- Jangan buang airnya, karena akan digunakan untuk Bubbling&lt;br /&gt;• Bubbling&lt;br /&gt;-Letakkan bubbler di dasar prosessor lalu operasikan&lt;br /&gt;-Mulai dengan bubble yang ringan &lt;br /&gt;-Perhatikan sehingga teremulsi&lt;br /&gt;-Bubble biodiesel sekurang-kurangnya 24 jam&lt;br /&gt;-Matikan bubbler&lt;br /&gt;10.Biarkan agar air naik dan minyak berpisah&lt;br /&gt;•Biarkan prosessor sekurang-kurangnya 8 jam&lt;br /&gt;•Agar air dan minyak berpisah&lt;br /&gt;11.Buang lapisan air&lt;br /&gt;•Buang lapisan air ke kontainer&lt;br /&gt;•Air seharusnya bening&lt;br /&gt;•Jika air tidak bening, biodiesel harus dicuci kembali&lt;br /&gt;•Jika air bening, proses ke langkah berikutnya&lt;br /&gt;12. pindahkan ke kontainer penyimpanan&lt;br /&gt;•Pindahkan biodiesel yang telah diproses ke dalam kontainer&lt;br /&gt;•Biasanya menggunakan beberapa ember 5 gallon-an&lt;br /&gt;13.Biarkan biodiesel mengering&lt;br /&gt;Langkah ini untuk memungkinkan kelembaban keluar dari biodiesel&lt;br /&gt;•Letakkan kontainer yang terbuka di bawah sinar matahari&lt;br /&gt;•Letakkan screens di atas kontainer yang terbuka&lt;br /&gt;•Biarkan sekitar 8 jam&lt;br /&gt;• lama pengeringan tergantung suhu dan cuaca&lt;br /&gt;•Saat kering, biodiesel sebaiknya tidak keruh&lt;br /&gt;•Sebaiknya dasar kontainer dapat terlihat&lt;br /&gt;•Simpan dan biodiesel siap untuk digunakan&lt;br /&gt;14.Catatan penggunaan biodiesel&lt;br /&gt;•Biodiesel murni dapat digunakan pada kendaraan di atas suhu 40 derajat fahrenheit&lt;br /&gt;•Pada cuaca dingin, biodiesel dapat dicampur solar biasa dengan perbandingan 50/50 untuk menjaga biodiesel tidak membeku&lt;br /&gt;•Diperlukan penggantian filter bahan baklar yang lebih sering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan biodiesel pada motor diesel sangat sederhana, yaitu isikan biodiesel ke dalam tanki BBM, hidupkan motor dan jalan. Tidak dibutuhkan modifikasi apapun dan tidak dibutuhkan tanki BBM kedua. Karena biodiesel dapat dicampur dengan solar biasa dalam berbagai perbandingan, maka dapat diaplikasikan langsung pada tanki BBM yang masih ada solar biasa, tanpa harus mengosongkan tanki BBM terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;Anonymous. 2005. Biodiesel, The Veggie Fuel. http://www.veggies.org.uk&lt;br /&gt;Blair, G. 2004. Using Biodiesel in Diesel Engines. Utah Biodiesel Cooperative. http://www.utahbiodiesel.org&lt;br /&gt;Buffingfon, D. 2005. Soydiesel VS Biodiesel. Agricultural Engineering Penn State University.&lt;br /&gt;Clarke, R. 2005. Biodiesel, a Greener Future. http://www.rixbiodiesel.co.uk&lt;br /&gt;Lesmana, T. 2007. Pemanasan Global, Energi Alternatif, dan Kemiskinan. http://alumni.adsjakarta.or.id/articleattachment/articleteddylesmana10.pdf&lt;br /&gt;Nelson, W. 2005. Home of Farm Fresh Biodiesel. http://www.wnbiodiesel.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-8400937617266329963?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/8400937617266329963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/biodiesel-energi-alternatif-dari-minyak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8400937617266329963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/8400937617266329963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/biodiesel-energi-alternatif-dari-minyak.html' title='Biodiesel, Energi Alternatif dari Minyak Goreng Bekas'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5217845618251248543</id><published>2008-03-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T21:12:46.517-07:00</updated><title type='text'>TENTANG SENDIRI</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya merasa lebih nyaman bersama kesendirian. Berlama-lama di depan komputer. Membuka file-file lama atau sekedar menyalurkan hobby otak-atik foto. Terkadang jalan ke warung internet depan kampus. Memang karena keharusan (tugas kuliah) atau memang iseng ngisi waktu, buka-buka blog. Kalau malam hari, betah sampai jam 12 nongkrongin TV. &lt;br /&gt;Kalaupun berkumpul dengan teman atau orang banyak, lebih senang untuk mendengar atau diam, sehemat mungkin bicara. Akhirnya yang saya lakukan adalah berfikir. Mencoba menguak misteri dengan renungan pikir. Tentang hidup, masa depan, sahabat, aktivitas dan tugas. Semua sekitar kehidupan saya. Dan hasilnya? Tulisan ini. Untuk saat ini. Tak lebih. &lt;br /&gt;Dan inilah buah pemikiran saya dalam kesendirian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentang Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini adalah pikiran kita. Jika kita berfikir hidup ini sederhana, ia menjadi sederhana. Sebaliknya, jika kita berfikir rumit maka hidup ini menjadi rumit. Jika berfikir hitam, maka hidup kita tak kan pernah berwarna. Saya pribadi meyakini itu dan konklusi semacam itu, menurut saya, sering membawa kita pada hal-hal positif jika kita berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada dan selalu bersama kita. Kesadaran akan adanya sesuatu yang selalu mengawasi segala apa yang kita lakukan akan membawa kita untuk selalu menyekat pilihan pada baik atau buruk, benar atau salah. Dan kesadaran semacam itu saya yakin merupakan buah dari pemikiran.&lt;br /&gt;Lebih tepat saya katakan, hidup kita adalah keyakinan yang lahir dari pikiran yang diarahkan oleh ’tangan’ Yang Kuasa.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Masa Depan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masa depan ada di tangan kita. Apa yang kita putuskan saat ini itulah masa depan kita. Seperti saya memandang bahwa hidup itu bukan pilihan, tapi ketika kita sudah memilih itulah hidup (masa depan) kita. Semakin cepat kita menentukan pilihan, semakin cepat pula kita meraih masa depan. Apa Anda sudah menentukan pilihan-pilihan dalam hidup Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentang Sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak habis kata untuk bercerita tentang sahabat. Tanpa seijin sahabat, saya telah membaca tulisannya. Tentang sahabat. Sahabat baginya adalah tempat berbagi, dimana ia kan ada untuk kita, susah ataupun senang. Kala berkumpul serasa keluarga. Ketika harus berpisah serasa sebagian hidup ini lenyap. Gamang. Terakhir, saya berpendapat sama. Tapi ketika satu per satu sahabat-sahabat saya harus pergi barulah kesadaran itu muncul. Bahwa tak baik mendefinisikan sahabat secara berlebihan. Dampaknya telah saya rasakan, betapa rasa ketergantungan membuat kita tak bisa berkarya ketika tak bersamanya. Ekstrimnya bisa saya katakan seperti mayat hidup. Keinginan dan kesempatan itu selalu ada tapi gairah untuk menuntaskan yang tak kunjung datang. &lt;br /&gt;Yang jelas, kini sahabat itu saya definisikan sebagai sikap positif dalam hidup. Ia adalah implementasi keyakinan diri akan kehadiran sosok Teragung yang wajib dipuja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentang Aktivitas dan Tugas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya suka beraktivitas, tapi saya pemilih dalam menjalankan tugas. Baru saya sadari ini dalam perenungan kesendirian. Ketika hati saya merasa ’sreg’ dengan suatu tugas, maka jangan heran jika dalam waktu singkat saya bisa menyelesaikannya. Kelemahan lain yang saya sadari adalah dalam mengerjakan sesuatu saya sering merasa tidak puas dengan hasil pertama, sehingga banyak tugas yang saya selesaikan dalam waktu lama hanya karena belum puas. Siapa yang bisa disalahkan? Tak ada, karena itulah manusia. Sudah menjadi fitrah kehidupannya mempunyai perasaan seperti itu. Tidak puas. Hanya yang cerdas yang bisa mengemas kelemahan menjadi kelebihan. Dan saya ingin bisa seperti itu, sayang saya tidak bisa mengukurnya sendiri. Dan itulah kita, manusia, tak banyak yang bisa diperbuat jika sendiri. Tapi, yang bisa mengoptimalkan potensi sendiri demi kemanfaatan orang lain, that is a winner. Paling tidak bagi diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conclusion is our mission in this live must be controlled by us self, and the result in Allah’s hand!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5217845618251248543?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5217845618251248543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/tentang-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5217845618251248543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5217845618251248543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/tentang-sendiri.html' title='TENTANG SENDIRI'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2440346036544049970</id><published>2008-03-06T01:57:00.000-08:00</published><updated>2008-03-06T02:02:23.579-08:00</updated><title type='text'>R E S U M E : TSAWABIT DALAM MANHAJ GERAKAN IKHWAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jum’ah Amin Abdul Aziz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsawabit adalah hal-hal yang tidak boleh berubah atau berganti kapan dan dimana pun. Posisinya seperti akidah dan ushul (pokok-pokok) yang tegas yang tidak menerima takwil, penggantian, peubahan kapan dan dimana pun serta oleh siapapun. Contohnya wajibnya shalat, zakat dan puasa. Sedangkan mutaghayyirat adalah hal-hal yang mungkin mengalami penggantian, perubahan, takwil, dan pengembangan. Perubahan didalamnya bukanlah merupakan pelanggaran terhadap hal-hal pokok (ushul) dan asasi. Contohnya ijtihad dalam ilmu fiqih. &lt;br /&gt;Perpaduan keduanya menghasilkan :&lt;br /&gt;Kontinuitas tanpa kebekuan&lt;br /&gt;Adaptasi tanpa penyimpangan&lt;br /&gt;Pembaruan tanpa penyelewengan&lt;br /&gt;Pengembangan tanpa disfungsi&lt;br /&gt;Orisinalitas tanpa kelalaian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsawabit dalam manhaj Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;1.Nama jama’ah, fikroh, aplikasi, sejarah dan kesetiaan&lt;br /&gt;Nama itu dipertahankan karena nilai-nilai Islam yaitu persaudaraan dan Islam. Terdapat dua ikatan yakni iman dan ukhuwah. Jadi nama adalah fikroh dan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Wajibnya amal jama’i&lt;br /&gt;‘Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman and beramal soleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.’ &lt;br /&gt;(QS Al Ashr : 1-3)&lt;br /&gt;Jadi, yang dikecualikan dari kerugian adalah jama’ah yang saling menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran, bukan individu betapapun salehnya.&lt;br /&gt;Amal jama’i harus sistematik, berpijak di atas qiyadah yang bertanggung jawab, basis yang kokoh, persepsi yang jelas, yang mengatur hubungan qiyadah dengan jundi atas dasar syura yang mengikat dan ketaatan yang penuh kesadaran serta pemahaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tarbiyah Adalah Jalan Kita Dan Menjauhi Kekerasan Adalah Prinsip &lt;br /&gt;a.Tarbiyah Kita&lt;br /&gt;Tiga tonggak tarbiyah :&lt;br /&gt;1)Iman yang paripurna&lt;br /&gt;2)Cinta yang tangguh, persatuan hati, dan kepaduan ruhani&lt;br /&gt;3)Pengorbanan sehingga mendorong mereka mempersembahkan segala yang mereka miliki kepada Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Menjauhi kekerasan adalah prinsip kita&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku untuk Allah Rabb sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya dan untuk itulah aku diperintah dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.’ (QS Al An’am : 162-163)&lt;br /&gt;Sasaran-sasaran tarbiyah ikhwan :&lt;br /&gt;1)Membangunkan kesadaran ruhani imani&lt;br /&gt;2)Membina individu dan muslim secara integral dalam segala aspek kehidupan, baik dari sisi jasad, akal, ruhani, maupun kejiwaan&lt;br /&gt;3)Membentuk keluarga muslim atas dasar tarbiyah (tonggak tarbiyah)&lt;br /&gt;4)Mewujudkan masyarakat Muslim yang para anggotanya terbina dan menerapkan manhaj Islam dalam kehidupannya&lt;br /&gt;5)Menghidupkan kembali khilafah islamiyyah yang telah lama lenyap&lt;br /&gt;6)Mengembalikan eksistensi umat Islam internasional agar menjadi umat yang diorbitkan untuk manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patokan-patokan Operasional Tarbiyah :&lt;br /&gt;1)Realistis, aplikatif, dan bertahap&lt;br /&gt;2)Terkait dan mendukung tujuan besar&lt;br /&gt;3)Mengenal fase dakwah untuk menentukan uslub tarbiyah&lt;br /&gt;4)Memperhatikan qawa’id usuhuliyyah (kaidah-kaidah ushul fiqih)&lt;br /&gt;5)Sarana perubahan adalah individu muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Usrah adalah Pusat Asuhan Tarbiyah&lt;br /&gt;Tarbiyah memerlukan ilmu dan pemahaman. Sedangkan hal itu tidak akan terwujud tanpa adanya seorang murabbi (naqib/pemimpin) yang ada di dalam tempat pengasuhan. Tempat pengasuhan itu adalah usrah (sarana). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Risalatut-Ta’alim, Al-Ushulul ‘Isyrin, Arkanul Bai’ah dan Risalatul ‘Aqaid adalah Landasan Kita dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;Risalatut-Ta’alim, khususnya Al-Ushulul ‘Isyrin dengan pasangannya Risalatul ‘Aqaid, memuat pemahaman secara tegas yang membedakan jama’ah ikhwan dari jama’ah lain. Kemudian wajib mengamalkannya dan mendakwahkannya, serta tidak boleh mengabaikannya dan menyimpang darinya karena jamah harus mempunyai persepsi yang dapat menyatukan mereka, pokok-pokok yang menjadi dasar pijakan dan pemahaman yang mengarahkan. Agar tarbiyah dapat melahirkan pribadi-pribadi Islam yang mujahid dan berkomitmen kepada jama’ah, maka Imam Hasan Al Banna menetapkan rambu-rambu dan sifat-sifat akhlaki yang disebut sebagai  Arkanul Bai’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Komprehensif dalam Pemahaman dan Gerakan &lt;br /&gt;Pemahaman yang dimaksud adalah :&lt;br /&gt;a.Hukum-hukum dan ajaran-ajaran Islam mencakup dan mengatur segala urusan manusia di dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;b.Asas ajaran dan nilai-nilai Islam adalah Kitabullah dan Sunah Rasulullah saw yang apabila umat ini berpegang teguh dengannya niscaya tidak akan tersesat selamanya. &lt;br /&gt;c.Islam sebagai agama universal dengan segala kesempurnaan dan ketinggiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Syura yang Mengikat untuk Menghilangkan Pertentangan di Antara Kita&lt;br /&gt;Syura adalah batas demarkasi antara masyarakat zalim (seperti Fir’aun dan Ratu Saba) dengan masyarakat aman lagi beriman. &lt;br /&gt;‘Dan bagi orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah anatar mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.’ &lt;br /&gt;(QS. Asy-Syuura:38)&lt;br /&gt;Bagi yang tidak berkomitmen kepada manhaj maka katakan :&lt;br /&gt;‘Kita bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati dan saling memaafkan dalam hal yang diperselisihkan.’ (Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Menghormati Peraturan Jama’ah adalah Akhlak&lt;br /&gt;Aktivitas pembinaan yang tertata, produktif dan dilakukan secara jama’i adalah manhaj orisinal Islam. Dan yang mau masuk pintu jama’ah dan menjadi al akh yang berperan serta dalam harakah maka ia harus menghormati aturan dan tidak boleh keluar darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Pilihan Fiqih yang diambil Jama’ah adalah Mengikat &lt;br /&gt;Pegangan kita dalam berbeda pendapat adalah adabul khilaf, yaitu :&lt;br /&gt;a.Tidak fanatik terhadap pendapat sendiri dalam rangka merekrut  pengikut.&lt;br /&gt;b.Kita tidak setuju seseorang atau jama’ah yang mendakwahkan diri terpelihara dari kesalahan dalam urusan-urusan ijtihad&lt;br /&gt;c.Kita mencari kebenaran baik disampaikan oleh lisan kita atau lisan orang lain&lt;br /&gt;d.Kita tidakmencari-cari kesalahan orang lain untuk menjauhkan manusia dari mereka.&lt;br /&gt;e.Jelas bahwa kesepakatan dalam pokok-pokok manhaj tidak berarti sepakat dalam cabang-cabangnya&lt;br /&gt;f.Menafsirkan apa yang dikatakan orang yang berbeda dengan kita dengan versi yang menguntungkannya dan tidak dalam satu persoalan.&lt;br /&gt;g.Kita menghormati ulama tapi tidak mengkultuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Allah adalah Tujuan dari Segala yang Kita Lakukan dan Ucapkan &lt;br /&gt;’Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan pengabdian kepadaNya.’ (QS Al Bayyinah : 5)&lt;br /&gt;Jika yang menjadi tujuan hanyalah Allah maka pasti perilaku pun akan lurus, amal akan menjadi baik, dan kemenangan dari Allah akan terwujud.&lt;br /&gt;’Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong. Maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada Nya. Karena sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat.’ (QS An Nashr : 1-3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2440346036544049970?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2440346036544049970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/r-e-s-u-m-e-tsawabit-dalam-manhaj.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2440346036544049970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2440346036544049970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/03/r-e-s-u-m-e-tsawabit-dalam-manhaj.html' title='R E S U M E : TSAWABIT DALAM MANHAJ GERAKAN IKHWAN'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1409809593153260658</id><published>2008-01-20T01:08:00.001-08:00</published><updated>2008-01-20T01:08:56.445-08:00</updated><title type='text'>Menuang Asa di Hati…</title><content type='html'>Banyak hal yang telah saya alami dari awal tahun ini. Tapi, entah perasaan-perasaan yang tak teridentifikasi itu bermunculan dari mana. Dan apa maksudnya, saya tak tahu. Ingin sekali menuliskannya, tapi bingung untuk memulainya. Kebekuan gairah menulis saya muncul lagi. Jadilah saya putuskan untuk menuliskan apa saja. Yang jelas, saya Cuma ingin mengeluarkan asa di hati. Menuangnya ke dalam wadah maya dengan harap semesta kan menjawabnya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1409809593153260658?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1409809593153260658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/menuang-asa-di-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1409809593153260658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1409809593153260658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/menuang-asa-di-hati.html' title='Menuang Asa di Hati…'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7629060326948139345</id><published>2008-01-20T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T01:08:26.000-08:00</updated><title type='text'>Catatan Duka</title><content type='html'>Aku kini berduka&lt;br /&gt;Bukan atas siapa ataupun apa&lt;br /&gt;Hanya meratapi diri yang terasa luka&lt;br /&gt;Ditinggalkan kebahagiaan dan juga teman&lt;br /&gt;Ah! Tidak!&lt;br /&gt;Itu hanya prasangka dari sumber kesesatan&lt;br /&gt;Berawal diri menjauh dari kedekatan&lt;br /&gt;Cemburu tak berkesudahan&lt;br /&gt;Karena diriku yang memang bodoh&lt;br /&gt;Pelik berfikir yang tak berarti&lt;br /&gt;Hanya mengharap tak jua bergerak&lt;br /&gt;Dalam diam dan ratapan&lt;br /&gt;Sebuah ketidakberdayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini lemah&lt;br /&gt;Bukan karena apa atau siapa&lt;br /&gt;Hanya diri ini yang luka&lt;br /&gt;Dibuat sendiri dan berpasrah&lt;br /&gt;Tak ada tekad apalagi lawan&lt;br /&gt;Aku masih diam&lt;br /&gt;Memandang jauh melayang&lt;br /&gt;Kosong&lt;br /&gt;Hampa&lt;br /&gt;Sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini rindu&lt;br /&gt;Dengan mereka yang kucinta&lt;br /&gt;Hanya dalam hatiku&lt;br /&gt;Asa itu membunga&lt;br /&gt;Tak pernah terungkap dalam kata&lt;br /&gt;Dan sesal itu selalu datang&lt;br /&gt;Sebuah salah yang tak termaafkan&lt;br /&gt;Pada sosok yang kini paling kudamba&lt;br /&gt;Untuk bertemu, untuk menyapa&lt;br /&gt;Pun pernah ku bermimpi berjumpa&lt;br /&gt;Tak menyurut rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku kini...&lt;br /&gt;Entahlah&lt;br /&gt;Tak bisa kumengerti&lt;br /&gt;Kisah ini terus mengalir&lt;br /&gt;Tanpa episode yang berarti&lt;br /&gt;Sepanjang hayat kan kuratapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Kenapa aku masih saja diam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.11 pm&lt;br /&gt;19 Januari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7629060326948139345?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7629060326948139345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/catatan-duka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7629060326948139345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7629060326948139345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/catatan-duka.html' title='Catatan Duka'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-5752665206753805665</id><published>2008-01-20T01:06:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T01:07:45.047-08:00</updated><title type='text'>MENUANG KENANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Andai aku bisa…&lt;br /&gt;Kan ku jemput kau dari syurga&lt;br /&gt;Kan ku buat tawamu terukir kembali&lt;br /&gt;Kan kujadikan budak diri ini&lt;br /&gt;Hanya untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku bisa...&lt;br /&gt;Kan ku buat waktu kembali&lt;br /&gt;Ku sirnakan semua dukamu dulu&lt;br /&gt;Takan ada pembangkang seperti batu&lt;br /&gt;Takan ada pembeban hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku bisa...&lt;br /&gt;Ku buat engkau bahagia&lt;br /&gt;Takan kubiarkan derai air mata&lt;br /&gt;Membasahi tiap luka yang tertoreh&lt;br /&gt;Pun harus kurasa sakit dan derita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku bisa...&lt;br /&gt;Memelukmu&lt;br /&gt;Menciummu&lt;br /&gt;Mencurahkan kasih terindah padamu...&lt;br /&gt;Ibu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti air kolam yang tertimpa air hujan. Riak sedih itu bergelora lagi. Air mata di hati membanjir, walaupun di wajah tak nampak setitik pun. Aku rindu Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap aku ingin bercerita tentang Ibu, setiap kali itu juga tangan ini kaku. Ini adalah kali ke sekian aku memulai menulis untuk Ibu. Aku harap aku bisa. Terlalu banyak kisah dan hikmah bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku seorang yang keras. Pemarah. Dingin. Sangat jarang sekali, bahkan sampai aku masuk ke bangku SMP, Ibu bisa bercanda. Denganku, ataupun dengan Mas-ku. Terlalu sering aku mendengar Ibu membentak dan berteriak, hingga memoriku sampai saat itu tak bisa mengingat kapan saja kami sering tertawa bersama. Namun, aku mulai merekam kebersamaan kami sekeluarga saat aku sudah kelas 2 SMP. Saat itu mulai kuperhatikan bagaimana Ibu membersamai keluarganya. Tawanya renyah sekali. Bahkan terkesan indah. Jika Mas mencandai beliau dengan sedikit ’mempermalukan’ Ibu di depan aku dan Bapak, wajah Ibu yang putih menjadi kemerahan. Malu, tapi dengan tawa renyahnya. Aku merasa Ibu saat itu telah menjadi teman yang lembut dan menarik. Dan yang kusadari dan sesali adalah bahwa semua bentakan dan marahnya Ibu bukanlah tanpa alasan. Semua karena 5 kata : CINTA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain tentang Ibu adalah bahwa Ia punya suara yang sangat merdu. Kata Bapak, Ibu dulu seorang sinden di desa tempat kelahiranku. Saat SMU sampai kuliah, aku sering menemani Ibu ke sawah, dari musim tanam sampai musim katam (panen). Awalnya aku ikut karena terpaksa, soalnya di rumah hanya ada aku. Tak jarang pula aku mengelak untuk tinggal aja di rumah. Lama kelamaan akupun menikmatinya. Disawahlah aku sering mendengar Ibu nembang. Kutut Manggung, Yen Neng Tawang ono Lintang, sampai Prahu Layar adalah tembang favoritnya. Atau lagu-lagu dangdut lama karyanya Rhoma Irama dan Rita Sugiarto. Tapi yang paling terekam di memoriku adalah tembang-tembang jawa itu. Bahkan sekarang aku menyimpan tembang-tembang itu diwinam-ku. Kalo kangen sama Ibu, aku betah mendengarkannya berjam-jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah seorang yang sangat sabar. Ini cerita dari Bapak. Dulu, setelah Bapak menikahi Ibu dan memutuskan untuk ikut program tansmigrasi ke Kalimantan, Ibu mengikuti dengan keikhlasan. Berpisah dengan keluarga besarnya. Bahkan segala kesusahan dan penderitaan dirasakan untuk bisa melanjutkan hidup di perantauan. Padahal mereka pengantin baru. Bapak sering bercerita betapa Ibu adalah sosok teman hidup yang setia dan sempurna. Betapa tidak, saat hamil tuapun Ibu tetap pergi ke sawah, menemani Bapak nyangkul. Bapak juga bilang kalau saat seperti itu Ibu sering nembang. Pernah juga suatu kali, ini agak lucu sih, saat itu Bapak udah kerja di sebuah perusahaan asuransi. Bapak membawa kerjaannya ke rumah, mengetik. Di rumah belum punya lampu, jadi penerangan cuma pake lampu teplok. Ibupun membantu membacakan. Sampai larut malam. Tiba-tiba semerbak bau tak sedap menyeruak. Ternyata, ada senggung/gubang kentut di sekitar rumah. Walhasil Bapak ngetik sambil menutup hidungnya. Ibu tetap menemani dan membantu Bapak. Dengan menutup hidung juga tentunya. Sampai kami pindah rumahpun Ibu selalu setia menemani dan membantu Bapak. Kesetiaan Ibu sangat jelas terlihat oleh ku dari sikap dan tatapan mata yang teduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tak pernah berubah. Ini yang dirasakan Bapak. Bahkan sampai kami punya rumah sendiri, dilengkapi dengan perabot, Ibu masih selalu semangat bekerja keras. Keistiqomahannya untuk selalu membantu keluarganya mendapatkan kesejahteraan hidup adalah sebuah kado terindah yang pernah kami miliki. Walaupun kado itu tak lagi membersamai, tapi keberadaan Ibu selama hidupnya akan selalu menjadi cerita dan kisah yang penuh hikmah. Terlebih untukku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu penyayang. Saat ini sering kurindukan kegembiraannya saat kubawa raport rangking satuku kepadanya. Ku rindu suaranya di balik telepon ketika menanyakan kabarku di tempat kuliah. Kurindukan tahu-tempe bacemnya yang sering menjadi oleh-oleh buat teman-teman sehabis pulang kampung. Ku rindu matanya yang penuh keterkejutan menyambutku saat liburan kuliah, walaupun dengan jitakan sayang di kepala. Sangat kurindukan tatap perpisahan di bola matanya yang semakin mengisyaratkan usia tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menuang kisah Ibu ke dalam tulisan dan puisi ku hapus rindu yang sering mengabut. Ibu adalah inspirasiku. Ibu adalah semangatku. Ibu adalah anugerah terindah untuk ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sayang Ibu...&lt;br /&gt;I Love you Mom...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.42 pm&lt;br /&gt;Kutut manggung itu semakin jelas ditelingaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-5752665206753805665?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/5752665206753805665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/menuang-kenangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5752665206753805665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/5752665206753805665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/menuang-kenangan.html' title='MENUANG KENANGAN'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6108839626515964946</id><published>2008-01-20T00:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T01:06:17.429-08:00</updated><title type='text'>RESUME : The Divine Message Of the DNA (Tuhan dalam Gen Kita)</title><content type='html'>Pendahuluan &lt;br /&gt;Selain menyebabkan pembelahan sel dan mentramisikan sifat-sifat dari orang tua ke anak, gen bekerja tanpa henti pada tingkatan yang jauh lebih langsung. Contohnya, kita tidak akan dapat berbicara tanpa berfungsinya gen kita, yang memainkan peran penting dalam menyaring informasi linguistic dari otak. Sebuah aspek lain yang mengagumkan adalah, walaupun gen sama-sama memiliki prinsip kerja yang umum, adanya kemungkinan kombinasi yang tak terhingga memastikan tidak akan pernah ada dua makhluk yang sama persis. Untuk setiap satu orang anak terdapat tujuh puluh triliun kombinasi gen yang mungkin terjadi. Fakta lain menyebutkan bahwa kita ada di dunia ini karena kebetulan terpilih dari tujuh puluh triliun kemungkinan yang berbeda. Itu menunjukkan betapa instimewanya kita.&lt;br /&gt;Nah, lalu siapakah yang pada awalnya menuliskan kode luar biasa ini? Umat manusia tentunya tidak dapat menciptakan kode genetic ini, namun apakah berarti bahwa kode genetic terjadi secara spontan begitu saja? Toh bahan-bahan baku yang diperlukan untuk membentuk kehidupan banyak terdapat dalam dunia alami. Kazuo Murakami menyebutnya sebagai “Sesuatu yang Agung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chapter 1 : Memecahkan  Kode Misteri Kehidupan&lt;br /&gt;Sel dan Gen, si kecil yang menakjubkan&lt;br /&gt;Jaringan hewan atau tumbuh-tumbuhan ditemukan sebagai kelompok sel-sel, pertama kali dikenalkan oleh Schleiden dan Schwann pada tahun 1853 yang kemudian disebut sebagai doktrin sel. Isi sebuah sel sebagian terdiri atas air (70%) sehingga cahaya mudah menembusnya. Hal tersebut mengakibatkan bahwa sel segar yang diamati dengan mikroskop cahaya biasa tidak akan terlihat. Ekstrak sel yang telah dipecahkan dalam beberapa hal bermanfaat dalam system bebas sel untuk menganalisa proses-proses dalam sel yang sangat rumit, misalnya bagaimana proses sintesis protein dan replikasi DNA berlangsung (Subowo, 1995). Tubuh kita terdiri dari banyak sekali sel. Dalam setiap kilogram berat badan kita, terdapat sekitar satu triliun sel. Oleh karena itu, bahkan bayi yang baru lahir memiliki sekitar tiga triliun sel. Walaupun pada mulanya manusia berasal dari satu buah sel (sel telur yang dibuahi). Nukleus (inti sel ) mengandung asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA), yaitu zat yang kita sebut sebagai gen. DNA terdiri dari dua untai yang tersusun dari gula dan fosfat berbentuk spiral dan merupakan kombinasi dari empat basa – adenin (A), timin (T), sitosin (C) dan Guanin (G). Nukleus dari satu buah sel manusia memiliki tiga miliar huruf-huruf ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Genetik&lt;br /&gt;Empat basa yang disingkat dengan huruf A, C, T, dan G tersebut dikenal sebagai kode genetik. Sekitar 50 tahun yang lalu, sebuah penemuan penting dihasilkan, bahwa semua makhluk hidup menggunakan kode genetik yang sama. Dapat disimpulkan bahwa semua pada awalnya muncul dari sebuah sumber yang sama, kita semua memang saling bertalian. Kode genetik manusia, yang tersusun lebih dari tiga miliar ’huruf-huruf kimia’, semua tersimpan dalam untai-untai berukuran mikroskopik yang memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter – namun jika direnggangkan memiliki panjang sekitar 3 meter. Lalu, apakah kode ini dan bagaimana membacanya? Kode genetik adalah kumpulan instruksi untuk membentuk asam amino dan diterjemahkan sebagai protein. Jenis-jenis protein yang terbentuk tergantung dari bagaimana keduapuluh macam asam amino dikombinasikan. &lt;br /&gt;Tubuh manusia dapat memproduksi dua belas dari kedua puluh macam asam amino (non esensial).&lt;br /&gt;Misalnya ada kode ATG, maka kombinasi ini berarti instruksi untuk membentuk asam amino metionin. Untuk memahami kerja DNA lebih mudah, bayangkanlah bahwa setiap sel memiliki sebuah perpustakaan. Ketika sebuah sel ingin melakukan sesuatu, ia pun mengunjungi perpustakaannya; membuka sebuah buku; mempelajari kapan, apa dan bagaimana cara melakukannya; kemudian mulai menjalankan tugas tersebut persis seperti yang telah ia pelajari. Buku itu adalah gen atau DNA kita dan isi buku itu adalah informasi genetik. Pelaksana dari informasi genetik dari DNA tersebut adalah RNA = asam ribonukleat. Ia menjiplak informasi (transkripsi) dan membentuk protein dengan menggunakan asam amino sebagai bahan dasar. Protein-protein inilah yang kemudian melakukan pekerjaan sel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme Nyala/Padam&lt;br /&gt;Jika disebutkan bahwa setiap sel dalam tubuh manusia memiliki informasi yang diperlukan untuk hidup, mengapa sel-sel kuku hanya menjadi kuku atau sel-sel dalam rambut hanya menjadi rambut saja? Para ahli genetik menyebut bagaimana mekanisme kerja dan kapan sel harus berhenti bekerja sebagai mekanisme nyala/padam. Hipotesis ini telah dibuktikan oleh Francois Jacob dan Jacques Monod sekitar empat puluh tahun yang lalu. Mereka menemukan sebuah fungsi yang sangat mirip dengan tombol nyala/padam saat bereksperimen dengen E.coli, yaitu bakteri yang biasa hidup di dalam usus. Bakteri E.coli pada umunya mengkonsumsi glukosa. Dalam eksperimen ini, bakteri sama sekali tidak bereaksi terhadap laktosa saat zat tersebut diberikan bersamaan dengan glukosa. Lalu mereka hanya diberi laktosa. Pada awalnya, bakteri itu tidak makan apapun, namun dalam waktu singkat mereka mulai mengkonsumsi laktosa dan mulai berkembang biak. Maka, ini bukanlah sebuah kemampuan yang muncul secara spontan, melainkan kemampuan yang memang sudah ada tetapi berada dalam keadaan dorman/tidak aktif. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, walaupun gen dilengkapi dengan begitu banyak informasi,tidak seluruhnya digunakan. Gen dalam nukleus ditranskripsikan kepada setiap RNA bila diperlukan. RNA dalam sel segera diterjemahkan menjadi protein dan enzim, yang merupakan zat-zat paling penting bagi aktivitas sel. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencegah dibacanya informasi yang tidak perlu. Untuk menjelaskan fenomena ini, Jacob dan Monod mengajukan hipotesis bahwa ada gen struktural yang membentuk protein dan gen regulator yang menyalakan atau memadamkan gen tersebut (Teori Operon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Super itu memang Ada!&lt;br /&gt;Gen selalu aktif setiap menit, setiap detik dalam kehidupan kita, dan jika mereka berhenti bekerja, kita pun akan mati saat itu juga. &lt;br /&gt;Pada sebuah kasus, kadang ada kekuatan super yang dialami beberapa orang pada saat mendesak. Saat itu, gen yang selama ini hanya memerintahkan untuk memproduksi cukup energi, memerintahkan sel untuk memprduksi tenaga yang berlipat ganda. Sesungguhnya, setiap proses kehidupan adalah hasil dari reaksi kimia yang ditujukan untuk mengatasi situasi tertentu. Inilah yang dimaksud dengan ”hidup”. Beribu-ribu reaksi kimia berlangsung secara sistematis dan dengan sangat cepat dalam setiap sel dan setiap sel itu hanya memiliki berat satu per miliar gram, dan enzimlah yang memainkan peran penting dalam proses ini. Enzim, dengan kemampuan mereka bagai sihir, dikontrol oleh reseptor yang dikontrol oleh gen. Oleh karena itu, dengan mempengaruhi gen, kita dapat secara tidak langsung mengontrol enzim kita. Hal ini lah yang bisa mempengaruhi kekuatan super seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chapter 2 : Aktifkan Gen Anda, Segera!&lt;br /&gt;Ada tiga faktor yang terlibat dalam aktivasi gen, yaitu : gen itu sendiri, lingkungan dan pikiran&lt;br /&gt;FAKTA tentang GEN&lt;br /&gt;1.Gen tidak bertambah tua&lt;br /&gt;2.Gen kita bereaksi sebelum kita berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berinteraksi dengan gen yaitu secara teratur teruslah merasa benar-benar tergerak dan terinspirasi secara mendalam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;LINGKUNGAN&lt;br /&gt;1.Lingkungan baru dapat bereaksi sebagai katalis&lt;br /&gt;2.Pertumbuhan terjadi dengan adanya perpindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan penting :&lt;br /&gt;Informasi dapat mengubah hidup anda, maka carilah!&lt;br /&gt;Aspek lingkungan yang membantu menyalakan gen-gen yang bermanfaat adalah lingkungan yang menghargai kerja keras dalam kerja sama&lt;br /&gt;Melatih ”memberi-dan-memberi”&lt;br /&gt;Biarkan terdesak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIKIRAN&lt;br /&gt;Ciri-ciri orang yang gen bermanfaatnya telah menyala : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Memiliki pandangan yang positif&lt;br /&gt;Murakami (2007) mengajukan hipotesis bahwa pikiran dapat berperan dalam mengubah gen menjadi nyala dan padam. Lebih spesifik lagi, faktor-faktor positif seperti kegembiraan, kesukacitaan, kepercayaan dan do’a dapat mengaktivasi transkripsi gen-gen yang berharga. Sementara faktor-faktor negatif, seperti kegelisahan, stres, kesedihan, rasa takut, dan sakit dapat menonaktifkan transkripsi gen-gen berharga. Dan penelitiannya telah membuktikan bahwa tawa memiliki efek yang menguntungkan bagi tingkat glukosa darah. Telah ditemukan bahwa dua puluh tiga gen teraktivasi berkat tawa, salah satunya gen reseptor D4 dopamin (DRD4) yaitu gen yang dikaitkan dengan terhambatnya enzim adenylyl cyciase (berperan dalam meningkatkan glukosa darah). &lt;br /&gt;Bagaimana cara pikir positif?&lt;br /&gt;Intinya adalah mencari jalan untuk mencegah diri berkecil hati pada saat-saat mengalami duka atau kesulitan, yaitu tidak memfokuskan pikiran hanya pada hal-hal yang rasional. Tetapi justru dengan mengakui aspek-aspek yang tidak dapat dijelaskan oleh kearifan konvensional maupun ilmu pengetahuan masa kini pada saat mengambil keputusan. &lt;br /&gt;Kita harus dapat melihat keseluruhan situasi dan berusaha untuk melihat sisi positif dari segala yang terjadi dalam hidup kita. Para ilmuan kini mengakui kebenaran dari peribahasa ”Penyakit datang dari pikiran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Serius dengan profesi yang ditekuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal tadi akan memberi dampak yang cukup dalam, yaitu penyadaran akan seluruh beban tanggung jawab dari kesuksesan maupun kegagalan adalah berada dipundak diri kita sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;To be continoued....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6108839626515964946?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6108839626515964946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/resume.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6108839626515964946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6108839626515964946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2008/01/resume.html' title='RESUME : The Divine Message Of the DNA (Tuhan dalam Gen Kita)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-441813470270720825</id><published>2007-12-30T01:50:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T02:00:56.366-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Tawaran untuk Aksi Muslimah KAMMI (act now!)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/R3dqzVHUlDI/AAAAAAAAABU/CTdoT_0Bsy8/s1600-h/m9.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/R3dqzVHUlDI/AAAAAAAAABU/CTdoT_0Bsy8/s200/m9.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149702128995177522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi tulisan Mba’ Helda di milis KAMMI kalsel (Kemandirian Politik Perempuan), kata sepakat jelas harus menjadi jawaban para pembacanya. Mengingat bahwa kehidupan di Indonesia sangat dekat (bahkan memang terjebak) dengan politik. Semua sektor kehidupan ujung-ujungnya karena politik (pemerintah). Dari masalah kemiskinan sampai keterbelakangan. Masalahnya adalah, politik yang dilakukan belum terlumuri (tersentuh sih sudah) oleh nilai-nilai Islam. Benar sekali yang dikatakan Mba’ Helda bahwa perempuan (Indonesia) sering tidak mau ambil pusing dengan pergulatan politik negara. Kalau tidak manut dengan suami atau ayah, golput adalah pilihan berikutnya. Padahal kalau dihitung jumlah, perempuan menang telak dengan lelaki. Kalau saja semua perempuan mendirikan partai, maka tak pelak lagi, menanglah kita!. Maka dari itu, Muslimah KAMMI harus berperan langsung dalam pencerdasan perempuan supaya melek politik. Karena, sesungguhnya perempuan punya kekuatan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan Muslimah KAMMI adalah, yang pertama, meyakini bahwa perempuan itu luar biasa. Islam saja datang ketika sebagian manusia mengingkari kemanusiaan perempuan dan yang lainnya meragukannya. Bahkan, Al Qur’an telah mengabadikan para ibu yang saleh, yaitu ibu Nabi Musa (Al Qashash : 7), ibu maryam/istri Imran (Ali Imran : 35) dan ibu Nabi Isa (At Tahrim : 12). Perempuan sebagai anak dan istri pun mendapatkan kedudukan yang mulia dalam Al Qur’anul karim1. Subhanallah, ketika kita yakini ini dengan kesungguhan nurani, maka kekuatan luar biasa akan merayap dalam jiwa sehingga membangkitkan semangat untuk melakukan perbaikan umat. Ingat! Perbaikan adalah tradisi perjuangan KAMMI. &lt;br /&gt;Dalam sebuah tulisan, digambarkan bahwa perempuan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.  Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Cintanya tanpa syarat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mulailah dari diri kita. Lakukan perubahan secara total dengan mind set yang selama ini kita mainkan. Tanamkan nilai ini : KITA PEREMPUAN YANG HEBAT, KITA BISA MELAKUKAN PERUBAHAN BESAR. Ada baiknya kita baca dan renungkan 10 pesan bagi pengusung perubahan2 berikut:&lt;br /&gt;1.Jangan pernah berbicara sebelum berfikir&lt;br /&gt;2.Jangan pernah memastikan janji-janji palsu&lt;br /&gt;3.Jangan menjadi orang yang kaku dan otoriter&lt;br /&gt;4.Singkirkan kesan ujub dan sombong dalam diri &lt;br /&gt;5.Jangan pernah mempersulit suatu proses&lt;br /&gt;6.Tinggalkan perasaan jatuh cinta&lt;br /&gt;7.Jangan pernah lari dari tanggung jawab&lt;br /&gt;8.Jangan berlebihan di kala marah&lt;br /&gt;9.Jangan pernah menganggap remeh kelebihan &lt;br /&gt;10.Ungguli orang lain dan tetaplah berinteraksi baik dengan mereka&lt;br /&gt;Bayangkan dan teruslah memimpikan diri kita menjadi orang besar dan menjadi bagian dari pengusung perubahan besar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bentuklah kesadaran kita akan pentingnya pendukung dalam dakwah. Pendukung itu adalah orang-orang di sekitar kita. Dekati, raih, rangkul dan perlakukan dengan baik. &lt;br /&gt;”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”&lt;br /&gt;(An Nisaa : 36)&lt;br /&gt;Dekati yang bisa kita dekati, tapi dengan hati dan peduli. Raih yang bisa kita raih, tapi dengan potensi. Rangkul yang bisa kita rangkul, tapi dengan kepercayaan. Semua harus ter-cover dengan kekuatan perempuan yaitu kelembutan. Itulah etika kita, sebagai manusia, sebagai perempuan peubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lakukan perubahan itu!. Cobalah dengan komunitas kecil. Bentuknya bisa beraneka ragam, misalnya kelompok belajar atau kelompok karya. Lakukan diskusi dan ngobrol. Ajarkan yang bisa kita ajarkan. Kita bisa memulai dengan membangun komunikasi sosial dengan tidak meninggalkan prinsip muamalah. Catatan pentingnya adalah SERIUSLAH. Maksudnya ISTIQOMAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perempuan Indonesia itu hanya sedang terjebak dalam kubangan hitam kekerdilan dan pembodohan. Jadi, peran kita adalah menarik mereka dari kegelapan itu. Ingat! Perempuan Indonesia membutuhkan muslimah KAMMI untuk bisa cerdas. Maka, mari kita lakukan perubahan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah mimpi kita, mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia. Tapi, itu bukan mimpi semata. Mimpi itu harus diwujudkan, kawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;1 Qardhawi, Y. 2003. Masyarakat Berbasis Syariat Islam : Hukum, Perekonomian, Perempuan. Penerbit Era Intermedia, Solo.&lt;br /&gt;2 Al Hamadi, A. 2006. Manajemen Perubahan. Penerbit PT Syaamil Cipta Media, Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-441813470270720825?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/441813470270720825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/12/sebuah-tawaran-untuk-aksi-muslimah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/441813470270720825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/441813470270720825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/12/sebuah-tawaran-untuk-aksi-muslimah.html' title='Sebuah Tawaran untuk Aksi Muslimah KAMMI (act now!)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/R3dqzVHUlDI/AAAAAAAAABU/CTdoT_0Bsy8/s72-c/m9.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-968882378154648909</id><published>2007-11-05T20:02:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T20:12:18.728-08:00</updated><title type='text'>Sentuhan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Ry_pez8kWLI/AAAAAAAAABM/DP3HoAWajlY/s1600-h/th_vadecb980ed5325_myspace.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Ry_pez8kWLI/AAAAAAAAABM/DP3HoAWajlY/s200/th_vadecb980ed5325_myspace.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129575216147880114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bagi dunia kamu mungkin hanya seseorang tetapi bagi seseorang mungkin kau adalah dunianya......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baris terakhir dari sms itu kini mulai membayangi langkah-langkah ku. Awal ku menerima sms itu tak ada asa bergelayut dalam jiwaku. Entah dari siapa, kupikir tak ada maksud apa-apa. Tapi...beberapa hari berlalu tiba-tiba pikiranku mulai terganggu oleh kalimat-kalimat itu. Astagfirullahaladzim... apa yang telah kuperbuat. Kini aku mulai menyadari. Semua menjadi gamang bagiku. Salahkah selama ini segala tingkah dan lakuku. Siapapun dia, tak berhak aku membuatnya terluka. Membuatnya menderita. Hanya Allah swt sajalah sang Hakim sebenarnya. Mungkinkah dari sikapku yang telah membuatnya terpesona. Mungkinkah dari tuturku yang telah membuatnya tergoda. Tanya itu masih berupa prediksi. Baru ku mengerti betapa kita (kaum hawa) memang benar-benar harus berhati-hati, menjaga diri dan perilaku. Jika memang bukan untuk kita tapi itu semua untuk kaum adam sebagai saudara-saudara kita seiman. Bukan kita (hai wanita), tapi mereka (kaum lelaki) yang telah menjadi korban sebenarnya. Merekalah yang patut dikasihani dan diberi ruang untuk mengobati luka. Luka yang telah kita (para wanita) torehkan. Pun itu tak disengaja. Dengan senyum kita, hati mulai tergoda. Dengan perhatian kita, simpati mulai menyala. Dengan kelembutan kita, lelaki mati gaya. Terlebih dengan penampilan kita. Mereka terpesona. Jatuh cinta. Dan ini bukan suatu kebanggaan bagi kita, sekali lagi wanita.&lt;br /&gt;Beruntunglah yang punya border kokoh yang mampu membingkai cinta hatinya dengan keagungan Sang Pencipta. Tapi, betapa kasihan mereka, lelaki yang tak sanggup menahan gelora didadanya. Hingga syetanpun merayu. Membutakan mata hatinya. Melenakan khayalnya. Menghancurkan imannya. Dan akhirnya, mengendalikan dirinya. Na’udzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku mulai berfikir. Memang, manusia tak sempurna. Selalu ada cacat dan luka. Mengenang semua hari-hari yang telah kulewati dengan menebar pesona kewanitaanku membuat aku semakin terhenyak. Maaf, maafkan aku saudaraku. Sungguh, diri ini sudah berhati-hati. Tapi memang kadang lupa. Sering ingkar dengan janji. Semoga diri ini semakin terkendali. Untuk semakin saling mengasihi. Mengasihi saudara-saudaraku (wanita dan lelaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Allah…&lt;br /&gt;Masih kau jaga diri ini. Masih kau sentuh hati ini. Hingga kesadaran itu nyata mengingatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi wahai wanita, syetan itu dimana-mana. Jadi, jangan pernah merasa aman dari godaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06-11-2007&lt;br /&gt;1.11 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-968882378154648909?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/968882378154648909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/11/sentuhan-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/968882378154648909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/968882378154648909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/11/sentuhan-hati.html' title='Sentuhan Hati'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Ry_pez8kWLI/AAAAAAAAABM/DP3HoAWajlY/s72-c/th_vadecb980ed5325_myspace.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-7056269110064410220</id><published>2007-09-25T23:13:00.002-07:00</published><updated>2007-10-02T01:55:35.512-07:00</updated><title type='text'>Pelaku Kejahatan dan Ukhuwah yang Kering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/RwIHeYvErAI/AAAAAAAAAA0/Lk026CSfe4g/s1600-h/Royal+Portrait.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/RwIHeYvErAI/AAAAAAAAAA0/Lk026CSfe4g/s200/Royal+Portrait.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116660345263664130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali ada teman saya yang berkeluh kesah tentang kekecewaannya. Masih di bulan Ramadhan. Karena ada janji penting dengan beberapa temannya maka dia pergi ke kota teman-temannya tersebut. Saat itu dia Cuma punya uang sepuluh ribu rupiah di kantong. Padahal perjalanan ke kota teman-temannya harus ditempuh dengan biaya angkot tujuh ribu rupiah. Tapi karena sudah janji, jadilah dia berangkat. Siang itu sangat terik. Capek pun dia rasakan dengan sangat. Namun, setelah sampai di tempat, ternyata janji itu ditunda beberapa hari lagi. Dan dia mendapatkan konfirmasi penundaan tersebut beberapa saat setelah tiba di kota tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertemu di sebuah warung internet karena dia mau menitipkan sesuatu pada saya. Kekesalannya dia tumpahkan kepada saya. Macam-macam lah dia bilang. Intinya kesal, kecewa dan marah. Hari itu saya juga merasa tidak enak pikiran, banyak rencana yang tidak teratur. Jadilah saya ikutan cemberut. Asli. Bete banget. Akhirnya saya tidak bisa menjadi pendengar yang baik hari itu. Sedikit bicara. Langsung pada intinya. Menatapnya pun hanya sesekali. Kering perjumpaan itu. Perjumpaan dengan saudara seiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali teringat salah satu pesan saudari saya yang kini telah berada di kampung halamannya, bahwa bagilah kebahagiaanmu dengan saudara-saudaramu tapi jangan membagikan kefuturan. Masuk di dalam kefuturan itu, rasa kecewa, lelah, sakit hati, marah dan derivatnya yang lain. Semua rasa itu terakumulasikan lewat kata ”be-te”. Nah, persis yang saya alami, ternyata bete itu menyerang secara langsung tanpa pengecualian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu maha indah. Tak diragukan lagi keindahannya. Bahkan ditengah-tengah masalah serius sekalipun. Kasus yang saya gambarkan tadi hanya satu dari beribu-ribu masalah serupa. Banyak yang bisa kita petik. Baik bagi diri saya sendiri ataupun bagi saudara-saudara saya yang lain. Pertama, tentang etika berkomunikasi. Akan lebih baik jika kita berkomunikasi dengan seseorang tidak dengan bumbu-bumbu emosi yang akhirnya memunculkan aura-aura negatif. Hal ini akan berdampak buruk bagi pelaku dan pendengarnya. Bagi pelaku, maka akan semakin terasa rasa sakit yang dialaminya dan yang lebih berat adalah beban dosa karena menyumpah serapah yang tak ada guna. Pendengar pun akan menjadi terpengaruh jika aura itu begitu kuat dan emosi pendengar itu sendiri tidak terlalu stabil. Yang artinya pelaku telah menularkan penyakit yang tidak baik kepada saudaranya yang lain. Hal ini bisa dibilang suatu kejahatan lo. Kejahatan yang tak nampak. Kedua, kontrol diri atau manajemen kesabaran. Rasulullah saw dan para sahabat telah banyak menggambarkan bagaimana seorang muslim harus bersabar bahkan pada situasi-situasi yang sngat sulit. Akan tetapi, manusia sering melupakannya. Menganggap bahwa saat itu dia sedang dalam kesulitan yang super besar dan hanya dia yang merasakan penderitaan tersebut. Padahal penderitaan itu ia buat sendiri yaitu dengan menelan kekesalan dan kekecewaan tanpa mengingat bahwa Allah swt senantiasa bersama kita. Hal ini memang sangat sulit kita pahami dan praktikan dalam kehidupan nyata. Tapi, ingat! Allah swt tidak memberi beban kepada hambanya kecuali hamba tersebut mampu mengembannya. Maka dari itu senantiasa biasakan berfikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seorang ahli genetika dari Jepang, Kazuo Murakami, dalam penelitiannya selalu mengedepankan pikiran manusia sebagai langkah awal kebahagiaan dan keberhasilan. Ia menyebutkan bahwa gen manusia dapat dipengaruhi dan dikembangkan sesuai keinginan dengan memperhatikan tiga hal yaitu, gen itu sendiri, pikiran dan lingkungan. Gen selalu aktif setiap saat. Jika gen berhenti maka berhenti pula kehidupan. Dengan mengatur pikiran kita untuk senantiasa berfikir positif maka akan memicu gen-gen yang bermanfaat untuk aktif dan lingkungan kita juga harus dikondisikan sedemikian rupa, tapi semua itu kembali kepada kemauan kita. Niat. Ya, niat juga satu yang sangat penting. Karena semua tindakan kita berawal dari niat. Bahkan itu untuk sesuatu yang buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Islam itu maha indah. Satu dari keindahannya adalah ukhuwah. Mungkin tidak bisa kita salahkan pelaku kejahatan seperti yang saya ceritakan tadi. Bisa jadi ukhuwah itu semakin kering karena lama tak disirami oleh air kehidupan sejati, yaitu tausiyah atau nasehat. Wa tawaashaubil haqqi wa tawaashau bish shabr. Menguap entah kemana. Jejak-jejaknya hanya menyisakan sketsa yang mudah tersapu angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kembali kepada diri-diri kita. Buka hati dan paradigma berfikir untuk senantiasa meluangkan waktu untuk sedikit mendengarkan, meluangkan waktu untuk sedikit menyapa, dan meluangkan sedikit waktu untuk tersenyum. Mereka, saudara-saudara kita tak butuh harta ataupun kata. Yang mereka butuhkan hanyalah uluran tangan untuk menerima mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang bahwa aku sering lupa&lt;br /&gt;Teman2...afwan jiddan ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-7056269110064410220?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/7056269110064410220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/09/pelaku-kejahatan-dan-ukhuwah-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7056269110064410220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/7056269110064410220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/09/pelaku-kejahatan-dan-ukhuwah-yang.html' title='Pelaku Kejahatan dan Ukhuwah yang Kering'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/RwIHeYvErAI/AAAAAAAAAA0/Lk026CSfe4g/s72-c/Royal+Portrait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-6915094064357840866</id><published>2007-07-29T20:43:00.000-07:00</published><updated>2007-07-29T20:44:42.973-07:00</updated><title type='text'>Ternyata aku.............</title><content type='html'>Kerasnya hati pasti kan melembut&lt;br /&gt;Kala bersapa dengan udara pagi&lt;br /&gt;Ego diri pasti kan melunak&lt;br /&gt;Ketika asa bertemu derita&lt;br /&gt;......................................&lt;br /&gt;Hari ini begitu indah&lt;br /&gt;Perjalanan waktu yang membius mata&lt;br /&gt;Laksana air mengalir ke hulu&lt;br /&gt;Pun jauh mata memandang&lt;br /&gt;Hamparan hijau berbukit-bukit&lt;br /&gt;Bagai barisan wajah tersenyum indah&lt;br /&gt;Sejuk kaurasakan padaku&lt;br /&gt;Tegar kautampakkan padaku&lt;br /&gt;Sungguh membuatku tersipu malu&lt;br /&gt;.......................................&lt;br /&gt;Ternyata aku masih jauh&lt;br /&gt;Ternyata aku masih lemah&lt;br /&gt;Ternyata aku masih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi pada sebuah perjalanan  diri&lt;br /&gt;Menyusuri sungai barito&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-6915094064357840866?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/6915094064357840866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/ternyata-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6915094064357840866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/6915094064357840866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/ternyata-aku.html' title='Ternyata aku.............'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-1986830588568724653</id><published>2007-07-29T20:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-29T20:37:35.912-07:00</updated><title type='text'>Nyanyian bersama sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Rq1cyYSEVRI/AAAAAAAAAAM/hsDxrA5XO1w/s1600-h/DSCF0876.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Rq1cyYSEVRI/AAAAAAAAAAM/hsDxrA5XO1w/s320/DSCF0876.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092828774207345938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kuedarkan pandang di pelabuhan itu. Tempat tunggu itu terlalu kecil hingga mudah bagiku menemukan seraut wajah yang sudah kukenal sejak 3,5 tahun yang lalu. Wajah itu mengukir senyum. Manis. Kuhambur peluk ke arahnya. Cipika cipiki. Hangat. Wajah itu begitu bersahabat pun ada percik keheranan menatapku. Ba-apa ka sini? Jauhnya pang? Bujuran kah?. Deret tanya itu menggambarkan keheranannya. Aku hanya tersenyum simpul hingga meluncurlah cerita ku datang ke  kotanya. Adalah maksudku untuk meninjau lokasi penelitianku. Maka kami pun pergi dengan menunggangi taksi sungai berkecepatan sedang, mengarungi sungai barito dan menelusuri salah satu aliran sungainya. &lt;br /&gt;Nyanyian itu berdendang kala dalam perjalanan pulang dari pencarian lokasi penelitianku. Hhh…cukup melelahkan. Kami pun sempat berkelekar tentang petualangan  kami. Kaya jejak petualang haja lah. Begitu guyon kami. Menuju kembali ke pelabuhan kami putuskan untuk duduk di atas atap taksi sungai. Disanalah kami bercerita banyak hal. Satu hal yang menarik adalah nyanyian kami tentang aktivis dakwah kampus. Perlu diketahui, sahabatku itu telah lulus dari kampus maret 2007 kemaren dan sekarang udah kerja di daerahnya (yang aku kunjungi ini).&lt;br /&gt;Di atap kelotok (sebutan untuk taksi sungai), ia memulai percakapan dengan melontarkan pernyataan, “aku ini adalah kader yang sangat egois”. Dahiku berkerut, pertanda belum nyambung. Sahabatku itu memaparkan bahwa dia adalah seorang aktivis dakwah yang sering tidak peduli dengan saudaranya yang lain. Yang penting urusannya sudah selesai. Tapi tetap keinginan dan kemauan untuk berkontribusi itu ada. Akibat egonya, maka aktivitas kuliahlah yang jadi skala prioritas utama, bahkan pada suatu kesempatan ia pernah ditanya tentang 2 hal kontradiktif. Jika harus memilih, demo disaat ada kuliah? Ia memilih kuliah. Tapi dari pengalaman adalah sesuatu yang wajar karena jatah bolosnya sudah habis. Aku sempat merenungkan semua itu. Memang, hidup itu penuh pilihan. Dan pilihan yang sulit sering kita hadapi. Sahabatku pun pernah merasakan tentang betapa rindunya Ia untuk bisa berkumpul dengan para aktivis yang lain. Yang sering mengingatkan dan mendoakan. Kering rasanya ditengah-tengah komunitas awam. Dan yang paling Ia khawatirkan adalah penyakit hati yang sulit disembuhkan. Tapi semua itu tetap Ia jalani sampai akhirnya sebuah tuntutan (yang juga baru aku ketahui) keluarga untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Dan sekarang Ia telah bekerja sebagai guru di sebuah SMP di daerahnya. &lt;br /&gt;Nyanyian itu kembali menyadarkanku tentang realita dan fenomena. &lt;br /&gt;Realita bahwa pilihan dalam kehidupan ini sering terasa sulit. Kita sering kebingungan menentukan pilihan, bahkan untuk hal sepele seperti pakaian atau sepatu. Hanya, menurutku seseorang yang terbiasa berfikir dan pandai menganalisa keadaan adalah pemenang akan pilihan-pilihan hidupnya. Dan kemampuan itu didapatkan bukan secara instant. Tapi ada proses. Dan bagiku, beraktivitas di organisasi adalah salah satu proses menuju kemampuan itu. &lt;br /&gt;Mengenai fenomena, adalah heran dan menakjubkan bagiku menyaksikan keadaan aktivis dakwah yang semakin tidak terasa keberadaannya. Entah Ia memang sibuk di tempat lain atau Ia hilang dengan egoisnya. Kukatakan demikian karena beberapa kedapatan memang sedang asyik ‘bercinta’ dengan egonya. Yang semakin membuatku sedih adalah ketika egonya itu adalah sesuatu yang fatamorgana. Astagfirullah. Sebenarnya tak ingin aku berfikir demikian. Ingin berkhusnudzon saja. Tapi…fenomena berbicara lain. Aktivis-aktivis itu berjatuhan. Image mereka di kalangan orang awam menjadi buruk/negative. Lalu, bagaimana dengan aktivis yang tidak terlibat? Adakah ego itu memikirkan? &lt;br /&gt;Realita dan fenomena yang terjadi adalah suatu cermin kehidupan. Keberadaannya untuk menunjukkan mana yang baik dan mana yang tidak baik hingga kita bisa membuat pilihan, bukan untuk dinikmati dan dikomentari. Realita dan fenomena bukanlah sebuah gambaran bagi perjalanan masa depan. Ia hanyalah bayangan yang bisa menjadi tongkat penyangga bagi kita yang memerlukan kekuatan. Maka, jangan pernah pasrah apalagi menyerah. Berjuanglah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanting ditepian sungai itu sangat sederhana. Sahabatku mengurai kata berpisah. Pamitan. Cipika cipiki lagi. Ia pun meminta sopir untuk menepikan taksi sungai itu. Dengan lompatan kecil, Ia telah berdiri di atas lanting. Nyanyian kami berakhir dengan lambaian dan senyuman. Selamat tinggal sobat, semoga kita bertemu lagi dan mendendangkan nyanyian yang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan perjalanan : 22-07-07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-1986830588568724653?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/1986830588568724653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/nyanyian-bersama-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1986830588568724653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/1986830588568724653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/nyanyian-bersama-sahabat.html' title='Nyanyian bersama sahabat'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/Rq1cyYSEVRI/AAAAAAAAAAM/hsDxrA5XO1w/s72-c/DSCF0876.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-2093163518525354128</id><published>2007-07-15T05:20:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T05:29:01.487-07:00</updated><title type='text'>Dear : Konsep Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Ti, kaya pa mun ana kena pulang kampung lah. Jangan takajut lah mun nantinya ana kada kayak disini lagi.”&lt;br /&gt;”Kenapa garang?”&lt;br /&gt;”Sebenarnya, ana tuh belum yakin dengan lingkaran ini. Ana bergabung karena ana merasa nyaman. Ada kalian”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan beberapa waktu lalu terulang kembali. &lt;br /&gt;Terasa sekali ada keputusasaan disana. Rasa lelah. Menghindar... apakah semudah itu kita mengucap kata. Ketika merasa diri ini tidak mampu, lantas apakah pantas melepas amanah? Tanya itu masih gamang.&lt;br /&gt;Lama saya berfikir. Satu, dua, tiga ... hari-hari semakin berlalu. Saya mulai menemukan titik-titik berarti. Sungguh saya pun menjadi meraba-raba. Apa gerangan yang harus dilakukan? Apa yang membuat hati ini menjadi lemah? Tanya itu menjadi-jadi dengan jawab yang semakin banyak. Tapi tak satupun mengena. &lt;br /&gt;Ada banyak tuntutan (kalau boleh saya katakan seperti itu), amanah organisasi, skripsi, keluarga dan diri sendiri. Belum termasuk urusan-urusan terkait pertemanan dan kerja. Kurang lebih sebanyak itulah keluhan-keluhan yang muncul akhir-akhir ini. Dari teman-teman seperjuangan. &lt;br /&gt;Awalnya saya berfikir sangat sederhana : gunakan skala prioritas. Tapi ternyata itupun mendapatkan penyangkalan. Sangat sulit, katanya. Rentetan keluh pun semakin panjang. Saya mencoba maklum. Toh saya juga pernah mengalaminya. Pun sekarang masih tersisa gurat ego diri. Akhirnya saya harus mengembalikan pada konsep tahapan dakwah idealis, bahwa kita memulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. &lt;br /&gt;Tapi, perlu diungkapkan tentang penyadaran akan perjalanan tiap manusia yang tidak sama. Ada yang diberi jalan mudah atau rumit, pendek atau panjang, sebentar ataupun lama. Semua sudah dituliskanNya. Takdir. Hanya, sebagai manusia yang bersyukur maka lebih mulia jika perjalanannya diwarnai perjuangan dan pengorbanan.&lt;br /&gt;Dan semua kembali pada diri-diri ini. Kita dan Allah-lah yang mengetahui tantangan, masalah hidup yang kita jalani. Maka, segeralah temukan konsep diri. Konsep yang telah disemaikan oleh Allah swt untuk diri kita. Temukan dia dalam tiap nafas, aktifitas dan kata hati kita. Dan senantiasa memohon padaNya, untuk kemudahan dan petunjuk. &lt;br /&gt;`Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan meng’azabmu jika Dia menghendaki`(Al -Israa’ : 54)&lt;br /&gt;Konsep itu ada pada diri kita masing-masing. Bukan ditempat lain. Maka jangan pernah melihat keputusan orang lain pun itu terlihat sangat indah. Temukan itu di dalam hati. Sapa ia dengan lembut. Tegur ia dengan kebaikan. Peluk ia dengan kasih sayang. Karena ia adalah karunia. Karena ia adalah anugrah. Dan karena ia adalah konsep diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--tuk sahabat-sahabatku, biarkan kesibukan itu mentarbiyah kita, mungkin itu jalan untuk mengenali konsep diri ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-2093163518525354128?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/2093163518525354128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/dear-konsep-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2093163518525354128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/2093163518525354128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/dear-konsep-diri.html' title='Dear : Konsep Diri'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-4955106859489279214</id><published>2007-07-15T05:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T05:19:34.564-07:00</updated><title type='text'>menggapai-cahaya (sebuah tulisan dari blog:nukleofil)</title><content type='html'>Pagi ini terasa indah. Kulihat di ujung barat, masih gelap. Lolongan anjing-anjing itu masih ramai. Menyayat hati. Tapi asa di dalam hatiku seperti bergelora. Ada semburat-semburat aneh yang muncul. Entah apa... yang kutau aku merasa penuh dengan hasrat. Untuk mengabdi, untuk melangkah dan untuk bergerak untuk Dia dan umatNya. Ya Rabb, teguhkan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kumemandang cakra yang masih gulita. Angin dingin yang menyegarkan menyapa wajahku. Kembali kumenata hati. ”jangan sampai terulang” pikirku. Yap, harus berlalu dengan baik. Semua harapanku dan anganku tidak boleh kalah lagi. Kalah dari dia, penggoda hati. Nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengulang ke masa lalu, sungguh perjalananku sia-sia. Tak ada ujung dan keberhasilan. Semua bermuara pada lelah, capek, penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama lagi. Dulu aku juga senantiasa kembali pada pikiran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei, wanita berkacamata. Capailah jalan menuju taqwa. Dengan ruhul istijabah. Show your ability to the word ’til we’ll be the winner, because it is for us, specially and absolutely. Tulisan di salah satu sudut kamarku menggetarkanku. Semangat apa yang membuatku menulisnya. Entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah itu maha pengampun. Sungguh, kenapa manusia sering lupa itu. Tak pernah sungkan untuk berbuat salah. Tak pernah malu untuk mengumpulkan dosa. Dengan berharap, Allah nanti mengampuniNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, wah... munafik! Tidak tahu malu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astagfirullah ... aku mengumpat. Memang manusia sering lupa. Tapi apakah akan terlena? Allah pasti menciptakan obatnya. Kebersihan hati. Jawaban dari sang murrabbi, menyentak relung hatiku. Kena. Yah, mungkin hati kita yang kotor. Bak mengira rumah orang yang kotor ternyata kaca sendiri yang penuh debu. Iri, dengki. Allah itu maha Adil. Ada negatif, ada positif. Adil kan. Jika kita menyadari kesalahan maka kelola itu dengan kebersihan hati. Tanpa bumbu ketergesaan. Pelan tapi pasti. Sedikit tapi membukit. Ya, seperti itulah Allah mentarbiyah kita. Seperti sebuah cangkir yang dibuat dari tempaan dan pemanasan yang berulang-ulang. Hingga akhirnya menjadi cangkir yang cantik. Ada keindahan dibalik kepedihan. Seperti intan dalam kubangan pasir dan lumpur. Semua kembali kepada seberapa besar usaha kita untuk kembali menjadi bersih dan putih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin dingin kembali menyapaku, kini menyentuh telapak kakiku. Sedikit merinding. Gelora itu kembali. Perlahan aku menyadari kembali keberadaannya. Dan siapa dia. Senyumku mengembang. I have found you! Dia begitu indah dan ... bercahaya. Dia kembali. Allah terima kasih. Engkau percikan cahaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tau asa yang senantiasa bergelora dihatiku. Aku pun tak kan mengulang kesalahanku dulu. Mengabaikannya. Takan kulepas dia. Dia... hidayah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kutatap mega yang mulai nampak memutih. Di ufuk timur, sang fajar memerah. Angin masih terasa dingin. Dari jendela kamar di lantai dua, kulihat beberapa manusia memulai aktifitasnya, olahraga. Mmm...lama juga ga olahraga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-4955106859489279214?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/4955106859489279214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/menggapai-cahaya-sebuah-tulisan-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4955106859489279214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/4955106859489279214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/menggapai-cahaya-sebuah-tulisan-dari.html' title='menggapai-cahaya (sebuah tulisan dari blog:nukleofil)'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8683642594094459402.post-709023293532148278</id><published>2007-07-13T20:48:00.000-07:00</published><updated>2010-11-08T20:39:38.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagi melo'/><title type='text'>Sejuta Kasih Sang Bunda</title><content type='html'>Tangisku dikala menatap dunia kau sambut dengan senyum bahagia&lt;br /&gt;Tak peduli pada derita raga&lt;br /&gt;Antara maut dan sisa hidup…&lt;br /&gt;Belai lembutmu menyapu tangisku&lt;br /&gt;Kecup sayangmu menuai hangatku&lt;br /&gt;Lelap…kubermanja dalam dekapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helai nafas ini terus mengalir&lt;br /&gt;Rupa membentuk baru, akal mengukir malu&lt;br /&gt;Dewasa…&lt;br /&gt;Pundakku tlah menyamaimu&lt;br /&gt;Mata melewati tajammu&lt;br /&gt;Raga melebihi besarmu&lt;br /&gt;…katapun kerap menyayat pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fana telah menipuku&lt;br /&gt;Tak sadar diri terbius nafsu&lt;br /&gt;Tak hirau akan lembut sapamu, kala lelapku dikejar sang surya&lt;br /&gt;Tak hirau akan belai hangatmu, kala khilaf diri berbalut dosa&lt;br /&gt;Pun pada kabar hatimu kala itu...&lt;br /&gt;Ego meninggi ...&lt;br /&gt;Hingga bening kristal dari elok matamu ... menetes&lt;br /&gt;Satu ...demi satu...&lt;br /&gt;Seperti melukis tiap khilafku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi aku...ya...demi aku&lt;br /&gt;Kau simpan dukamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akankah berbalas rindu ini&lt;br /&gt;Pada sejuta kasihmu... &lt;br /&gt;Bunda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( hw - Mengenang kasih terindah ku...tengkyu Allah... )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8683642594094459402-709023293532148278?l=hidrogenalfa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/feeds/709023293532148278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/sejuta-kasih-sang-bunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/709023293532148278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8683642594094459402/posts/default/709023293532148278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidrogenalfa.blogspot.com/2007/07/sejuta-kasih-sang-bunda.html' title='Sejuta Kasih Sang Bunda'/><author><name>Eno</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_H3sxbFUIpT4/TTEILDjC-wI/AAAAAAAAAKo/u6FFOQtS1Wg/S220/Copy%2Bof%2Ba.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
